BPTP Balitbangtan NTT, Panen Raya Padi Varietas Unggul Baru Inpari Nutri Zing Seluas 5,5 HA

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Nusa Tenggara Timur (NTT)  melakukan panen raya padi jenis varietas unggul baru ( VUB), Inpari Nutri zing, inpari  24, 43 dan 42, ciherang, situbagendit diatas lahan seluas 5,5 hektar. 
Kepala BPTP NTT, Dr Procula Rudlof Matitaputty, S.Pt, M, Si, di sela-sela kegiatan panen padi di BPTP,  Selasa ( 4/5/2021) mengatakan,  untuk nutrisi perbenihan varietas unggul ( klas benih) inpari nutri zing, merupakan satu komponen utama yang memegang peranan penting didalam peningkatan usaha pertanian khususnya tanaman padi.
Hal ini karena penggunaan varietas unggul berlebel sangat dianjurkan bagi pemerintah karena memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan produktifitas dari tanaman tersebut.
Adapun sifat-sifat yang di miliki varietas unggul menurut Rudi, berdaya hasil tinggi,dan menjadi pilihan konsumen, serta bisa di kembangkan varietas yang memang disukai oleh konsumen.
Selain itu jelasnya, pihaknya juga  harus mengenal varietas-varietas yang klas benihnya sangat dibutuhkan oleh provinsi NTT saat ini, karena kebanyakan yang ditanam oleh masyarakat itu biasanya varietas yang turun temurun yang sudah dilakukan orang tua, sehingga perlu ada perbaikan dari pada inovasi teknologi salah satunya adalah benih.
” Benih yang kami kembangkan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian( IP2TP)  Naibonat saat ini, adalah nutrisi zing dan beberapa varietas unggul lainnya, inpari 42,24,43 situbagendit, ciserang semuanya masih kelas benih unggul, sehingga bisa di turunkan lagi penggunaanya kepada masyarakat konsumen yang membutuhkan,”  jelas Rudi.
Intinya kata Rudi, Provinsi NTT bisa menghasilkan benih-benih yang mungkin tidak membutuhkan dari provinsi lainnya.
Untuk mencapai hal tersebut, setiap instansi pemerintah  termasuk BB Pusat atau daerah wajib mendukung apa yang menjadi tugas pokok, untuk mempersiapkan tenaga-tenaga perbenihan khususnya penakar-penakar benih mandiri.
“Petani kita latih untuk bagaimana jadi seorang penangkar benih yang berkualitas, dan kami dari BPTP NTT memiliki semua kewajiban untuk dapat memberikan yang terbaik untuk NTT,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT  yang membidangi pertanian, Drs. Kasimirus Kolo memberikan sporting yang baik untuk keberhasilan program ini di NTT.
” Kami dari Komisi II mengucapkan terima kasih kepada BPTP yang hadir di NTT dengan konsepnya, teknologinya sehingga bisa menemukan berbagai varietas unggulannya,” kata politisi Partai NasDem ini.
Dirinya berharap, ada kerja sama yang baik, untuk mencoba desiminasikan kepada masyarakat agar supaya masyarakat boleh bergeser dari varietas yang turun temurun itu menjadi varietas yang unggul.
” Kita perlu sosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat terbiasa dengan benih-benih yang lebih unggul, dibandingkan yang dulu-dulu,” kata Kasmirus.
Kepala  Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian ( BBP2TP) Bogor,  Ir. Fery Fahruddin Munir, S.Mc, mendukung penuh dan mengapresiasi kegiatan ini, yang paling penting katanya, bagaimana menyediakan  bibit atau benih unggul yang berkualitas.
“Kita harapkan kedepan, bisa menyiapkan benih mandiri dan bisa disambut baik. Kalau kita akan mengkaderkan penangkar benih, perlu pelatihan atau membuka wawasan bisa kita fasilitasi untuk magang  ke balai besar penelitian padi di Suka mandi,” jelasnya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *