30 Perwakilan  P4S se-NTT Dapat Pelatihan Tematik Manajerial Pengelolaan P4S

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Sebanyak 30 perwakilan P4S di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat mendapat pelatihan manajerial P4S yang difasilitasi Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang. Pelatihan ini sangat penting dalam mengoptimalkan peran P4S sehingga BBPP Kupang berkepentingan melakukan pelatihan selama 3 hari yang dibuka Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto, MM,  Senin (26/4/2021).

Mengutip rilis BBPP Kupang yang dikirim ke Media ini menyebutkan bahwa menyadari akan pentingnya peran dari P4S dan untuk mengoptimalkan peran P4S maka BBPP Kupang menggelar Pelatihan Tematik Manajerial Pengelolaan P4S bagi Ketua P4S yang melibatkan sebanyak 30 orang perwakilan P4S yang ada di NTT.

P4S merupakan lembaga Pelatihan Pertanian dan Pedesaan yang didirikan, dimiliki, dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok.

P4S diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian, yaitu dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini pertanian menghadapi tantangan yaitu untuk mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Karena itu harus dipastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kemetan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa P4S sebagai pusat pembelajaran dari petani untuk petani, memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian.

“Khususnya dalam memenuhi kecukupan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pengembangan Pertanian modern dengan memanfaat teknologi informasi harus senantiasa dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani, walaupun kita masih didera wabah Covid 19,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala BBPP Kupang menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan Pelatihan Tematik Manajerial bagi P4S meskipun ditengah wabah Covid 19 saat ini.

Terlaksananya kegiatan ini juga tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan ditengah wabah covid 19, adapun  arahan Kepala BPPSDMP, hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu menyangkut kesehatan, sikap yang selalu bersemangat dan peningkatan produktivitas.

“Pertemuan kali ini merupakan pertemuan pertama seluruh perwakilan P4S yang difasilitasi oleh BBPP Kupang,’ jelasnya.

Pertemuan ini, kata Bambang,  bertujuan untuk membangun silaturahim antar seluruh P4S yang ada di NTT agar terjalin hubungan yang baik dan komunikasi yang lancar.

Selain itu juga pertemuan ini merupakan ajang untuk bertukar pikiran agar dapat bermanfaat sehingga kedepannya semua P4S mampu bekerjasama untuk meningkatkan produktivitas.

Ditambahkannya bahwa jika produktivitas dapat ditingkatkan maka akan muncul rumusan-rumusan baru yang nantinya dapat dijadikan sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan P4S yang akan datang.

“Kita ingin agar P4S yang ada di NTT secara keseluruhan bisa saling mengenal,, bekerjasama dan memperkuat sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan ekspor. Cara wujudkannya adalah dengan banyak berdiskusi sehingga langkah-langkah yang akan dilakukan lebih terstruktur dan terarah. Pertemuan ini sudah seharusnya tidak di sia-siakan,” harap Bambang.

Adapun Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah revitalisasi kelembagaan, penyusunan program dan rencana kerja serta timeline pelaksanaan program.

Penyusunan program kerja ini nantinya akan mempermudah monitoring yang dilakukan oleh BBPP Kupang.

“Saya yakin bahwa semua perwakilan P4S yang hadir saat ini adalah orang-orang yang telah lama berkecimpung di dunia pertanian, sehingga mimpi yang ingin diwujudkan bersama adalah terkait dengan ekspor,” katanya.

Ditambahkan Bambang,  apabila produk-produk yang dihasilkan oleh P4S telah siap  untuk diekspor maka kami dapat memfasilitasi pertemuan-pertemuan dengan para pelaku usaha sehingga diharapkan dapat terbangunnya kerjasama agar proses bisnis bisa berlanjut.

“Karena saya berharap P4S ini terus berkembang di seluruh wilayah sehingga masyarakat petani tidak kesulitan dalam memasarkan produk yang dihasilkan. Selain itu, yang saya amati selama ini juga banyak P4S yang masih melakukan kegiatan pure pertanian. Oleh karena itu saya berharap agar kegiatan yang dijalankan ke depannya dapat berbasis bisnis pertanian terintegrasi sehingga dapat bersinkron dengan peran BBPP Kupang,” jelas Bambang

Bambang menambahkan bahwa  proses bisnis yang dilakukan sebaiknya sampai pada tahap pengolahan sehingga antara P4S harus saling memperkuat.  Disamping itu kegiatan yang dilakukan jangan terus-terusan secara tradisional namun sudah harus menyesuaikan diri dengan perkembangan IT.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *