Diklat Tuntas Dilaksanakan, 30 Pemuda Tani Calon Magang asal NTT ke Jepang Siap Berjibaku

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc saat menutup kegiatan diklat secara virtual  bagi pemuda tani calon magang  ke Jepang, Sabtu (12/6/2021).

KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu balai pelatihan di bawah BPPSDMP telah melaksanakan program pelatihan bagi 30 pemuda tani yang sudah dimulai sejak Maret 2021. Para pemuda/i yang merupakan hasil penjaringan diseluruh wilayah NTT itu siap berjibaku (bertugas) karena telah mendapat bekal ilmu pengetahuan selama kurun waktu 75 hari di BBPP Kupang.

Seperti diketahui bahwa Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan kegiatan Magang Pemuda Petani bagi pemuda Indonesia yang akan diberikan kesempatan bekerja sekaligus belajar tata kelola pertanian yang maju, mandiri dan modern di Negara Jepang.

Dalam rilis berita BBPP Kupang yang dikirim ke Media ini, Sabtu (12/6/2021), pendidikan dan pelatihan (Diklat) di BBPP Kupang secara resmi telah ditutup setelah 75 hari para pemuda tani calon magang Jepang digembleng.

Sebanyak 30 peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pemuda-pemudi yang terpilih melalui seleksi ketat yang dilaksanakan oleh BBPP Kupang di berbagai daerah di NTT.

Pelatihan yang dimulai sejak tanggal 13 Maret 2021 ini berhasil dilaksanakan atas dukungan dan kontribusi nyata dari berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah serta fasilitator dan panitia yang sangat berdedikasi dalam memberikan pembelajaran dan pelatihan bagi peserta.

Adapun tujuan dari diklat ini yakni untuk meningkatkan kompetensi peserta baik di bidang pertanian maupun dalam keterampilan berbahasa Jepang serta pemahaman peserta terkait budaya Jepang sebagai negara tujuan magang. Karena peserta yang akan diberangkatka akan menjadi representatif negara Indonesia dimata dunia.

Pelatihan ini juga dilaksanakan mengingat pentingnya peran pemuda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

Dengan terlibatnya pemuda dalam pertanian Indonesia, regenerasi petani dengan pemuda yang melek teknologi tentu akan menciptakan modernisasi pertanian yang dalam pelaksanaannya memanfaatkan secara maksimal perkembangan teknologi yang ada demi peningkatan kualitas dan produktifvitas sektor pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian Indonesia DR. H. Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si mengatakan bahwa Kementerian Pertanian terus berupaya mendukung regenerasi petani Indonesia dengan petani-petani muda yang mampu bersaing secara global salah satu caranya dengan pelaksanaan program magang Jepang.

“Kita membutuhkan petani milenial yang siap bersaing secara global. Untuk itu, kemampuan tenaga tani harus disiapkan, salah satunya melalui program magang,” ujarnya.

Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr juga selalu menyampaikan dukungan penuh BPPSDMP dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian Indonesia yakni terciptanya pertanian yang maju, mandiri dan modern.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, kita harus siapkan petani milenial untuk terjun ke bisnis pertanian, baik level Indonesia maupun di level internasional. Salah satu caranya dengan magang ke Jepang,” katanya.

Hadir secara virtual dalam acara penutupan pelatihan bagi pemuda tani calon magang Jepang, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc.

Beliau berpesan kepada seluruh peserta agar terus berkontribusi aktif dalam pembangunan pertanian Indonesia dengan sejumlah bekal yang telah dimiliki selama mengikuti pelatihan.

Menurutnya, magang ini kesempatan besar untuk belajar di Jepang sebagai Negara yang memiliki tata kelola pertanian sangat baik. Diharapkan dapat menjadi tambahan bekal bagi peserta dalam menjadi pelopor pembangunan pertanian Indonesia dimasa depan.

Kepala BBPP Kupang drh Bambang Haryanto, MM dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak atas terlaksananya pelatihan bagi pemuda tani calon magang Jepang di BBPP Kupang.

Bambang juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat lolos untuk melaksanakan magang di Jepang, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar dan kemudian kembali untuk berkontribusi aktif membangun pertanian Indonesia.

Salah satu perwakilan peserta pelatihan bagi pemuda tani, Kartika Nalle menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu selama pelaksanaan pelatihan.

Dia berjanji akan membuktikan bahwa seluruh peserta yang terpilih dan telah mengikuti pelatihan ini memang layak untuk diberikan kesempatan magang di Jepang dan kedepannya akan mengerahkan seluruh ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk mendukung secara maksimal pembangunan pertanian di Indonesia.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *