Kursi Ketua Tanfidziyah NU NTT di Pegang Pua Monto Umbu Nay dan Ali Rosyidi sebagai Rois Syuriah periode 2021-2026

 

 

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Pelaksanaan Konferwil ke X NU NTT yang dilaksanakan sejak tanggal 3-5 September 2021 berakhir dengan pemilihan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) masa bakti 2021-2026. Forum Konferwil yang melibatkan Pengurus Cabang NU dari 22 Kota/kabupaten se-NTT ini mayoritas mendukung KH Drs Pua Monto Umbu Nay sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih dan KH Ali Rosyidi Khasbullah sebagai Rois Syuriah terpilih periode 2021-2026.

Baik Ketua Tanfidziyah terpilih maupun Rois Syuriah terpilih pada puncak pelaksanaan Konferwil mengajak semua warga NU di NTT untuk bersama bergandengan tangan membesarkan NU. Segala perbedaan pendapat yang merupakan dinamika selama Konferwil harus diakhiri untuk kemajuan NU di NTT kedepan.

KH Ali Rosyidi Khasbullah sebagai Rois Syuriah terpilih periode 2021-2026 dalam sambutannya pada penutupan Konferwil PWNU NTT di Asrama Haji Oebufu-Kupang, Sabtu (4/9/2021) menyampaikan beberapa hal buat pengurus masa bakti 2021-2026 nanti.

Menurutnya, pada pelaksanaan Konferwil ini dilalui dengan dinamika yang menguras tenaga, waktu dan pikiran demi kemaslahatan bersama dan Alhamdulillah menghasilkan sesuatu untuk kepentingan NU kedepan.

Seluruh proses yang dilaksanakan ini, katanya berjalan sukses berkat doa dan dukungan semua baik itu senior maupun pengurus sebelumnya yang dipimpin KH Dr. Jamal Ahmad dan jajarannya.

“Kita bersyukur telah menghasilkan ketua terpilih yang akan memimpin PWNU NTT lima tahun kedepan. Insya Allah kita semua punya satu tujuan dan satu langkah kedepan kita harus bisa betul-betul mau buat NU NTT semakin berkembang seturut apa yang telah dibangun oleh KH Jamal Ahmad,” ujar Ali.

Dikatakan Ali, para pendahulu tentu sudah punya jasa dalam membesarkan NU di NTT. Kedepan tentu semua warga NU harus bersama-sama memikirkan bagaimana kita bisa membesarkan NU ini ke depan.

“Saya akan dukung dan saya akan dampingi ketua tanfidziyah terpilih. Moga-moga beliau bisa menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan fungsinya sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Ali.

Tentunya, lanjut Ali, dalam Menjalankan proses kepemimpinan kedepan tidak bisa hanya ketua tanfidziyah saja berjalan sendiri. Seluruh pengurus yang nanti akan dibahas melalui tim formatur Insya Allah nanti bersama para guru dan senior NU berjalan beriringan membesarkan NU di NTT.

“Kita bersama-sama berjuang bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan beliau yang mungkin yang sudah terselesaikan maupun yang belum terselesaikan dan insya Allah masa periode 5 tahun yang akan datang 2021-2026 Kantor Sekretariat NU yang baru bisa terselesaikan,” tandas Ali.

Dia berharap kedepan NU ini berkembang maju di NTT dengan satu keyakinan NU tumbuh secara bermartabat. Semua warga NU harus bersama merawat dengan hati yang tulus.

Ketua Tanfidziyah terpilih 2021-2026 KH Pua Monto Umbu Nay pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan mayoritas PCNU Kabupaten/kota kepadanya melalui forum Konferwil.

Dirinya menilai dalam membangun NU ini semua punya andil, punya kontribusi cuma tempatnya yang berbeda dan mungkin waktunya yang silih berganti sejalan dengan peran yang berbeda-beda.

Pua Monto pada momen ini mengangkat kembali apa yang disampaikan Sekjen PB NU setidaknya ada tiga Pesan yang mungkin kedepannya bersinergi. Amanah ini tentunya tidak ringan.

Apa yang disampaikan Sekjen bahwa di NU itu punya dua amanah yang pertama Diniyah (amanah keagamaan) dan yang kedua adalah Wathoniyah (amanah kebangsaan).

Tujuan dibentuknya NU ini kalau kita kembali membuka apa yang diwariskan ulama, maka akan menemukan tujuan didirikan NU ini adalah untuk merawat melestarikan, mengamalkan kemudian menciptakan dalam membangun martabat manusia.

“Itu menjadi tujuan dari didirikannya Nahdlatul Ulama sehingga kita tidak melenceng dari tujuan itu. Amanah Wathoniyah adalah merawat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan itu sudah menjadi harga mati tidak bisa ditawar-tawar. Ini amanah yang cukup berat sehingga pesan Sekjen bagaimana kita menjaga Ukhuwah,” tandasnya.

 

Menurut Pua Monto, dalam Konferwil ada dinamika itu memang sudah seperti itu tapi semua harus saling memaafkan satu sama lain. Karena tidak ada manusia yang sempurna seperti ditekankan Gubernur NTT pada pembukaan kegiatan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

Oleh karenanya dirinya mengajak semua warga NU untuk merawat 3 Ukhuwah sebagaimana ditegaskan gubernur yakni Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah termasuk Ukhuwah Nahdliyah.

Dirinya menambahkan, apapun yang kita buat nanti kedepan tentu berdasar pada ketentuan dan kebijakan harus berorientasi kepada kemaslahatan umat dan tidak berpihak kepada kepentingan kita secara pribadi atau golongan.

Kepada semua yang sudah mendukungnya dan memilihnya secara langsung dalam forum ini maupun yang tidak, Pua Monto mengajak untuk semua bersinergi karena siapapun pasti punya kekurangan.

“Kita tidak ada yang sempurna dan jika dalam perjalanan nanti ada hal-hal yang kurang, ada hal-hal yang dicurigai oleh siapa saja di antara kita semua soal apa yang kami peroleh karena kedudukan kami sebagai ketua di PBNU tolong kami dikoreksi,” pinta Pua Monto.

Dirinya juga secara terbuka menyatakan sikap untuk memimpin PWNU NTT cukup satu periode saja sampai 2026. Tugasnya nanti menyiapkan kader untuk siap memimpin NU NTT pada periode yang berikutnya.

” Insya Allah di forum ini saya berjanji saya cukup satu periode saja dan kita berikan kesempatan nanti untuk kader yang berikutnya untuk memimpin NU NTT.
Mari kita besarkan NU di Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga kita tidak dianggap sebelah mata oleh daerah yang lain. Kita rubah mindset agar kita juga bisa dipandang wilayah-wilayah lain di Indonesia,” pungkas Pua Monto.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *