iringan Musik Rebana Ramaikan Prosesi Pawai Maulid Nabi SAW di Kota Kupang

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Pandemi covid-19 yang masih menyebar di Kota Kupang khususnya dan dunia pada umumnya membuat upacara meramaikan Hari Maulid Nabi SAW sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ada pembatasan Jamaah yang mengikuti prosesi sehingga didominasi kaum Muslimah. Namun begitu, kemeriahan tetap nampak karena para Jamaah Masjid Nurul Hidayah, Kepala Lima, Kota Kupang meramaikannya dengan iringan musik Rebana.

Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Kota Kupang, Muslimin Rusli kepada para Wartawan disela-sela kegiatan pawai, Sabtu (23/10/2024) menegaskan bahwa kegiatan pawai yang digelar ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad, SAW.

Dikatakan Muslimin Rusli, Rasulullah lahir untuk menerangi kegelapan saat itu. Dalam pawai ini ada buah-buahan, bunga dll merupakan bentuk rasa syukur karena hasil panen para Jamaah yang mayoritas mata pencaharian di Kelapa Lima ini adalah nelayan dan ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun.

“Pawai ini sesungguhnya ikhtiar saja sebagai ungkapan rasa gembira kepada Rasulullah dengan berbagi. Ini bukan ritual tapi tradisi Siripuan Maulid Nabi,” jelas Muslimin.

Dia mengakui bahwa kegiatan seperti ini setiap tahun diadakan tapi saat ini sedkit berbeda dan kurang meriah karena dihadapkan dengan covid-19.

“Peserta dibatasi sehingga para siswa sekolahan tidak dilibatkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Peserta merupakan Jamaah Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kupang saja,” katanya.

Pelaksanaan Pawai Hari Maulid Nabi, jelas Muslimin pada tiga tahun lalu namun ibadah tetap dilaksanakan di Masjid. Sejak adanya covid tidak digelar pawai lagi dan baru saat ini dilaksanakan kembali.

Mengenai makna Maulid Nabi ini, menurut Muslimin, tema yang diangkat adalah “Hijrah bersama meraih Ridho Allah Subhana Wataallah”.

Ini sebenarnya bagian dari ajakan kepada Jamaah yang sudah mulai menjauhi Masjid dalam hal tidak Sholat Berjamaah sehingga melalui momen ini mereka diajak ke masjid kembali.

“Pendekatan dari hati saat ini ada sekitar 30-an kembali mendekatkan diri dengan Rasullulah. Kita ajak dari hati ke hati dekati Allah. Bagaimana kita berikan pengetahuan keimanan, ketaqwaan pada mereka supaya gairah lagi ke masjid,” terang Muslimin.

Dia menambahkan, puncak kegiatan pawai adalah kegiatan di Masjid Nurul Hidayah setelah Sholat Isha dengan penceramah Ustad Dahrul Ikwanul Umar, S.Pdi pimpinan Pondok Pesantren Darul Aulia.

Muslimin berharap kedepan tentu dilakukan kembali setelah Pandemi ini berakhir dan lebih meriah karena ini membentuk kebersamaan dan persatuan diantara para jamaah.

Disaksikan Media ini, Pawai itu melibatkan Majelis Ta’lim, Jamaah Masjid Nurul Hidayah dengan iringan Rabana.

Adapun persembahan yang disiapkan didominasi Buah-buahan juga bunga-bunga yang telah dirias secara baik dan rapi. Ada juga uang sebagai lambang hasil dari mata pencaharian hidup, dimana para Jamaah setempat rata-rata berprofesi sebagai nelayan.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *