Mentan RI Optimis Manajemen yang Baik, Pertanian Tidak akan Turbulensi dan Tetap Berjaya

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Mengingat pentingnya peran Petani Milenial dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi sejumlah Petani Milenial dan Petani Andalan di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Pengukuhan Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 6 Agustus 2021 lalu.

Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Milenial dan Petani Andalan dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta kreatifitas petani milenial dalam melakukan manajemen yang baik dalam kegiatan berwirausaha dengan komoditas andalannya masing-masing.

Dukungan Kementerian Pertanian dalam memajukan wirausaha setiap petani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi topik bahasan dalam pelatihan yang dikemas secara Blended Learning ini.

Dalam kegiatan Soft Opening Pelatihan Kewirausahaan Pertanian Bagi Petani Milenial yang di gelar pada tanggal 7 September 2021, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya peran petani milenial sebagai individu yang berkemauan tinggi untuk melakukan inovasi-inovasi dalam menghadapi segala tantangan di sektor pertanian.

Kemauan untuk melakukan perubahan dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian menjadi modal utama dalam mewujudkan keberhasilan usaha pertanian.

Oleh individu yang berintelektual, potensi alam dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat karena dengan manajemen yang baik dan benar, pertanian tak akan ingkar janji.

Menurut Mentan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan besar bagi masyarakat namun pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak mengalami turbulensi dan tetap berjaya.

Karena potensi alam yang sangat menjanjikan sehingga dibutuhkan kreatifitas setiap petani milenial untuk melakukan pengelolaan sektor pertanian secara maksimal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan dengan kegiatan ini DPM dan DPA bersama bersinergi melakukan resonansi membangitkan kekuatan petani muda secara nasional di seluruh pelosok tanah air.

Kegiatan ini menghadirkan materi pelatihan yang diarahkan untuk membentuk petani milenial dan petani andalan yang mampu berwirausaha dengan baik.

Materi pelatihannya juga terkait bisnis, pemasaran, pengolahan dan nilai tambah serta akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerjasama dengan Bank HIMBARA.

Jaringan Petani Milenial dan Petani Andalan mulai digerakkkan di 11 provinsi dan 33 kabupaten masing-masing sudah terdaftar lebih dari 2000 orang petani milenial.

” Bersama dengan itu kita bangun jaringan pertanian nasional, dan sudah terdaftar 10.470 petani milenial dalam jaringan tersebut,” katanya.

Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang menjadi salah satu UPT Pelatihan yang menjadi penyelenggara Pelatihan Kewirausahaan Pertanian bagi Petani Milenial dan Petani Andalan bagi peserta di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan Pembukaan secara langsung oleh Menteri Pertanian Indonesia diikuti secara virtual oleh Peserta asal NTT dari Kantor BBPP Kupang.

Metode Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan secara Blended Learning dengan memadukan pelatihan secara online dan offline. Seluruh materi pelatihan juga telah tersedia dan dapat diakses pada Learning Management System (LMS) BBPP Kupang.

Sejumlah materi penting untuk mendukung kegiatan wirausaha petani milenial dan petani andalan dihadirkan secara lengkap dalam kegiatan ini.

Seperti materi Kredit Usaha Rakyat yang dibawakan langsung oleh tim dari Bank Mandiri sehingga peserta dapat berdiskusi langsung terkait persyaratan dan tata cara pengajuan dana KUR.

Selain itu materi-materi terkait kewirausahaan seperti Strategi Pemasaran serta Penerapan Konsep Pembiayaan juga dibahas oleh widyasiwara yang berkompeten asal BBPP Kupang.

Peserta juga diajarkan tata cara mengakses LMS BBPP Kupang sehingga seluruh materi pelatihan yang tersedia di dalamnya dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

Luaran kegiatan pelatihan dilihat dari Rencana Tindak Lanjut yang disusun oleh setiap peserta.

Dengan sejumlah materi pelatihan yang telah didapatkan, peserta pelatihan yang merupakan petani milenial dan petani andalan mendapatkan sejumlah masukkan demi pengembangan usahanya masing-masing.

Dimana yang ingin diwujudkan melalui perluasan areal usaha dengan memanfaatkan dana KUR serta pembangunan jaringan petani milenial dan petani andalan untuk meningkatkan produktivitas lahan masing-masing melalui sharing pengalaman dari setiap petani.

Serta meningatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan aktif melakukan pemberdayaan dan melibatkan masyarakat dalam pengembangan usaha komoditas di lahan pertaniannya masing-masing.

Salah satu peserta Pelatihan, Gestianus Sino yang juga merupakan Duta Petani Milenial asal NTT dalam acara penutupan pelatihan yang digelar secara daring menyampaikan manfaat besar yang didapatkan dari pelatihan kewirausahaan.

Yakni berkaitan dengan pengelolaan manajemen yang lebih baik dalam suatu kegiatan wirausaha untuk meningkatkan produktifitas pertumbuhan usaha dan peningkatan keuntungan.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh peserta pelatihan yang merupakan petani milenial dan petani andalan dari berbagai daerah di NTT untuk dapat saling berkoordinasi dan berbagi pengalaman serta saran yang membangun demi kemajuan usaha masing-masing.(ER/Rilis Berita BBPP Kupang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *