BBPP Kupang Dorong Petani Terapkan Pemupukan Berimbang

KUPANG. NUSA FLOBAMORA– Demi keberhasilan tujuan pembangunan pertanian Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan peningkatan dan pembaharuan SDM pertanian masyarakat salah satunya melalui pelaksanaan berbagai jenis pelatihan teknis.

Dalam pelatihan yang digelar BBPP Kupang di Ngada, tema yang diusung yakni pemupukan berimbang. Pemilihan tema pemupukan berimbang didasarkan pada pentingnya penyesuaian kondisi lahan dengan jumlah dan jenis pupuk yang digunakan sehingga produk yang dihasilkan dari lahan tersebut berkualitas baik dan kelestarian lingkungan juga tetap terjaga.

Dalam rilis berita Humas BBPP Kupang yang dikirim ke Media ini, Senin (24/5/2021) menyebutkan, tema ini  sangat sesuai dengan kondisi di lapangan. Ini sangat diperlukan oleh masyarakat berkaitan dengan pengolahan pertanian secara langsung di lapangan.

Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang (BBPP) Kupang sebagai salah satu lembaga pelatihan di bawah BPPSDMP terus berupaya melaksanakan berbagai pelatihan di sejumlah wilayah binaan BBPP Kupang demi mencapai tujuan peningkatan SDM Pertanian masyarakat sehingga diharapkan pembangunan pertanian Indonesia dapat terus ditingkatkan dengan berbagai inovasi yang dibagikan melalui pelatihan.

Pelatihan dengan tema Pemupukan Berimbang dilaksanakan di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tanggal 20 – 22 Mei 2021 berlokasi di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Ngada dengan jumlah peserta sebanya 30 orang.

Pemilihan tema pemupukan berimbang didasarkan pada pentingnya penyesuaian kondisi lahan dengan jumlah dan jenis pupuk yan digunakan sehingga produk yang dihasilkan dari lahan tersebut berkualitas baik dan kelestarian lingkungan juga tetap terjaga.

Menteri Pertanian Indonesia  Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H mengingatkan penyuluh pertanian di Indonesia agar melakukan sosialisasi penggunaan pupuk berimbang kepada petani dan terus melakukan pengawasan ketat terkait alokasi dan pemanfaatan pupuk agar tepat sasaran dan efisien.
Pupuk merupakan produk strategis bagi pertanian.

Menurut Mentri Produksi Syahrul, distribusi harus terus berjalan untuk mendukung pembangunan pertanian. Namun jangan abai pada pemanfaatan pupuk efisien dan tepat guna melalui pemupukan berimbang.

Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr dalam pembukaan kegiatan Training of Facilitators (Tof) terkait pemupukan berimbang di Jakarta beberapa waktu lalu, menyampikan pentingnya penerapan konsep pemupukan berimbang karena pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan mutu produk pertanian serta kelestraian tanah dan optimalisasi unsur hara.

Pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk, yang sesuai kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tanah subur butuh sedikit pupuk, kalau tanah tandus berarti kebutuhan pupuk lebih banyak.

Hadir dalam pembukaan kegiatan pelatihan teknis terkait Pemupukan Berimbang di Kabupaten Ngada, Kepala BBPP Kupang drh Bambang Haryanto, MM dan Widyaiswara Ahli asal BBPP Kupang Fabianus Keraf,SP, M.Si.

Dalam sambutannya Kepala BBPP Kupang, Bambang menyampaikan pentingnya penerapan konsep pemupukan berimbang demi peningkatan pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

Pemupukan berimbang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian yan dihasilkan namun disaat yang bersamaan juga mempertahankan kesuburan tanah sehingga kelestariannya tetap terjaga.

‘Pemupukan harus dilakukan dengan tepat disesuaikan dengan kondisi lahan sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan sebaliknya jika pemupukan dilakukan dengan sembarangan justru berakibat pada penurunan kualitas produksi, penurunan potensi lahan yang tentu berakibat pada kerugian petani,” ujarnya. (*/ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *