PW SNNU NTT Prihatin atas Korban 53 Awak Kapal KRI Nanggala -402

KUPANG. NUSA FLOBAMORA— Pimpinan Wilayah (PW)  Serikat Nelayan Nahdatul Ulama (SNNU) NTT, menyatakan duka mendalam atas peristiwa yang dialami  53 awak KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam di Perairan Laut Utara Bali, Sabtu (24/4/2021).

Awak kapal yang gugur ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan memberikan reward apakah dalam bentuk kenaikan pangkat istimewa maupun memperhatikan masa depan sanak keluarga para korban.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Serikat Nelayan Nahdatul Ulama NTT, Angki Laane, S.SoS kepada Media ini, Rabu (28/4/2021).

Dijelaskan Angki, peristiwa yang menimpa 53 awak kapal KRI Nanggala ini tentu tidak pernah diduga sebelumnya. Tentu ini menjadi keprihatinan bersama seluruh anak bangsa. Sebagai bangsa yang besar, katanya, gugurnya para prajurit TNI AL ini perlu mendapat reward.

” Kami mengucapkan turut berduka kepada korban 53 prajurit TNI AL yang gugur di Bali dan keluarga ditinggalkan diberi ketabahan. Harapan kami tentu kepada pemerintah untuk memperhatikan kejadian sebagai musibah yang tidak direncanakan sebelumnya. Mereka harus diberikan reward. Kepada keluarga tentu perlu diberikan  dukungan misalnya dalam bentuk santuni atau kalau ada anak dari prajurit ini perlu diterima menjadi anggota TNI,” harap Angki.

Sebelumnya juga Ketua PWNU NTT, Jamal Ahmad dalam keterangan Persnya di Sekertariat NU, Rabu (28/4/2021) mengatakan, korban KRI Nanggala-402 adalah para suhada-suhada, para pejuang bangsa yang gugur dalam rangka mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Dijelaskan Ahmad, peristiwa ini akan terpatri di sanubari rakyat Indonesia, apalagi ini terjadi dalam bulan suci Ramadhan.

Selain Shalat Ghaib yang diadakan,  jelas Jamal, ada beberapa kegiatan lainnya yang berkaitan dengan silahturahim dan juga kepedulian terhadap badai siklon seroja di NTT.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *