Tim BBPP Kupang Gelar Pelatihan di Sumtim Soal Pemupukan Berimbang dan Pengendalian OPT

Tim BBPP Kupang saat pembukaan kegiatan pelatihan buat petani di Sumba Timur, Selasa (8/6/2021).

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Konsep pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai ketersediaan unsur hara esensial yang seimbang dan optimum ke dalam tanah. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil pertanian, meningkatkan efisiensi pemupukan, meningkatkan kesuburan dan kelestarian tanah serta menghindari pencemaran lingkungan dan keracunan tanaman.

Terhadap hal ini, Tim Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan di bawah BPPSDMP menggelar pelatihan bagi petani di Sumba Timur (Sumtim) dengan tema : Pemupukan Berimbang dan Pengendalian OPT.

Dalam rilis berita BBPP Kupang yang diterima Media ini, Selasa (8/6/2021) dikatakan bahwa dengan penerapan konsep pemupukan berimbang dilahan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas produk pertanian yang ditanam dilahan tersebut.

Mengingat pentingnya penerapan konsep pemupukan berimbang dalam pengelolaan pertanian di Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan peningkatan kualitas SDM Pertanian masyarakat.

Langkahnya melalui pelaksanaan pelatihan teknis baik bagi penyuluh pertanian lapangan sebagai pendamping petani dilapangan maupun bagi petani agar mampu melakukan penerapan konsep pemupukan berimbang dilahannya masing-masing.

Menteri Pertanian Indonesia Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H senantiasa mengingatkan penyuluh pertanian di Indonesia agar melakukan sosialisasi penggunaan pupuk berimbang kepada petani dan terus melakukan pengawasan ketat terkait alokasi dan pemanfaatan pupuk agar tepat sasaran dan efisien.

“Pupuk merupakan produk strategis bagi pertanian. Produksi dan distribusi harus terus berjalan untuk mendukung pembangunan pertanian. Namun jangan abai pada pemanfaatan pupuk efisien dan tepat guna melalui pemupukan berimbang,” ujarnya.

Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr dalam pembukaan kegiatan Training of Facilitators (Tof) terkait pemupukan berimbang di Jakarta beberapa waktu lalu menyampikan pentingnya penerapan konsep pemupukan berimbang.

Karena pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan mutu produk pertanian serta kelestraian tanah dan optimalisasi unsur hara.

“Pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk, yang sesuai kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tanah subur butuh sedikit pupuk, kalau tanah tandus berarti kebutuhan pupuk lebih banyak” ujar Dedi.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan di bawah BPPSDMP terus melaksanakan tugas dan fungsinya dalam melakukan peningkatan kualitas SDM pertanian masyarakat.

Terkhusus terkait pemahaman masyarakat tentang konsep pemupukan berimbang dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sebagai hal-hal yang penting untuk diperhatikan demi peningkatan produktivitas serta kualitas produk pertanian yang akan dihasilkan.

Pemupukan Berimbang dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi tema pelatihan teknis yang dilaksanakan di Kabupaten Sumba Timur yang mulai dilaksanakan sejak tanggal 8 Juni dan akan berlangsung selama 3 hari dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

Dalam pelatiha ini menghadirkan sejumlah Widyaiswara berkompeten sebagai fasilitator dalam kegiatan pelatihan tersebut, BBPP Kupang berharap masyarakat dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari pelatihan yang dilaksanakan.

Hasil yang diharapkan, setelah dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara langsung di lapangan.

Hadir dalam pembukaan kegiatan pelatihan teknis yang dilaksanakan di BPP Pandawai Kabupaten Sumba Timur, Koordinator Penyelenggara Pelatihan BBPP Kupang, Ir Nambut Maksimus.

Nambut menyampaikan pentingnya penerapan konsep pemupukan berimbang serta Pengendalian OPT demi peningkatan potensi produk pertanian asal Kabupaten Sumba Timur demi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dirinya berharap masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal waktu pelatihan yang berlangsung selama 3 hari tersebut.

“Pelatihan teknis terkait pemupukan berimbang dan Pengendalian OPT ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan BBPP Kupang terhadap pengembangan potensi lahan dan produk pertanian asal Sumba Timur demi terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Sumba Timur serta secara langsung akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat setempat,” Pungkas Nambut.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *