Mentan Syahrul Motivasi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan se- Indonesia

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Kementerian Pertanian lewat BPPSDMP menggelar Soft Launching Pelatihan Kewirausahaan Pertanian Petani Milenial. Kegiatan ini melibatkan seluruh Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan se Indonesia.

Kegiatan yang dilangsungkan secara virtual ini dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang didampingi oleh Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi beserta seluruh jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut Mentan SYL tidak lupa menyapa peserta pelatihan di lokasi pelatihan masing-masing.

Mentan SYL dalam sambutannya menyampaikan bahwa petani milenial harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada, dan seiring berkembangnya teknologi maka diikuti dengan mengubah cara kerja dan metode usaha, khususnya di bidang pertanian.

Menurut Mentan SYL, apabila pelaku usaha pertanian masih menggunakan cara-cara dan metode lama di sektor pertanian maka akan tertinggal.

“Saya kira yang harus kita lakukan adalah adaptasi terhadap tantangan di era kita. Bahwa dunia berubah, paradigma dan tatakelola berubah oleh karena itu orang yang bisa bertahan dan memanfaatkan perubahan itu dengan baik dan mampu beradaptasi dengan perubahan itu maka dialah yang akan unggul ke depan,” ujar SYL.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang tidak pernah mati.

Terbukti dengan sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang positif dan berkontribusi hingga 16,24% terhadap lapangan pekerjaan di kuartal II 2020 dibandingkan sektor lain yang tumbuh negative akibat dari dampak Covid 19.

Salam kesempatan tersebut Mentan terus memotivasi para petani milenial agar memiliki semangat yang kuat dan jiwa pantang menyerah agar dapat menjadi petani milenial yang sukses dan dapat membangun sektor pertanian ke arah yang lebih baik.

Pada kesempatan ini Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi juga menyampaikan bahwa DPM/DPA dibentuk oleh Kementerian Pertanian dengan tujuan meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.

“Intinya segala usaha dan upaya yang dilakukan harus diselesaikan dengan keberanian, selain itu teknologi dan strategi harus digenjot terus, bagaimana inovasi teknologi yang diimplementasikan mampu membuat kalian semua bertahan diterjang badai termasuk disaat pandemi Covid 19 seperti sekarang ini,” pesan Dedi.

Ditegaskan Dedi bahwa Pertanian harus tetap berdiri tegak dan sudah terbukti bahwa satu-satunya sektor yang masih bertahan kuat adalah pertanian, disebabkan karena siapa? Tidak lain adalah karena petani termasuk di dalamnya petani milenial.

Pada kegiatan ini, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang beserta DPA dan DPM yang berasal dari Kabupaten Alor, Lembata, Sikka, Nagekeo, Manggarai Timur Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 21 orang mengikuti kegiatan soft launching dengan penuh semangat. Arahan Menteri Pertanian menjadi pemacu semangat bagi para DPA dan DPM.

Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menteri Pertanian terkait Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan Pembangunan Pertanian maka BBPP Kupang akan menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Muda secara offline tanggal 6- 8 September 2021 sedangkan secara online tanggal 10 – 13 September 2021.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas SDM Pertanian sehingga dapat membawa pertanian ke arah yang lebih baik.

Ditemui disela-sela kegiatan ini, Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto, MM mengatakan bahwa Pihaknya siap bekerja untuk mendorong pertanian yang maju, mandiri dan modern diperadaban baru era 4.0.

“Saya mengajak petani agar dapat bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan pertanian Indonesia dan harapan saya DPA dan DPM dapat terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri, jangan cepat puas namun harus terus berinovasi,” pungkas Bambang.(*/ER/Rilis Berita BBPP Kupang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *