NasDem Terus Perjuangkan Harkat dan Martabat Kaum Perempuan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem NTT secara resmi dilantik untuk mengemban tugas dalam periode 2021-2024. Dalam susunan kepengurusan terdapat salah satu bidang yang mengurus Perempuan dan Anak.

Penempatan pengurus dalam tugas pokok memperhatikan kaum perempuan dan anak karena NasDem melihat bahwa harkat dan martabat kaum perempuan adalah sama dengan kaum laki-laki. Perempuan jangan dijadikan objek kekerasan tetapi harus dilindungi dan dihormati.

Hal ini ditegaskan Kristien Samiyati Pati, SP yang dipercayakan dalam kepengurusan  DPW Partai Nasdem NTT sebagai Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak usai dilantik di Sekretariat DPW Partai NasDem NTT, Jumat (7/5/2021).

Dikatakan anggota DPRD NTT Fraksi NasDem ini bahwa saat ini dirinya dipercayakan berada di kepengurusan membawahi Bidang Perempuan dan Anak. Tentu  target yang ingin dicapai adalah rasa optimis  sebagai kader partai bahwa  ingin supaya harkat dan martabat perempuan harus betul-betul mendapat posisi yang baik apalagi kini sedang didengungkan soal gender.

Artinya, lanjut Kristien, perempuan harus mendapatkan hak yang sama seperti laki laki. Untuk itu kewajiban pengurus khusus di bidangnya agar perempuan-perempuan dipersiapkan untuk mendapatkan pendidikan skala umum bukan kepentingan partai tapi pendidikan kaum perempuan di NTT mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah.

“Misalnya perempuan usia kerja bisa mendapat pekerjaan dan jangan sampai karena persoalan ekonomi perempuan selalu mengalami kekerasan. Karena selama ini yang terjadi perempuan menjadi objek penderita sasaran kekerasan. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas wanita berparas cantik ini.

Menurut Kristien,  Perempuan punya potensi yang selama ini peluang belum didapatkan atau peluang itu sudah ada tapi perempuan itu sendiri tidak siap.

Untuk itu dia mengajak sesama perempuan saling bergandengan tangan untuk bisa keluar dari situasi seperti itu karena perempuan sudah sejajar dengan kaum laki-laki. Tinggal sekarang siap atau tidak menangkap peluang itu apakah di legislatif, birokrasi atau dimana saja.

“Artinya kita punya posisi yang sama. Peran perempuan itu sangat besar dalam posisi apapun. Makanya jangan anggap perempuan itu rendah sehingga seenaknya diperlakukan rendah oleh kaum laki-laki,” katanya.

Dirinya berharap buat perempuan untuk tetap waspada karena diluar sana ada banyak hal yang tidak diinginkan tapi harus mengalami. Perempuan harus persiapkan diri secara baik untuk bisa melawan jika diperlakukan tidak adil dan jangan diam.

“Jangan malu. Harus berani sehingga ada efek jera karena jangan perempuan diperlakukan seenaknya. Perempuan itu ada harga diri dan itu perlu dijunjung. Jika ada pelatihan atau organisasi ada pendidikan apa dalam bangun mental maka saya ajak ayo buka diri jangan menutup diri. Jangan cuma ada di dapur tapi perlu ada dimana saja untuk perjuangkan hak hak kita sebagai perempuan,” ajak wanita asal Pulau Sumba ini.

Kristien menilai  budaya di NTT sangat menghargai kaum perempuan. Sebagian besar daerah  di NTT menghargai  budaya. Dirinya mencontohkan di daerah asalnya Sumba. Orang Sumba sangat menghargai harkat dan martabat perempuan.

“Orang bilang nona Sumba cantik tapi yang membuat orang lemah karena belis mahal. Tapi itu sebagai bentuk bahwa orang menghargai martabat perempuan sehingga dia dihargai. Bukan materi tapi disitu letak perempuan ditempatkan di level terhormat,” katanya.

Dimintai tanggapannya soal kekerasan yang dialami
perawat yang diduga dilakukan oleh oknum kader Partai NasDem, Kristien mengatakan bahwa dirinya tidak mengikutinya secara baik soal pemberitaan di media.

Dikatakannya, sesuai berita bahwa dilakukan salah seorang kader  tapi dirinya tidak mengikuti kejadian itu. Tetapi baginya, apabila  kejadian itu terjadi entah itu di mana saja dan siapapun melakukan tentunya sebagai sesama perempuan dia mengutuk keras.

“Karena seharusnya martabat perempuan harus dijaga dihormati. Semua kita ada karena perempuan tanpa ada perempuan kita tidak bisa ada disini. Saya secara pribadi sebagai seorang perempuan mengutuk keras karena melecehkan martabat perempuan,” pungkasnya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *