BBPP Kupang Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian Jadi Pakan Ternak

BBPP Kupang Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian Jadi Pakan Ternak.

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Pakan merupakan salah satu faktor terpenting, dalam usaha peternakan. Keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh kondisi pakan yang diberikan kepada ternak.  Pakan yang diberikan harus diperhatikan mutunya karena secara langsung berkorelasi dengan performan ternak.  

Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dengan kualitas yang baik,, yaitu dengan memanfaatkan limbah pertanian. Berbagai hasil ikutan pertanian dapat dijadikan sebagai sumber bahan pakan baru baik untuk ternak ruminansia maupun ternak unggas.

Dalam rilis berita Humas BBPP Kupang yang diterima Media ini, Sabtu (26/6/2021) dituliskan bahwa Menteri Pertanian Indonesia Dr. H. Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si dalam berbagai kesempatan selalu meminta para pejabat yang membidangi fungsi peternakan menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam memenuhi kebutuhan sapi dan pangan hewani di Indonesia.

“Untuk pemenuhan pangan hewani dalam negeri, semua harus di-PAKSAKAN, yaitu singkatan dari Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen Atas dasar Negeri,” kata Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kemetan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa seluruh limbah hasil pertanian harus dimanfaatkan menjadi inovasi yang menghasilkan “duit”.

Hal ini disampaikan saat  Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan Pertanian Tahun 2021 di Hotel Horisan Ciawi, Jawa Barat pada Rabu 13 Januari 2021.

Ditambahkannya bahwa tujuan akhir program utama Kementrian Pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tanaman padi, setelah digiling berasnya, limbahnya bisa menghasilkan dedak, menghasilkan sekam apabila dikelola dengan benar akan menghasilkan DUIT,” ungkapnya.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu balai pelatihan di bawah BPPSDMP terus memaksimalkan fungsinya di tengah keberadaanya terlebih bagi masyarakat NTT dengan terus melaksanakan pelatihan-pelatihan.

Pelatihan ditujukan baik bagi penyuluh maupun petani demi pengembangan SDM pertanian dan peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pengelolaan lahan pertaniannya masing-masing.

Pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Pakan Ternak sebanyak 2 angkatan di gelar di BBPP Kupang dengan peserta berasal dari Kabupaten TTS dan kabupaten TTU sebanyak 60 orang.

Menghadirkan widyaiswara yang berkompeten sebagai fasilitator, pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Pakan Ternak di BBPP Kupang ini dilaksanakan selama 3 hari.

Kegiatan Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto, MM pada Kamis, 24 Juni 2021.

Dalam sambutannya, Kepala BBPP Kupang menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan Pelatihan Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Pakan Ternak meskipun ditengah wabah Covid 19 saat ini.

Terlaksananya kegiatan ini juga tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Pembangunan pertanian sangat penting dimana penduduk Indonesia bahkan penduduk dunia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, dengan meningkatnya jumlah penduduk maka akan terjadi peningkatan kebutuhan pangan,” ungkap Bambang.

Ditambahkannya bahwa kenyataan di lapangan kondisi lahan semakin menyempit dan diperparah dengan iklim yang semakin tidak menentu sehingga tidak mudah untuk diprediksi. Salah satu contohnya, yaitu pada bulan April 2021 sebagian besar wilayah di NTT terdampak badai seroja..

“Dengan kondisi yang demikian artinya dunia pertanian mengalami tantangan yang semakin kompleks. Disatu sisi kita terus dituntut untuk berkarya dan menghasilkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan namun disisi lain kita dihadapkan dengan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi dan luas lahan yang semakin menyempit,” pungkasnya.

Adapun proses pelatihan dan pembelajaran seperti yang dilakukan BBPP Kupang sangat dibutuhkan di dunia pertanian dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kapasitas, keterampilan, dan produktivitas.

Cara untuk meningkatkan produktivitas adalah SDMnya harus mempunyai kemampuan yang unggul, pengetahuan yang luas, keterampilan yang lebih sehingga akan mampu meningkatkan produktivitas dan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.

Laporan Reporter : Amperawati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *