Milenial di Sikumana Kupang, Kreatif Kembangkan Aneka Minuman Haydrink Berbahan Dasar Kelor

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Pasca Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) aprovinsi NTT berkolaborasi dengan Dapur Kelor Indonesia meluncurkan sebuah brand bernama Haydrink, mendapat sambutan yang luar biasa dari kaum milenial khusus di Kota Kupang.

Salah satunya dilakukan kelompok milenial di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kelompok milenial yang tergabung dalam Booth Haydrink-Sikumana kini telah mengembangkan aneka jenis minuman dengan bahan dasar marungga.

Pemilik Booth Haydrink, Sikumana, Kecamatan Maulafa, Imelda Arkiang kepada wartawan di tempat jualannya, Jumat (24/09/2021) menceriterakan awal mula jatuh hati mengembangkan produk Haydrink ini.

Imelda menuturkan, awalnya dia mendapat informasi dari salah satu pegawai dapur kelor. Kebetulan staf Dapur Kelor ini merupakan pelanggan tetap di salonnya.

Dari percakapan lepas, katanya, staf ini menawarkan untuk mengembangkan produk dari marungga (kelor) ini. Ajakannya disambut baik dan saat mulai memperkenalkan soal produk ini di Dekranasda dirinya belum berkesempatan hadir.

“Waktu mau pertemuan pertama di Dekranasda saya tidak hadir sehingga saya ikut wawancara di Dapur Kelor,” katanya.

Sejak itu, kata Imelda, mulai ikut kegiatan di dekranasda mengikuti pelatihan cara membuat minuman hydrink diikuti dengan usulan membuka buku rekening di BRI. Kegiatan pelatihan rutin dilakukan mulai dari produksi sampai pada teknik penjualan dengan posting di medsos termasuk penjualan sistem market.

Secara pribadi, Imelda dalam memasarkan produk yang dihasilkan dengan membuka istagram khusus hydrink Sikumana sehingga bisa dipublikasikan secara luas.

Imelda sangat senang karena kegiatan ini sangat berguna selain bisa menghasilkan uang juga membantu para warga dalam hal menjaga kesehatan.

“Seperti kita tahu bahwa saat ini jenis minuman itu cita rasa pemanis tinggi. Kalau produk hydrink ini minuman bahan kelor dan sangat bermanfaat buat kesehatan tubuh. Saya ajak generasi milenial bisa berkembang dengan menggeluti kegiatan ini jadi bukan saja ada di Kota Kupang tetapi di kabupaten lain di NTT dalam bentuk wirausaha mandiri,” harap Imelda.

Ditanya soal harga jual produk yang dihasilkan, Imelda menuturkan harga dasar dari Dapur Kelor per cup Rp 18.000 untuk pemesanan lewat grab ditambah ongkos transportasi sehingga dipatok harga Rp 20.000.

“Jenis produk yang kami hasilkan yakni Lamoringga, Fisu, Oereo, Ubi ungu, strowberry, morina original rasa marungga. Semua berbahan dasar marungga yang kami peroleh dari Dapur Kelor, dan untuk penjualan di patok 10 cup perhari’ pungkasnya.

Untuk diketahui, Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi NTT berkolaborasi dengan Dapur Kelor Indonesia meluncurkan sebuah brand bernama Haydrink yang merupakan franchise atau warlaba berbasis Kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara dengan mengusung konsep Minuman Kelor dengan berbagai cita rasa yang sangat cocok dengan kalangan Milenial saat ini.

Peluncuran Haydrink ini telah melalui beberapa proses sejak awal inisiasi hingga saat ini dimana tim Dekranasda NTT dan Dapur Kelor Indonesia bersama-sama melakukan penjaringan peserta, pelatihan berkolaborasi dengan pihak Bank BRI, Grab dan pelatihan untuk meracik minuman Haydrink.

Peserta yang mengikuti Program Haydrink ini adalah kaum Milenial di Kota Kupang. Untuk mengikuti progam ini, peserta hanya perlu melampirkan KTP, foto lokasi penjualan beserta beberapa persyaratan untuk pembukaan tabungan di Bank BRI serta pembayaran dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai.

Program ini juga berkolaborasi dengan Jasa Transportasi Online Grab yang memiliki fitur GrabFood sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemesanan produk dari mana saja.

Tujuan dari program Haydrink ini adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha.

Selain untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berusaha, tujuan program ini juga adalah pengembangan Kelor NTT yang menurut penelitian merupaka Kelor terbaik nomor 2 di dunia setelah Kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol.

Kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus untuk bagi tubuh terutama di saat pandemi seperti sekarang dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit.

Booth Haydrink tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Kupang dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan di daerah lain di NTT Untuk saat ini Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan sebagai Pilot Project.

Untuk selanjutnya dapat dikembangkan di seluruh wilayah NTT mengingat NTT memiliki potensi kelor yang berlimpah serta sudah ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di wilayah Belu dan Malaka.

Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Dekranasda Provinsi NTT mengatakan sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT mendukung penuh Program Bapak Gubernur NTT untuk mengembangkan Kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan dari NTT demi mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera.

NTT dengan 3.026 desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat jika dikembangkan dengan baik.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *