BBPP Kupang Gelar Pelatihan Teknis Bagi Non Aparatur Angkatan  VIII dan  IX di Belu

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Peningkatan SDM pertanian dinilai sangat penting untuk memajukan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. Hal ini pula yang selalu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan. SYL menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoptimalisasi sektor pertanian ke depan.

“Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Pertanian harus Maju, Mandiri, dan Modern (3M) sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan,” ujar SYL.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan PPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan untuk menciptakan dan membentuk SDM yang handal , profesional, mandiri dan berdaya saing berjiwa interpreneursip melalui 3 pilar yaitu pendidikan, penyuluhan dan pelatihan yang memiliki objek masing masing.

Dimana penyuluhan (objek petani),  pendidikan (mahasiswa ) dan pelatihan ( Aparatur dan non aparatur) dalam upaya menuju lumbung pangan dunia 2045.

Atas dasar tersebut, maka BBPP Kupang menggelar Pelatihan Teknis Bagi Non Aparatur yang berlokasi di Kantor Desa Fatuketi, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu dalam hal ini diwakilkan oleh Kabid Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Elfrida Iriana Bria, STP, Perwakilan BBPP Kupang Ir. Nambut Maksimus dan Kepala Desa Fatuketi, Markus Taus.

Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan teknis tematik bagi non aparatur angkatan VIII dan IX.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 3-5 Mei 2021 dengan dua tema pelatihan, yaitu Operator Alsintan dan Pengolahan Limbah Menjadi pupuk organik dan masing-masing angkatan diikuti oleh 30 orang peserta.

Pada acara pembukaan pelatihan, Kepala Desa Fatuketi berkesempatan menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya dijelaskan bahwa dengan adanya pelaksanaan program Food Estate di Desa Fatuketi, Kabupaten Belu maka akan banyak program yang akan dilaksanakan di wilayah Belu.

“Desa Fatuketi dipercaya sebagai salah satu wilayah yang dijadikan sebagai kawasan Food Estate, dengan demikian maka kedepannya akan ada banyak program yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu salah satu hal yang harus diperhatikan adalah SDM Pertanian yang mumpuni,” jelasnya.

Lanjut Markus, mereka sangat berterimakasih kepada BBPP Kupang karena menggelar pelatihan teknis bagi non aparatur di desanya.  Besar harapannya agar pelatihan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga pertanian di Kabupaten Belu dapat berkembang ke arah yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan BBPP Kupang Ir. Nambut Maksimus juga memberikan sambutannya, bahwa kita patut bersyukur karena walaupun ditengah kondisi covid 19 seperti sekarang ini, kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul dan melaksanakan kegiatan pelatihan.

Perlu diketahui bahwa terkait program Food Estate di NTT pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk mendukung program tersebut dan salah satu wilayah yang terpilih adalah Kabupaten Belu.

Ditambahkannya bahwa Kabupaten Belu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat salah satunya terkait Bendungan Rotiklot yang telah di resmikan oleh Presiden sehingga harus dioptimalkan Bendungan Rotiklot dengan potensi yang ada di Fatuketi.

Tentunya, kata Nambut,  ini juga menjadi perhatian bagi  BBPP Kupang yang diperintah oleh pemerintah pusat untuk melatih SDM yang ada.

Kita harus menjadi satu tim dan menyukseskan program ini dengan memanfaatkan lahan atau potensi yang ada.

Sehingga secara bertahap apapun yang dibutuhkan petani harus disiapkan salah satunya dengan menggelar pelatihan ini, misalnya operator alsintan.

Karena ke depannya, lanjut Nambut, akan menggunakan banyak sekali alat-alat pendukung dalam kegiatan pertanian maka perlu dilakukan pelatihan terkait alsintan.

Selain itu, terkait pengolahan pupuk selama ini masih kurang optimal  sehinga perlu dilatih. Kedepannya jika air sudah mencukupi, pupuk dan lahan tersedia serta adanya semangat yang membara maka pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat.

Kegiatan Pelatihan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu dalam hal ini diwakilkan oleh Kabid Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Elfrida Iriana Bria, STP.

Dalam sambutannya, Elfrida menjelaskan bahwa  Fatuketi merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam Program Nasional Food Estate.

“Kita patut bersyukur karena Fatuketi di Kabupaten Belu adalah salah satu kawasan Food Estate. Ini adalah kebanggaan sekaligus beban yang harus kita pikul bersama,” katanya.

Untuk itu kita semua harus mempersiapkan diri melaksanakannya. Salah satunya harus terus dilatih dan diperbaharui ilmu pertanian yang ada seperti yang saat ini dilakukan Pelatihan Bagi Non Aparatur.

“Kami sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk pelatihan ini guna mempersiapkan diri menyongsong program nasional tersebut. Kami sangat berharap agar semua peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar materi yang disampaikan oleh fasilitator dapat bermafaat,”pungkasnya.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *