PKB NTT  Tidak Akan Kehilangan Muka di Pileg Mendatang

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawa kepemimpinan Alo Malo Ladi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tidak akan kehilangan muka pada momen pemilu legislatif (Pileg) mendatang.

Pada kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) lalu, Alo Malo Ladi dipercayakan melanjutkan estafet kepemimpinan Ketua sebelumnya, Ir. Yukun Depa. Dalam muswil lalu ada beberapa agenda penting yang siap dilaksanakan seluruh kader untuk mengibarkan bendera PKB di seluruh pelosok daerah.

Politisi PKB yang juga Wakil Ketua DPRD NTT ini saat dijumpai di ruang kerjanya  beberapa waktu lalu mengatakan, menjadi Pimpinan PKB NTT ini merupakan amanah.

Untuk itu PKB secara NTT menempatkan beberapa kader di Kabupaten sebagai pimpinan dewan termasuk dirinya ditunjuk sebagai salah satu wakil pimpinan DPRD di Provinsi NTT.

Dikatakannya, dari 94 Daerah pemilihan (Dapil)  untuk pileg anggota DPRD NTT dan 2  dapil untuk pileg anggota  DPR RI pada pileg beberapa waktu lalu,   NTT berhasil menempatkan kader-kader partai yang lolos sebagai anggota legislatif sebanyak 82 orang dan masih tertinggal 12 dapil yang belum dicapai.

Ini merupakan tanggung jawabnya, bagaimana melakukan sebuah perubahan untuk struktur yang sistematis guna meraih kursi yang tertinggal.

“Selepas kepemimpinan Pak Yukun Lepa, saya harus berusaha memberikan yang terbaik. Selama ini beliau telah memberikan yang baik, namun sebagai kader partai bimbingan beliau, saya siap jalankan amanah ini dengan baik. Untuk kerja-kerja partai, membenahi struktur dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat ranting atau Desa,” katanya.

Dirinya mengatakan,  PKB juga bersinergi dengan pemerintah yang berkaitan  dengan pembangunan atau program-program kerja baik ditingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten yang dirasa berdampak pada kepentingan masyarakat  banyak. Lepas dari pada itu, terkait dengan hal -hal yang telah dilalui seperti pasca badai seroja.

Dampak ini sangat dirasakan oleh hampir semua kabupaten di NTT, seperti Flores Timur Lembata, Sabu raijua, Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Malaka sebagian Belu dan Sumba Timur.

Daerah ini menjadi perhatian khusus dari PKB secara umum, tidak secara global yang menumpuk di Provinsi lalu di sebarkan.

Dari PKB menurutnya,  langsung memberikan bantuan lewat semua teman-teman yang ada di partai mulai dari tingkat bawah, dalam hal ini tingkat Kabupaten dan di tingkat Kecamatan. Alasannya,  PKB memberikan langsung, karena itu langsung bersentuhan dengan masyarakat yang terdampak.

Alo mengharapkan, kader partai dalam hal ini yang menjabat sebagai anggota legislator maupun yang di eksekutif untuk bersatu padu dengan jajaran pengurus yang ada untuk membantu masyarakat yang ada di bawah secara umum. Ini agar tidak terkesan  yang dimunculkan tidak dilihat bukan dari partai politik atau kepentingannya, tetapi karena mengutamakan sisi kemanusiaan.

Terkait Pilkada Sabu Raijua yang salah satu partai pengusungnya adalah PKB, Alo mengatakan, pilkada Sabu Raijua pasca keputusan Mahkamah Konstitusi( MK) tentu konstitusi memberikan waktu 60 hari untuk pelaksanaan pemilihan ulang secara langsung.

Sebagai partai pengusung dari mantan Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dan pasangannya Yohanis Uli Kalle,  jelas Alo, tentu PKB dan NasDem semaksimal mungkin untuk memenangkan pilkada di Sabu Raijua demi kepentingan masyarakat Sabu Raijua.

Konkritnya bahwa, mereka berkoordinasi dengan jajaran pengurus di Kabupaten dan kecamatan untuk saling bahu membahu memenangkan pilkada di Sabu Raijua.

“Sekalipun disadari pasca badai seroja yang lalu, banyak menimbulkan kerusakan baik itu material maupun psikis tapi partai juga bisa mewadahi antara persoalan pilkada dan kemanusiaan,” jelasnya.

Ditanya Soal kemelut yang terjadi di DPRD Kota Kupang berkenaan dengan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD, salah satunya adalah dari  Fraksi PKB, Alo Madi mengatakan, bahwa sejauh ini dirinya masih mendalami karena belum ada laporan secara tertulis.

Dirinya menyayangkan, karena bagaimanapun kemelut ini jangan sampai menghambat proses yang ada di lembaga yang telah ditunjuk oleh masyarakat sebagai perwakilan, apa lagi dalam kondisi pasca seroja ini.

“Saya sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa, tentu akan berkoordinasi dengan Fraksi PKB yang ada di DPRD Kota Kupang. Saya tidak tahu pasti,apakah ini persoalan internal didalam dewan atau ada persoalan lain. Sebab kalau mosi tidak percaya antara Ketua dan anggota, maka saya lihat dari persoalan apa dan bagaimana sayapun belum dapat laporan secara tertulis” pungkasnya.( ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *