Djainudin Lonek Dipastikan Pimpin Kembali DPW PPP NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Musyawarah Wilayah (Muswil) ke IX PPP NTT yang diikuti pengurus DPW dan 22 DPC Kabupaten/kota secara bulat mempercayakan kembali Djainudin Lonek, S.H,MH memimpin kembali Partai Berlambang Ka’abah ini untuk lima tahun kedepan.

Untuk menyusun kepengurusan dan program kerja, Muswil memilih Formatur yang beranggotakan 5 orang untuk memilih Sekretaris dan Bendahara. Sedangkan program nanti dibahas oleh pengurus terpilih hasil Muswil.

Djainudin Lonek usai pembukaan Muswil yang dibuka Wakil Ketua Umum DPP PPP, Dra  Hj. Ermalena MHS di Hotel Timore, Sabtu (29/5/2021) mengatakan, hampir tidak ada dinamika dalam forum karena 22 DPC Kabupaten/kota bersepakat untuk kembali mengamanati jabatan ketua kepadanya untuk memimpin PPP NTT  masa bakti 2022-2026.

Menurut Lonek, jika menggunakan mekanisme yang lama maka secara aklamasi tetapi dengan berubahnya AD/ART bahwa di forum Muswil memilih formatur.

Unsur formatur, katanya, Ketua Formatur dari DPP dan dirinya  masuk dalam formatur dari DPW  dan lima orang dari unsur DPC. Harapannya jika DPP sudah memutuskan berupa SK DPP secepatnya maka langkah action segera dilakukan di lapangan.

“Kita akan lakukan Muscab se-NTT berdasarkan region dimana wilayah Timor ditentukan dimana, Flores dibagi dua lalu Sumba. Kenapa percepat Muscab karena untuk melakukan perekrutan caleg dengan kriteria tertentu bakal calon pada pileg,” katanya.

Lonek  meminta kepada pimpinan cabang bahwa setiap pemilihan itu dilakukan periodik lima tahun sekali. Tidak hanya memilih ketua atau pergeseran pengurus tapi lebih pada pendalaman, evaluasi program di setiap even musyawarah di wilayah maupun cabang.

“Yang paling penting adalah melakukan kerja-kerja elektoral sehingga mendapat tempat di hati warga. Kalau relasi bathin terjalin baik antara bakal calon dan partai mendapat kepercayaan di hati warga maka tidak terlalu susah mendapatkan kursi,” jelas Lonek.

Dari kerja elektoral, diakui Lonek, dirinya   sudah tiga periode dengan partai yang kemarin orang melihat secara skeptis PPP di DPRD Kota Kupang.

“Tapi di kepemimpinan saya PPP bukan milik Umat Islam tapi milik seluruh rakyat NTT apapun agamanya suku bisa menjadi bagian dari PPP menjadi anggota DPRD atau calon kepala daerah. Sehingga image PPP itu eksklusif milik Islam saja itu salah,” tegas Lonek.

Dia menuturkan bahwa  proses di  PPP yang berdiri tanggal 5 Januari 1973 sampai hari ini, ketika pengurus melakukan evaluasin bahwa dalam kerja-kerja membangun bangsa bukan untuk satu agama. Harapannya di NTT seperti itu di cabang sehingga dalam perekrutan pengurus berdasar kearifan lokal.

“Partai ini milik bersama sehingga semua pengurus harus kerja elektoral dalam menggerakan roda organisasi,” pungkas Lonek.

Sementara  Wakil Ketua DPP PPP,  Dra  Hj. Ermalena MHS mengatakan, Muswil saat ini memilih formatur. Formatur diberikan tugas memilih ketua dan menyusun kepengurusan.

“Ditanya  siapa ketua, dari nama yang beredar nama tunggal yakni Djainudin Lonek sehingga bisa dipastikan jadi ketua. Soal sekretaris tentu formatur yang bahas. Ada unsur  DPP 1 orang, unsur  DPW 1 orang dan  5 dari  DPC,” jelasnya.

Forum Muswil, katanya, mengamanatkan kepada Formatur untuk  bermusyawarah selama 20 hari kerja dan diharapkan secepatnya untuk diselesaikan.

Mengenai target pada Pileg 2024, dirinya mengharapkan ada anggota DPR RI dari PPP asal NTT. Selain itu di  DPRD NTT bisa dapat satu fraksi begitupun di Kabupaten/kota ada yang terwakili.

“Strategi tentu akan dilaksanakan raker sesuai perintah Muswil dimintakan kepada pengurus terpilih untuk membahasnya. Tanggal 5 Juni mulai maka ditargetkan September muscab sudah harus selesai,” harapnya.

Ditanya tentang kepengurusan kaum milenial, Ermalena mengatakan bahwa di DPP ada  pengurus termuda berusia 23 tahun,  di Jawa Barat  termuda 22 tahun sehingga diberikan kesempatan pada generasi muda berpartai berinovasi sesuai dunianya masing-masing.

Kaum milenial diberikan kesempatan dengan disesuaikan kondisi lokal. Juga  30 persen keterwakilan  perempuan karena ada UU lalu 40 persen wajah baru dan harus terdapat generasi muda.

Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP NTT ke IX di Kupang, mengusung Tema  “Merawat Persatuan dengan Pembangunan”. Turut hadir Ketua Panitia Muswil, Nining Salmawati Basalamah, Tokoh PPP NTT, Yahidin Umar, Pengurus DPP asal NTT, Doni Tokan, perwakilan dari DPD Partai Golkar NTT, DPW NasDem NTT, DPD PDIP NTT serta anggota DPRD NTT dari PPP, D. Dama dan pengurus DPC kabupaten/kota se-NTT.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *