Ketua P4S GS Organik di Kupang Berbagi Resep Pengemasan Produk Hortikultura

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Ketua P4S GS Organik di Kupang, Gestianus Sino yang sekaligus sebagai Duta Petani Melenial Kementerian Pertanian Tahun 2020 berkesempatan berbagi pengalaman dan resep dalam hal pengemasan produk holtikultura.

Produk hortikultura mempunyai sifat sangat mudah mengalami kerusakan antara lain akibat adanya proses respirasi dan transpirasi baik saat dipanen atau pascapanen.

Untuk menghambat proses tersebut perlu adanya teknologi untuk mengurangi laju respirasi dan transpirasi yang terjadi pada produk. Salah satu cara untuk menurunkan laju respirasi dan transpirasi adalah melalui pengemasan.

Pengemasan merupakan cara atau perlakuan pengamanan terhadap makanan atau bahan pangan agar makanan atau bahan pangan baik yang belum diolah maupun yang telah mengalami pengolahan dapat sampai ke tangan konsumen dengan baik.

Kemasan sangat mempengaruhi penampilan produk, dapat menjaga keawetan, dan higienitas produk dalam jangka waktu tertentu.

Pengemasan hasil pertanian sangat penting dilakukan guna penyediaan produksi untuk keperluan pasar dan distribusi untuk masing-masingnya diperlukan persyaratan khusus.

Lama penyimpanan, jenis komoditas dan model fasilitas penyimpanan untuk tiap-tiap tingkat beragam menurut fungsi dan kebutuhannya.

Melihat perkembangan dan kemajuan dunia pertanian khususnya pertanian organik dalam hal pengemasan produk yang tentu memiliki sejumlah manfaat.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan minat serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan secara maksimal pertanian organik dari hulu ke hilir.

Terutama masalah pengemasan produk yang akan menambah nilai jual produk organik itu sendiri melalui pelaksanaan pelatihan secara daring bersama denggan tim e-Learning Pusat Pelatihan Pertanian dengan mengambil tema ‘ Pengemasan Produk Hortikultura’ pada Kamis (09/09/2021) bertempat di P4S GS Organik.

Dalam Pelatihan ini yang bertindak sebagai narasumber adalah Ketua P4S GS Organik Gestianus Sino yang sekaligus sebagai Duta Petani Melenial Kementerian Pertanian Tahun 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong petani-petani muda untuk memiliki kreativitas mengelola sektor pertanian sehingga menghasilkan produk siap pakai.

Tidak hanya itu, petani milenial yang agresif dalam dunia pertanian juga akan disupport oleh jajaran pemerintah.

Mentan Yasir menambahkan, Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan akan menjadi role model yang menginspirasi, memotivasi dan menjadi mitra bisnis petani muda lainnya untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan ekspor produk-produk pertanian.

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan DPM/DPA merupakan salah satu program yang diusung Kementan untuk melahirkan pengusaha petani milenial.

Dedi meyakini Kiprah Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan diyakini dapat menjadi pengungkit regenerasi petani yang adaptif teknologi serta mewujudkan target 2.5 juta pengusaha pertanian mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang drh Bambang dalam sambutannya mengatakan, produk pertanian tergolong produk yang tidak bisa bertahan lama sehingga proses pendistribusian dan pemakaian harus cepat.

Produk pertanian tidak tahan lama atau cepat rusak dikarenakan produk pertanian merupakan produk yang melakukan aktifitas kimia seperti transpirasi dan repirasi.

Salah satu metode untuk mengurangi laju respirasi dan transpirasi untuk menunda proses pematangan buah dan sayur agar tidak cepat rusak antar lain yaitu dengan cara modifikasi atmosfer melalui pengemasan.

Pengemasan disebut juga pembungkusan, pewadahan atau pengepakan, memegang peranan penting dalam pengawetan bahan hasil pertanian.

Gesti Sino selaku narasumber mengatakan, Pengemasan Produk Hortikultura Segar dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi pelaku usaha dalam memilih bahan dan model kemasan yang tepat untuk produk hortikultura segar, baik buah maupun sayuran.

Karakteristik produk hortikultura segar Dalam pemilihan teknologi penanganan pascapanennya, maka harus dipahami karakter dan sifat fisiologinya, teknik pengemasan dengan metoda dan jenis bahan pengemas tertentu menjadi hal yang sangat penting dalam penanganan produk hortikultura.

Menurutnya, di P4S GS Organik sebelum menjual produk organik ke konsumen harus melalui banyak tahapan mulai dari proses panen yang dilakukan diatas Pukul18.00 Wita agar sayuran yang di panen tidak terkena cahaya matahari langsung.

Dari panen langsung di cuci, di keringkan setelah di keringkan sayuran dan buah-buahan disortir terlebih dahulu.

Kemudian sayuran dengan kualitas yang bagus akan di kemas menggunakan kemasan fress dan siap di antar ke pelanggan.

Atau di masukkan kedalam coolbox dengan suhu 6ºC sd 10ºC, dan siap di antar ke pelanggan ke esokan harinya. Penjualan produk hortikultura organik melalui toko online GS Organik.id

Pemilihan pengemasan untuk suatu bahan pangan pun harus diberikan perhatian lebih, dibandingkan biasanya. Bahan pengemas yang digunakan haruslah cocok, tidak berbahaya, serta dapat memperpanjang umur simpan.(*/ER/Rilis Berita BBPP Kupang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *