71 Mahasiswa Stikes Maranatha-Kupang Praktik Kebidanan pada “Rumah Sakit Tanpa Dinding”

 KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Manajemen Stikes Maranatha-Kupang melepas 71 mahasiswanya untuk melaksanakan praktik kebidanan Komunitas di Desa Tanah Putih, Kabupaten Kupang.  Tujuan dilakukan kegiatan ini sejalan dengan harapan bahwa pendidikan kesehatan adalah menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional.

Selama kegiatan nanti, para mahasiswa dapat memberikan asupan kebidanan dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, KB serta kesehatan wanita sepanjang daur kehidupan pada setiap kehidupan.

Ketua Stikes Maranatha-Kupang, Stefanus Mendes Kiik, M.Kep.Sp.Kep.Kom dalam arahannya, Senin (26/4/2021) menegaskan, untuk menjawab keadaan ini, Manajemen Stikes Maranatha, melepas 71 orang Mahasiswa semester 6 untuk melakukan praktik kebidanan komunitas selama kurang lebih 3 Minggu di Desa Tanah putih, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Dirinya  mengucapkan terimaksih yang tulus kepada Camat Kupang Timur serta jajaran, yang sudah mengijinkan 71 Mahasiswa Stikes Maranatha praktik komunitas kebidanan di Desa Tanah putih walaupun dalam situasi pandemi covid-19 dan juga situasi bencana seroja.

” Nah ini adalah sebuah kesempatan anak-anak kami belajar lebih banyak karena mereka dalam kesempatan ini boleh turun lapangan. Kami menyebutnya, berpraktik di rumah sakit tanpa dinding. Rumah sakit yang cukup luas tanpa batas dinding,”  ungkapnya.

Oleh karena itu kata Stef, diharapkan selama 3 Minggu dari tanggal 26 April sampai 15 Mei 2021 Mahasiswa di beri kesempatan untuk belajar sebanyak-banyaknya tentang bagaimana melakukan asuhan kebidanan. Pada  komunitas mereka akan berpraktik secara individu, membina masing-masing 1 keluarga.

Dikatakan Stef, 71 Mahasiswa ini diharapkan memiliki 71 keluarga binaan secara kelompok. Mereka akan dibagi menjadi 4 kelompok dan mereka akan membuat asuhan kelompok untuk kebidanan komunitas dan kompetensi besar terkait asuhan kebidanan yaitu, KB, ibu nifas itu bisa tercapai di Desa Tanah Putih.

Terkait dengan keamanan mereka karena kelompok komunitas kebidanan ini semuanya perempuan, Stef mengharapkan kepada Camat, Danramil dan Kapolsek untuk membantu dalam pengamanan.
Sehingga pada 3 Minggu yang akan datang dan mereka selesai bisa dalam keadaan sehat.

“Kami dari yayasan juga sudah menyediakan 4 orang satpam yang akan bergilir jaga malam, untuk pengamanan Mahasiswa yang berpraktek disini,” katanya.

Dirinya berpesan kepada Mahasiswa, bahwa hari ini kita belajar dan memasuki lingkungan baru, oleh karena itu selalu menjaga budaya dan kebiasaan masyarakat di Desa Tanah Putih sehingga  bisa berbaur, bisa bergaul bagaimana adat istiadat orang timur. Seperti pepatah mengatakan, ” dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung”.

Sementara itu, Camat Kupang Timur,  Deny Mateos Kadoe, S.Pt mengatakan, pada dasarnya menerima dengan baik ke 71 Mahasiswa Stikes Maranatha yang berpraktik di Desa Tanah Putih.

Karena kondisi yang melanda saat ini yaitu covid,- 19 dan musibah badai seroja, maka dirinya berharap Mahasiswa yang nantinya yang akan berpraktik di Desa Tanah Putih, bisa menerima dengan lapang dada dengan kondisi yang ada saat ini.

“Karena beberapa waktu lalu ada bencana, maka seluruh Desa dan kelurahan di Kecamatan Kupang Timur, mengalami kerusakan yang cukup berat. Kami dan seluruh jajaran, sudah menyelesaikan dengn baik, walaupun masih ada kekurangannya,” katanya.

Untuk itu, dari Kecamatan Kupang Timur, pihaknya mengucapkan terimah kasih kepada Ketua Yayasan pembina Stikes Maranatha beserta jajarannya, karena, terhitung hari ini Mahasiswa di datangkan untuk membantu warga dalam menyelesaikan  persoalan-persolan yang ada.

Dirinya berpesan, Mahasiswa yang akan berpraktek di Desa Tanah Putih harus bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Harus bisa menyesuaikan dengan adat istiadat yang masih cukup kental.

Mengenai keamanan, dari pihak Stikes Maranatha bisa kerja sama dengan kecamatan untuk keamanan di Desa Kayu Putih selama mahasiswa berpraktik.

Ketua dewan pembina yayasan Maranatha Grub NTT, Drs Semuel Sellan, berharap kepada ke 71 Mahasiswa yang akan berpraktek, selalu menjaga nama baik kampus dan juga bisa mempraktekan ilmunya di tengah masyarakat, budaya dan istiadat selalu di jaga, dan selalu berkoordinasi.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *