BI Pastikan Kebutuhan ULE Selama Ramadhan dan Idul Fitri Aman

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Bank Indonesia (BI)  Perwakilan Nusa Tenggara Timur ( NTT) memberikan jaminan terkait proyeksi kebutuhan Uang Layak Edar (ULE) perbankan dan masyarakat selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. BI memastikan kebutuhan ULE  yang disiapkan sebesar Rp 998 miliar dan dipastikan aman.

Hal ini diungkapkan  Deputi Kepala Perwakilan Tim Implementasi SP, PUR dan MI, Daniel Agus Prasetyo
dalam jumpa pers di Caffe Petir, Kota Kupang, Senin (12/4/2021).

Daniel menjelaskan,  sesuai pengalaman bahwa menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tingkat permintaan warga akan ULE sangat tinggi. Untuk itu, dalam upaya memberi rasa aman dan nyaman selama hari raya ini, pihaknya memaksimalkan dengan baik kebutuhan ULE.

BI Perwakilan NTT, lanjut Daniel, tetap memberi pelayanan terbaik sehingga warga diharapkan tidak perlu risau dan gelisah. Proses penukaran uang tunai dapat terlayani dengan baik selama bulan suci bagi Umat Islam pada tahun 2021 ini.

Mengenai pola penukaran ULE, Daniel menegaskan bahwa mereka menjalin kerjasama dengan pihak perbankan dan Kas titipan BI Perwakilan NTT dimana saja berada di provinsi kepulauan ini untuk dilayani dengan baik.

“Untuk pelayanan penukaran uang, kami sediakan di 23 bank di Kota Kupang maupun kantor-kantor cabang bank di seluruh wilayah Provinsi NTT,” kata Daniel.

Adapun lokasi Kas Titipan Bank Indonesia di NTT meliputi Atambua, Maumere, Ende, Waikabubak, Waingapu, Ruteng, Kalabahi, Lewoleba, dan Labuan Bajo.  Ada juga disediakan  57 jaringan kantor bank di seluruh Provinsi NTT yang akan membuka pelayanan penukaran uang.

Tentang besaran ULE yang disiapkan, Daniel menyebutkan  Rp 998 miliar. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan sekitar 4,1 persen jika dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 1,041 triliun.
Faktor adanya penurunan ini karena  momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang bergeser lebih awal.

Faktor penyebab  lainnya adalah adanya kebijakan terkait kondisi pandemi seperti pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berdampak pada aktivitas ekonomi. Penggunaan transaksi non tunai pun lebih didorong BI NTT dalam memitigasi penyebaran Covid-19 melalui uang kertas. Hal itu juga menjadi salah satu faktor turunnya realisasi ULE pada bulan suci Ramadhan 2021.(ER).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *