Tamat Latihan Dasar, Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani di Lapangan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Demi terwujudnya tujuan-tujuan pembangunan pertanian Indonesia, peran Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan hal paling esensial yang harus terus dimaksimalkan manfaatnya ditengah-tengah masyarakat khususnya petani.

Memiliki peran utama sebagai pendamping yang membantu petani dalam melakukan pengolahan lahan pertanian secara langsung dilapangan, PPL dituntut untuk mampu memberikan ide atau gagasan yang cemerlang bagi petani serta mampu menjadi pemecah permasahan yang dialami oleh petani di lapangan.

Dalam rilis berita BBPP Kupang yang dikirim ke Media ini, Sabtu (12/6/2021) disebutkan bahwa
secara garis besar tugas utama PPL adalah berperan sebagai inisiator.

Dimana selalu mengemukakan ide atau gagasan baru, sebagai fasilitator dan motivator serta sebagai penghubung baik antara pemerintah dengan masyarakat maupun penghubung antara peneliti dengan masyarakat.

PPL juga berperan penting sebagai penganalisa yang handal untuk membantu masyarakat memecahkan permasalahn yang dialami berkaitan dengan proses produksi produk-produk pertanian di lapangan.

Mengingat pentingnya peran PPL dalam mendukung tujuan pembangunan pertanian Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian setiap penyuluh.

Ini bermaksud mendukung tugas dan fungsinya di tengah masyarakat dan mendorong setiap PPL untuk dapat berinovasi dalam kegiatan penyuluhan dilapangan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk memudahkan pekerjaan petani di lapangan.

Menteri Pertanian Indonesia DR. H. Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan peran penting Penyuluh Pertanian di lapangan dalam membantu Petani sehingga kualitas SDM setiap penyuluh harus terus diasah agar terus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

“Jika penyuluh bisa bekerja secara optimal, nantinya akan memberikan hasil berupa peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan kualitas dan kontinuitas produksi, usaha tani yang berorientasi bisnis, serta penguatan kelembagaan petani menjadi kelembagaan ekonomi menuju koorporasi berbasis kawasan,” ujarnya.

Pesan serupa juga selalu disampaikan oleh Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr terkait pentingnya peningkatan kualitas SDM Pertanian penyuluh mengingat peran penting Penyuluh Pertanian dalam mendampingi petani dalam menjaga stabilitas produk pertanian serta memberikan solusi yang terbaik bagi permasalahan yang dialami oleh petani di lapangan.

“SDM pertanian merupakan faktor utama dalam mendukung peningkatan produksi karena dari hasil penelitian, kontribusinya mencapai 50% terhadap peningkatan produktivitas. Sedangkan hasil inovasi teknologi dan sarana produksi kontribusinya sebesar 25 persen,” katanya.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur juga turut serta memaksimalkan perannya dalam peningkatan kualitas SDM Pertanian bagi setiap penyuluh dengan melaksanakan Pelatihan Dasar Bagi Fungsional Penyuluh Pertanian yang ada di NTT.

Hal ini ditunjukan dengan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tanggal 24 Mei 2021 yang diisi dengan penyampaian berbagai materi penting oleh sejumlah widyaiswara asal BBPP Kupang yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

PPL juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa titik Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) disekitar wilayah BBPP Kupang. pelatihan dilaksanakan selama 21 hari dan diikuti oleh 30 orang peserta aparatur dari beberapa wilayah di NTT.

Dalam acara penutupan pelatihan yang digelar di BBPP Kupang, turut hadir secara daring Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc mengingatkan betapa pentingnya peran BPP dan PPL dilapangan sehingga diharapkan semua ilmu yang telah didapatkan dapat menjadi modal besar untuk menjawab permasalahn-permasalahan yang dialami oleh petani di lapangan.

“Setiap penyuluh yang telah mengikuti pelatihan ini diwajibkan untuk melakukan pengawalan dan pendampingan secara serius terhadap petani dilapangan terlebih dengan kondisi NTT yang memiliki lahan kering. Penyuluh harus terus meningkatkan kapasitas SDM nya sehingga dapat melahirkan gagasan-gagasan cemerlang sebagai jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Petani,’ ujarnya.

Kepala BBPP Kupang, drh Bambang Haryanto, MM dalam sambutannya menekankan kembali kepada setiap PPL yang dilatih untuk memaksimalkan 5 fungsi BPP terlebih dalam fungsi sebagai pusat data yang dalam pengelolaanya setiap PPL harus mampu memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi yang telah tersedia di setiap BPP karena data yan akurat sangat dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *