Serangan Hama Belalang Meradang, DPRD SBD Minta Bantuan Pemprov NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Kasus serangan hama belalang jenis Kumbara yang menyerang tanaman padi dan jagung pada 5 kecamatan di Sumba Barat Daya (SBD) kini semakin meradang. Terhadap kondisi ini, DPRD SBD khususnya Komisi B mencarikan solusi penanganannya.

Komisi B bersama pimpinan DPRD mendatangi Dinas Pertanian NTT untuk berkonsultasi termasuk meminta bantuan penanganan atas hama ini bukan sesaat tetapi permanen untuk selamanya tidak boleh ada lagi hama belalang.

Ketua Komisi B DPRD SBD, Alexander Mone Kaka, S.Hut yang juga anggota  Fraksi PKB menyampaikan ini saat ditemui di Kupang, Selasa (19/10/2021).

Dijelaskan Alex,  tujuan kehadiran dirinya selaku Ketua Komisi B DPRD Kabupaten SBD bersama anggota ke Dinas teknis dalam rangka konsultasi tentang hama belalang kumbara.

Dimana hama ini sudah menyerang tanaman petani sudah dua bulan lebih terutama di lima kecamatan yakni Wejewa Tengah, Wejewa Timur, Kodi Bangedo, Kodi Balangar dan Wejewa Selatan.

Sekitar  8 desa, kata Alex, kondisinya sangat parah walaupun Pemkab SBD juga sudah berusaha melakukan  penanganan cukup serius.

“Pemkab SBD sangat serius tangani ini tapi belum maksimal.  Makanya kami datang di Dinas Pertanian NTT meminta solusi lain untuk penanganan juga soal pada saat ini (sementara) saja tetapi untuk kedepan agar tidak ada lagi,” kata Alex.

Dirinya berharap manakala ada tim teknis atau obat obatan yang tersedia di Pemprov agar membantu penanganannya. Memang diakui pemkab sudah menangani apalagi ada SK bupati yang memerintahkan dinas teknis untuk penanganannya.

“Memang persoalan utama sekarang pendanaan ditengah pandemi covid-19 yang melanda bukan saja di SBD tetapi secara nasional bahkan dunia sehingga terkena  recofusing anggaran,” ujar Alex.

Ditambahkan Alex, dari hasil koordinasi ada tanggapan baik dari Dinas Pertanian NTT untuk membantu dalam hal anggaran penanganan hama belalang yang dialokasikan pada APBD NTT tahun 2022.

Pada kesempatan ini Wakil Ketua I DPRD SBD,  Samsi Pua Golo juga menyampaikan maksud kehadiran tim Komisi B ke Pemprov NTT.

Dijelaskan politisi PAN ini bahwa selaku pimpinan DPRD SBD bersama Komisi B yang membidangi pertanian, peternakan, dll datang memang terkait penanganan masalah pertanian di SBD.

Terutama pencegahan hama belalang, alsintan yang dibutuhkan, juga irigasi yang sedang rusak juga benih jagung yang mengalami kekurangan sehingga jika masih ada tersedia di provinsi bisa diturunkan ke warga.

“Lahan kami cukup siap tapi kekurangan pada benih jagung. Kami juga sampaikan soal kegagalan jambu mete dimana  mengalami kerusakan karena tanaman ini ditanam tahun 1994-1995 sehingga perlu peremajaan,” ujar Samsi.

Dirinya mengaku kalau dari persoalan yang diajukan mendapat jawaban baik dari Kadis Pertanian NTT terutama merespon kasus  hama belalang sehingga akan disiapkan bantuan obat-obatan.

“Soal bibit jagung juga ada respon baik dan siap dibantu 10.000 HA jagung dari Pemprov NTT karena ini berkaitan dengan program gubernur sehingga kita wajib dukung terutama program tanam jagung panen sapi (TJPS),” kata Samsi.

Mengenai penanganan hama belalang, Samsi menyampaikan Dinas terkait sudah menangani hama belalang. Tapi namanya hama belalang ketika sudah bertelur lalu dibasmi tetapi beberapa minggu kedepannya bertelur lagi.

“Jadi kita kejar dari satu desa ke desa lain. Apalagi sekarang masuk musim tanam dikuatirkan bisa rusak jagung padi dan jagung. Pemda dan dewan sangat peduli terhadap hama ini tapi karena belalang ini  berpindah ikut angin maka  itu yg buat kita kesulitan. Untuk irigasi rusak juga sudah dijawabi nanti Dinas Pertanian dan PUPR akan segera kerjakan lagi sebagai dampak dari bencana banjir beberapa waktu lalu,” tutup Samsi.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *