KSP CU Serviam Kupang, Ambil Langkah Inventarisir Anggota Terdampak Badai Seroja

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Bencana badai Seroja yang melanda wilayah Kota Kupang khususnya pada beberapa minggu lalu, terdampak juga pada anggota KSP CU Serviam,  Kupang. Terhadap dampak ini, semua Kantor Cabang diminta untuk menginventarisir anggota terdampak sehingga diambil langkah kebijakan internal.

General Manager KSP CU Serviam Kupang, Benediktus Seran, SH menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021).

Menurut Beni, persoalan badai Seroja memang berdampak serius pada anggota dari segi ekonomi warga. Sebelum masuk ke Seroja daerah ini juga mengalami covid-19 yang sebenarnya sudah terkena dampak sejak 2020.

Dan pada awal April 2021, kata Beni, warga dikejutkan dengan  bencana baru Seroja. Pandemi Covid-19 memang sudah berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakat kemudian muncul badai Seroja menciptakan kerusakan fisik pada harta milik masyarakat.

“Ini yang tidak dapat dipungkiri bahwa praktis seluruh Timor suka atau tidak, tahu atau tidak itu pasti ada dampak dari Seroja,” katanya.

Terkait kemungkinan adanya dampak pada anggota, Beni mengatakan, dari sisi koperasi setiap kantor cabang berusaha untuk mendapatkan informasi secara akurat mungkin walau tidak semua anggota di wilayah pelayanan yang terkena dampak.

“Kami minta diinventarisir dengan mengunjungi anggota untuk menanyakan dampaknya seperti apa soal rumah, hewan, dll. Nanti akan dilihat sehingga ada langkah berikut berkaitan dengan tindakan kita,” jelas Beni.

Menurut Beni, kebijakan yang akan diambil terkait dampak Seroja buat anggota, kalau bantuan sosial memang sifatnya emergency tapi yang manajemen pikirkan soal kelanjutannya.

“Kita sedang koordinasi dengan semua kantor cabang. Memang paling banyak anggota yang terdampak itu di Malaka. Jika bantuan posko bersama mungkin dilakukan tapi untuk per anggota tentu agak berat,” tambahnya.

Beni melanjutkan, pihaknya akan memberikan bantuan  secara kolektif. Untuk anggota masih inventarisir untuk mendapatkan gambaran jelas anggota yang terkena dampak.

Yang pasti lembaga merasakan dampak terhadap kewajiban dan hak anggota. Pihaknya tetap optimis untuk memberikan dukungan bukan dalam bentuk material tapi motivasi untuk anggota bisa bangkit kembali untuk berusaha.

“Memang kita lihat di Kota Kupang dampak paling terasa terutama di sekitaran  Kantor Cabang oebufu ada rumah yang lenyap. Program relokasi mudah-mudahan bisa terealisir. Kita prihatin tapi namanya alam karena variatif,” tandas Beni.

Dirinya menegaskan kembali bahwa dampak seroja untuk anggota yang jadi korban tentu ada langkah dalam hal cicilan pinjaman tapi masih dalam inventarisir.

“Keringanan tertentu ya tapi tidak general, dilihat dari seberapa berat dampak yang dialami. Kami proaktif inventarisir anggota yang terdampak sehingga bisa diketahui agar diambil langkah. Kita akan berikan keringanan dalam wujud  kepedulian tapi masih menunggu data inventarisir dalam bulan ini untuk kita bahas di tingkat manajemen,” pungkas Beni.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *