Putra NTT Diundang ke Istana Negara Bertemu Presiden Jokowi

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Salah satu putra Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Dosen Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang sekaligus pengamat ekonomi, Dr. Frits Fanggidae mendapat kepercayaan mengikuti pertemuan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (30/8/2021) siang di Istana Negara Jakarta.

Dr. Frits Fanggidae dalam jumpa pers di dampingi pengurus Nasdem NTT Boby Fanggidae, Alex Ena dan Yusak Meok, di kantor Nasdem NTT (01/9/2021) menjelaskan, pertemuan dengan Presiden Jokowi ini selain dirinya juga bersama 6 tokoh Agama, 4 tokoh pendidikan dan 2 tokoh masyarakat.

Menurut Dr. Frits, pertemuan yang membahas beberapa poin penting tersebut dihadirinya setelah mendapat rekomendasi dari Julie Sutrisno Laiskodat, yang mana Ia diminta sebagai tokoh masyarakat non politis untuk menghadiri pertemuan di Istana Merdeka.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) dan masih ada beberapa tokoh lainnya.

Ditambahkannya, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab).

Adapun hal yang dibicarakan pada pertemuan tersebut membahas hal yang paling utama berkaitan dengan akselerasi vaksinasi yang akan dilaksanakan berkaitan dengan penerapan PPKM.

“Kami diskusi soal penanganan covid-19. Presiden menyampaikan perkembangan covid-19 dan penanganan melalui PPKM. Nanti September hingga Oktober akan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi,” ungkap Dr. Frits.

Dikatakannya, Presiden juga meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk tidak menumpuk vaksin di gudang, tetapi harus memaksimalkan vaksinasi covid-19 di daerah masing-masing.

Vaksin yang sampai ke daerah harus segera ditindaklanjuti, jika habis maka akan dikirim lagi dari pusat.

Dalam pertemuan tersebut, dikatakan Frits, Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada Gubernur NTT terkait percepatan vaksinasi di daerah. Hal ini juga sudah disampaikan langsung kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Presiden Jokowi meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur NTT segera mempercepat proses vaksinisasi, karena pada bulan September vaksin yang masuk ke Indonesia sebanyak 70 juta vaksin dan bulan Oktober sebanyak 80 juta vaksin,” ujarnya.

Menurut Frits, jika Pemda ingin mempercepat segala proses vaksinasi, maka pemerintah harus mampu bekerja sama serta bersinergi dengan semua komponen yang ada di daerah, baik itu tokoh Agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan juga masyarakat.

“Gubernur NTT juga akan mewacanakan dengan menyebar luaskan dan mengajak masyarakat dengan memasang poster dan baliho, kita kampanyekan dimana-mana “Vaksin untuk sehat dan sejahtera”, pungkas
Frits.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *