BBPP Kupang Laksanakan Pelatihan Formulasi Pakan Ternak di Lombok Barat, NTB

BBPP Kupang Laksanakan Pelatihan Formulasi Pakan Ternak di Lombok Barat, NTB

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian bagi Penyuluh maupun Petani dan setiap individu yang berkecimpung dalam dunia pertanian merupakan salah satu misi yang dijalankan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan dibawah BPPSDMP terus memaksimalkan perannya ditengah-tengah masyarakat khususnya di daerah yang menjadi daerah binaan BBPP Kupang.

Upaya BBPP Kupang terus melakukan pelatihan baik bagi aparatur dan non aparatur untuk tercapainya peningkatan kualitas SDM Pertanian sehingga produktivitas produksi pertanian di Indonesia dapat ditingkatkan.

Pelatihan terkait formulasi pakan ternak merupakan salah satu dari banyak judul pelatihan yang dilaksanakan oleh BBPP Kupang di tahun 2021.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat ini dilaksanakan mengingat pentingnya pakan dalam mendukung produktivitas serta metabolisme ternak dengan tujuan untuk peningkatan produktivitas ternak demi pemenuhan kebutuhan bahan pangan asal hewan di Indonesia serta peningkatan kesejahteraan peternak khususnya yang ada di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain dianggap penting karena perannya yang sangat besar dalam mendukung produktivitas ternak, pakan juga menjadi fokus utama dalam sebuah usaha peternakan karena memakan biaya produksi paling besar.

Untuk itu dalam penyusunan formulasi pakan, dibutuhkan perhitungan yang cermat terkait nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak sesuai tujuan pemeliharaanya serta pemanfaatan sumber daya alam lokal dengan nutrisi tinggi untuk ikut dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk menekan biaya produksi.

Untuk melakukan formulasi pakan yang baik dengan kandungan gizi tinggi namun tetap terjangkau dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemui dilingkungan.

SDM Pertanian masyarakat merupakan hal utama yang terlebih dahulu harus ditingkatkan kapasitasnya sehinga selanjutnya inovasi-inovasi yang dilakukan dapat dengan mudah diterapkan secara langsung di lapangan.

Menteri Pertanian Indonesia DR. H. Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si, kerap menyampaikan bahwa kementerian pertanian bertanggung jawab dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk mewujudkan seluruh tujuan pembangunan pertanian Indonesia, peningkatan kualitas SDM Pertanian Masyarakat menjadi salah satu fokus Kementan.

“Melalui Peningkatan SDM Pertanian tentu akan mendukung terwujudnya pertanian yang maju, madiri dan modern,” ujarnya.

Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr juga selalu menyampaikan bahwa melalui BPPSDMP, kompetensi dan kapasitas SDM Pertanian bagi masyarakat khususnya petani dan peternak terus ditingkatkan melalui pengadaan pelatihan-pelatihan oleh fasilitator yang berkompeten.

Langkah ini agar masyarakat diharapkan mampu melakukan pengelolaan terhadap lahannya masing-masing secara efisien dan modern memanfaatkan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin mumpuni.

Pelatihan Formulasi Pakan Ternak di Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan sejak tanggal 8 Juni 2021 hingga 10 Juni 2021 dan diikuti oleh 30 orang peserta non aparatur bertempat di aula Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat.

Kepala BBPP Kupang drh Bambang Haryanto, MM yang turut hadir dalam acara pembukaan pelatihan tersebut menyampaikan pentingnya tema pelatihan ini dalam mendukung tujuan pembangunan pertanian Indonesia.

Yakni ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk didalamnya pangan asal ternak sebagai sumber protein.

Dengan melakukan pengelolaan terhadap formulasi pakan secara baik dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang mudah didapatkan, produksi pakan secara mandiri dengan bahan-bahan yang lebih terjangkau tersebut akan secara signifikan menekan biaya produksi menjadi lebih rendah.

Jika hal ini juga didukung dengan prosedur pengelolaan hasil peternakan yang baik tentu peternak akan memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.

“Contoh nyatanya adalah harga jual produk olahan daging sapi seperti sosis, kornet, olahan tulang sapi menjadi tepung tulang serta olahan kulit sapi menjadi berbagai penganan jauh lebih tinggi jika dibandingkan denghan harga jual sapi potong sebagai bahan mentah hasil peternakan sehingga penting bagi setiap orang yang berkecimpung dalam sektor pertanian Indonesia untuk memahami perannya masing-masing dan bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui pertanian,” pungkas Bambang.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *