BBPP Kupang Gelar Pelatihan Dasar Bagi Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur juga turut serta memaksimalkan perannya dalam peningkatan kualitas SDM Pertanian.

Salah satunya adalah bagi penyuluh dengan melaksanakan Pelatihan Dasar Bagi Fungsional Penyuluh Pertanian ahli yang ada di NTT.

Dalam rilis berita Humas BBPP Kupang yang dikirim ke Media ini, Senin (24/5/2021) disebutkan bahwa
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan ujung tombak pembangunan pertanian saat ini.

Mengingat peran pentingnya yang secara langsung mendampingi petani dan peternak dilapangan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas petani.

Secara garis besar tugas utama PPL adalah berperan sebagai inisiator yang selalu mengemukakan ide atau gagasan baru, sebagai fasilitator dan motivator serta sebagai penghubung baik antara pemerintah dengan masyarakat maupun penghubung antara peneliti dengan masyarakat.

PPL juga berperan penting sebagai penganalisa yang handal untuk membantu masyarakat memecahkan permasalahn yang dialami berkaitan dengan proses produksi produk-produk pertanian di lapangan.

Mengingat peran PPL yang begitu penting dalam mendukung tujuan pembangunan pertanian Indonesia.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian setiap penyuluh.

Hal ini untuk mendukung tugas dan fungsinya di tengah masyarakat dan mendorong setiap PPL untuk dapat berinovasi dalam kegiatan penyuluhan dilapangan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk memudahkan pekerjaan petani di lapangan.

Kegiatan yang dilaksanakan di BBPP Kupang ini dimulai sejak tanggal 24 Mei 2021 dan akan berlangsung hingga 21 hari kedepan dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan perwakilan dari beberapa kabupaten di NTT.

Menteri Pertanian Indonesia DR. H. Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan peran penting Penyuluh Pertanian di lapangan dalam membantu Petani sehingga kualitas SDM setiap penyuluh harus terus diasah agar terus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

“Jika penyuluh bisa bekerja secara optimal, nantinya akan memberikan hasil berupa peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan kualitas dan kontinuitas produksi, usaha tani yang berorientasi bisnis, serta penguatan kelembagaan petani menjadi kelembagaan ekonomi menuju korporasi berbasis kawasan,” ujarnya.

Pesan serupa juga selalu disampaikan oleh Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr terkait pentingnya peningkatan kualitas SDM Pertanian penyuluh.

Mengingat peran penting Penyuluh Pertanian dalam mendampingi petani dalam menjaga stabilitas produk pertanian serta memberikan solusi yang terbaik bagi permasalahan yang dialami oleh petani di lapangan.

“SDM pertanian merupakan faktor utama dalam mendukung peningkatan produksi karena dari hasil penelitian, kontribusinya mencapai 50% terhadap peningkatan produktivitas. Sedangkan hasil inovasi teknologi dan sarana produksi kontribusinya sebesar 25 persen,” katanya.

Kepala BBPP Kupang drh Bambang Haryanto, MM yang hadir dalam pembukaan kegiatan pelatihan di Aula Utama BBPP Kupang, Senin( 24/5/2021) menekankan kembali peran penting peningkatan SDM Pertanian baik bagi PPL maupun bagi petani dalam mendukung percepatan pembangunan pertanian.

Lebih lanjut dikatakannya,  pentingnya membekali setiap PPL dengan materi yang berkaitan dengan skala ekonomi pembangunan pertanian yakni mengenai pemanfaatan teknologi dalam dunia pertanian, penggunaan bibit dan benih unggul serta penyesuaian kadar unsur hara yang dibutuhkan dalam suatu lahan tanam disesuikan dengan kondisi lahan itu sendiri untuk menghasilkan produk pertanian dengan kualitas terbaik.

Pelatihan yang akan dilaksanakan selama 21 hari ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan serta kreatifitas peserta sekalian dalam berinovasi melakukan perubahan-perubahan di lapangan bersama petani dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang semakin pesat. (*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *