BBPP Kupang Bekali Peternak di Sikka Latihan Teknis Ilmu Kesehatan Hewan

BBPP Kupang Bekali Peternak di Sikka Latihan Teknis Ilmu Kesehatan Hewan.

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Usaha peningkatan produktivitas sektor peternakan Indonesia hingga saat ini terus dilakukan demi terwujudnya ketersediaan pangan asal hewan sebagai sumber protein utama masyarakat sekaligus potensi pengembangannya demi peningkatan kesejahteraan peternak.

Guna mendukung program Kementrian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian meneruskan dukungan penuh BPPSDMP terhadap pembangunan pertanian Indonesia melalui pelaksanaan pelatihan teknis terkait kesehatan hewan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Sikka.

Sesuai rilis berita BBPP Kupang yang dikirim ke Media ini, Kamis (10/6/2021) disebutkan bahwa
selain manajemen pemeliharaan, pakan dan perkandangan, manajemen kesehatan ternak juga merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan demi terwujudnya keberhasilan usaha peternakan di Indonesia.

Dengan menjaga kondisi ternak tetap sehat, perkembambiakan ternak dapat berjalan dengan baik sehingga memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan produktivitas sektor peternakan di Indonesia.

Menteri Pertanian Indonesia DR. H. Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si menargetkan peningkatan populasi sapi dan kerbau di Indonesia demi pemenuhan kebutuhan pangan hewani masyarakat serta mengurangi dominasi impor dagin sapi melalui program sapi kerbau andalan negeri (Sikomandan) dengan memanfaatkan secara maksikmal teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan yang dilaksanakan secara massal.

“Salah satu upaya menggenjot dan meningkatkan populasi sapi lokal adalah melalui optimalisasi program inseminasi buatan secara massal yang telah dilakukan dari tahun 2017 hingga kini,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr juga selalu menyampaikan dukungan penuh BPPSDMP dalam mewujudkan tujuan pembangunan pertanian Indonesia salah satunya dilakukan dengan pemberian pelatihan bagi penyuluh maupun peternak sehingga dapat menghasilkan eksekutor pembangunan pertanian yang berkompeten, mandiri dan berdaya saing.

“Jika seluruh ilmu yang dibagikan oleh fasilitator yang berkompeten khususnya dalam hal pengembangan potensi peternakan di Indonesia dapat diaplikasikan dengan baik oleh penyuluh sebaai pendamping dilapangan maupun oleh peternak secara langsung, maka Indonesia di kemudian hari dapat melakuan pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi seluruh rakyat Indonesia secara mandiri,” kata Dedi.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian meneruskan dukungan penuh BPPSDMP terhadap pembangunan pertanian Indonesia melalui pelaksanaan pelatihan teknis terkait kesehatan hewan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Sikka.

Selain sebagai bentuk dukungan pengembangan potensi peternakan di Kabupaten Sikka, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk mengedukasi penyuluh dan peternak tentang pentingnya aspek kesehatan ternak dalam mendukung produktifitas dan keberhasilan suatu usaha peternakan.

Peningkatan kualitas SDM pertanian masyarakat juga menjadi tujuan utama dilaksanakannya pelatihan ini sehingga saat dilapangan, penyuluh dan peternak dapat lebih jeli menganalisis kondisi ternak dalam lingkungan peternakannya masing-masing.

Beberapa topik bahasan yang diangkat antara lain upaya pencegahan penyakit yang dapat menyerang ternak sapi serta jenis-jenis penyakit yang berpotensi menyerang ternak dalam suatu kawasan peternakan dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi peternak karena terjadinya penurunan produktivitas ternak.

Hal lain yang juga menjadi topik bahasan penting dalam pelatihan ini adalah penyakit pada sistem reproduksi yang tentu sangat penting untuk diketahui oleh penyuluh dan peternak mengingat dalam upaya peningkatan produktivitas ternak pemerintah menetapkan program inseminasi buatan secara massal yang keberhasilannya tentu sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan pada sistem reproduksi ternak sapi.

Sub Koordinator Pelatihan aparatur BBPP Kupang Muhammad Awaludin, Spi, M.Si yang hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan teknis dengan tema kesehatan hewan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Kegiatan dilaksankan selama 3 hari sejak tanggal 8 Juni 2021 dengan jumlah peserta aparatur sebanyak 30 orang.

Menghadirkan fasilitator asal BBPP Kupang yang berlatar belakang sebagai dokter hewan yang berkompeten, pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi peserta pelatihan serta masyarakat sekitar secara umum.

“kedepannya BBPP Kupang akan terus melakukan pendampingan dan membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi penyuluh maupun peternak yang ingin melakukan diskusi dan komunikasi baik terkait topik pelatihan yang diajarkan maupun permasalahan-permasalahan lain seputar peternakan dan pertanian yang menjadi kendala di masyarakat,” ujarnya.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *