Widyaiswara BBPP Kupang Bagikan Ilmu Pengolahan Pasta Tomat Sederhana

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Usaha peningkatan produktivitas pertanian demi terwujudnya peningkatan kesejahteraan petani dalam negeri terus dilakukan. Pengelolaan sektor pertanian dimulai dari persiapan lahan, penggunaan bibit unggul, pengawasan organisme pengganggu tanaman serta penggunaan pupuk secara berimbang menjadi beberapa fokus utama yang dikolaborasikan demi tercapainya peningkatan produtivitas dan kualitas produk pertanian yang dihasilkan.

Tidak berhenti disitu saja, perlakukan produk pasca panen serta pengolahan dan pengemasan produk secara menarik juga menjadi faktor lain yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Pengolahan pasca panen suatu produk pertanian dilakukan untuk berbagai tujuan diantaranya adalah untuk mempertahankan kualitas suatu produk tetap berada dalam kondisi yang baik, meningkatkan masa simpan serta merubah bentuk suatu produk mentah menjadi produk olahan yang lebih praktis untuk dikonsumsi namun memiliki harga jual yang lebih tinggi.

Di era yang semakin modern preferensi masyarakat dalam memilih produk pangan didasarkan pada kemudahan produk tersebut untuk di peroleh dan diolah namun tetap memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh sehingga inovasi-inovasi pengolahan pasca panen produk pertanian baik sayuran, buah-buahan, maupun produk asal hewani seperti susu, telur dan daging harus terus dilakukan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Indonesia, Ir. Syahrul Yasin Limpo yang dalam beberapa kesempatan sering menyampaikan bahwa sektor pertanian Indonesia tidak saja fokus pada peningkatan produksi pangan.

Namun juga peningkatan kualitas produk pertanian sehingga mampu bersaing dengan produk dari luar wilayah Indonesia.

Dengan didukung oleh teknik pengolahan produk dengan baik dan benar serta metode pemasaran yang tepat tingkat ekspor produk pertanian ke luar negeri tentu akan mengalami peningkatan dan berimbas baik kepada kesejahteraan petani dan ekonomi nasional secara umum.

Pesan senada juga selalu diserukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Dalam beberapa kesempatan beliau sampaikan bahwa SDM Pertanian memegang peran penting dalam melakukan inovasi-inovasi terhdapa pengolahan produk pertanian paca panen sehingga kualiats produk dapat terus dipertahankan.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan di bawah BPPSDMP terus memaksimalkan perannya ditengah masyarakat dalam hal peningkatan SDM Pertanian.

Baik melalui pelatihan kepada penyuluh dan petani maupun pendampingan terhadap P4S dan kelompok tani dalam melakukan pengelolaan lahan dan produk pertanian di Nusa Tenggara Timur sebagai perwujudan dari program READSI yang inisiasi oleh BPPSDMP Kementerian Pertanian demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Salah satu divisi yang selalu menawarkan inovasi-inovasi sederhana kepada masyarakat adalah divisi pengolahan hasil pertanian yang dikomandani oleh widyaiswara ahli asal BBPP Kupang sekaligus fasilitator dalam program READSI di NTT Ir. Wiwiek Yuniarti Costa yang kiprahnya dalam bidang pengolahan hasil pertanian sudah tidak diragukan lagi.

Beliau menghadirkan inovasi-inovasi pengolahan hasil pertanian pasca panen yang disesuaikan dengan potensi sumer daya alam yang ada di NTT.

Setelah sejumlah inovasi produk olahan memanfaatkan tanaman kelor sebagai tanaman dengan segudang manfaat, beliau hadirkan lagi inovasi pengolahan pasta tomat organik sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

Mengingat tanama tomat merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup mudah untuk dikembangkan.

Dengan memanfaatkan peralatan yang sederhana, pasta tomat organik dengan nilai gizi yang tinggi tanpa bahan pengawet sudah dapat dihasilkan.

Ilmu yang sangat baik ini telah beliau bagikan dalam beberapa kegiatan pendampingan dan pelatihan di P4S dan Kelompok Tani.

Dalam materinya tidak saja dijelaskan tentang teknik pengolahan namun juga metode pengemasan menggunakan kemasan yang menarik dan penambahan label informasi gizi sehingga kemasan lebih informatif dan menarik minat pembeli.

Dengan menghadirkan inovasi-inovasi pengolahan produk pertanian secara sederhana ini beliau mangharapkan adanya peningkatan kreatifitas masyarakat dalam melihat potensi lahan dan produk pertanian yang dimiliki meskipun dalam skala kecil untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Apalagi didukung dengan program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan korporasi petani, pengolahan pasca panen produk pertanian menjadi salah satu pilihan yang tentu sangan baik untuk terus didorong pelaksanaannya di kelompok-kelompok tani.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *