BBPP Kupang Gandeng YAMPI Bekali Petani di Sumba Tengah

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang bekerjasama dengan Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI) melakukan Kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani Angkatan II di Sumba Tengah, NTT.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di BPP Program Food Estate, diikuti 28 Orang Petani dari 7 desa.
Kegiatannya berlangsung dari tanggal 25- 27 Oktober 2021 di BPP Waimamongu, Kabupaten Sumba Tengah.

Dalam rilis berita BBPP Kupang yang diterima Media ini, Senin (25/10/2021) dituliskan bahwa kegiatan Pembukaan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani Angkatan II di Kabupaten Sumba Tengah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah Nyong Umbu K. Pari, S.TP.

Dihadiri langsung oleh Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto, MM berserta jajarannya, dan Perwakilan YAMPI Ir. Rosiana Susi.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari YAMPI Ir. Rosiana Susi menyampaikan beberapa hal terkait dengan kegiatan dimaksud.

Dijelaskan Rosiana bahwa untuk dapat memajukan pertanian di suatu daerah tentunya dibutuhkan SDM yang mumpuni.
SDM yang mengelola harus memiliki keterampilan dan keahlian.

Contohnya P4S sebagai lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan dan dikelola oleh petani secara swadaya harusnya dimanfaatkan sebagai tempat untuk meningkatkan keterampilan di bidang pertanian.

Menurut Rosiana, Sumba Tengah dipilih menjadi salah satu kawasan Food Estate di NTT karena potensi lahan di Sumba Tengah sangatlah banyak sehingga harus dioptimalkan produksi lahan/sawah yang telah ada.

Dengan demikian akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat terutama petani dan juga akan tercipta kemandirian pangan di Kabupaten Sumba Tengah.

Dijelaskan Rosiana, sistem pertanian yang diharapkan nantinya bukanlah sistem pertanian yang biasa saja namun yang luar biasa.

Contoh sederhananya, lanjut Rosiana, mengembangkan Kelompok Tani menjadi Gapoktan dan kemudian berkembang menjadi sebuah Koorporasi yang tidak hanya usaha untuk konsumsi skala rumah tangga namun juga yang dapat dijual ke luar sehingga menjadi salah satu harapan BUMD.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah, Nyong Umbu K. Pari, S.TP menyampaikan bahwa Food Estate merupakan salah satu program utama dari Kementerian Pertanian yang tengah menjadi sorotan semua pihak.

Dijelaskan Nyong Umbu, Food Estate adalah program utama dari Kementan dimana Kabupaten Sumba dipercaya menjadi salah satu kawasan Food Estate sehingga Kabupaten Sumba sekarang sedang menjadi sorotan berbagai pihak.

“Jadi, sudah seharusnya petani bekerja keras dan disiplin, selain itu PPL yang mendampingi petani harus bekerja lebih maksimal”, ujar Nyong.

Ditambahkannnya, harus ada pendekatan teknologi modern di kawasan Food Estate, selain itu ketepatan saprodi di tangan petani akan berpengaruh kepada hasil pertanian yang dikelola.

“Saya berharap agar secepatnya dilakukan pertemuan untuk meyakinkan anggota kelompok agar dapat memanfaatkan bantuan semaksimal mungkin. Selain itu juga harus ada semangat dari Petani dan PPL agar pertanian Sumba Tengah bisa membaik ke depannya”, tegas Nyong.(*/ER/Rilis Berita BBPP Kupang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *