Widyaiswara BBPP Kupang Gaungkan Pengolahan Se”i di “Kiprah Indonesia” RRI 

 

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Keberadaan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, NTT tidak cuma sekedar memberi pelatihan dalam ruang kelas kepada kelompok tani maupun penyuluh. Melalui tim widyaiswara, membekali dengan praktik lapangan.

Salah satunya adalah soal pengolahan Se’i Lokal yang kini sudah membooming bukan cuma di NTT tetapi dikenal secara nasional bahkan internasional.

Untuk semakin dikenal luas, RRI Kupang yang memiliki acara khusus bertajuk “Kiprah Indonesia” menghadirkan staf widyaiswara pada BBPP Kupang, guna berbagi tips dan pengalaman pembuatan Se’i yang gurih, nikmat dan berkualitas tinggi.

Untuk diketahui bahwa kehadiran acara “Kiprah Indonesia” di RRI dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan manfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sebagian bergerak di bidang pertanian dan peternakan.

Radio Republik Indonesia Kupang mengusung satu program siaran bertajuk Kiprah Indonesia yang merupakan suatu program acara khusus di Program Satu Radio Republik Indonesia Kupang yang ditujukan bagi petani, peternak, nelayan, pengrajin dan masyarakat NTT secara luas.

Dalam pelaksanaannya RRI Kupang bekerjasama dengan berbagai lembaga yang bergerak dibidang yang berkaitan dengan tema besar dari Program Kiprah Indonesia itu sendiri untuk menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang yang merupakan salah satu lembaga pelatihan peternakan yang ada di NTT turut berkontribusi aktif dalam mendukung program Kiprah Indonesia ini.

Melalui peran sejumlah widyaiswara yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing baik dari segi manajemen pemeliharaan ternak, manejem reproduksi dan kesehatan ternak, pengolahan pakan berkualitas serta pengolahan hasil pertanian menjadi panganan lezat bergizi tinggi.

Judul perdana yang diusung oleh Widyaiswara BBPP Kupang dalam acara Kiprah Indonesia yakni “Pengolahan Se”i sapi”  yang merupakan pangan lokal khas NTT yang saat ini tengah menjadi perbincangan karena melimpahnya olahan pangan dipasaran berbahan se”i baik di NTT sendiri maupun di daerah-daerah lain di luar NTT.

Hadir sebagai Narasumber, Ir Wiwiek Yuniarti Costa, M.si, Widyaiswara Ahli Utama dari BBPP Kupang yang memiliki spesialisasi di bidang pengolahan hasil pertanian dan peternakan.

Dalam pemaparannya beliau menyampaikan asal-usul Se”i khas NTT serta proses pembuatan, menggunakan bahan-bahan yang sederhana namun dapat menghasilkan pangan dengan rasa yang lezat dan khas serta memilki gizi yang tinggi.

Dirinya juga menjelaskan tujuan perlakuan-perlakuan khusus yang diterapkan dalam pembuatan se”i seperti penggunaan arang kayu kusambi untuk menghasilkan aroma asap yang khas.

Juga penggunaan garam sendawa atau saltpeter yang juga berfungsi sebagai bahan anti jamur sehingga se”i yang dihasilkan dapat bertahan lebih lama tanpa gangguan mikroba.

Wiwiek juga banyak membagikan fakta-fakta berkaitan dengan se”i khas NTT berdasarkan riset-riset yang beliau lakukan sendiri secara bertahap selama bertahun-tahun.

Beliau berharap ilmu yang dibagikan ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang mendengarkan karena dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah ditemui dimana saja

Masyarakat sudah bisa membuat se”i dengan tampilan yang menarik, rasa yang khas dan enak serta memiliki nilai gizi yang tinggi.

“BBPP Kupang khususnya divisi Pengolahan Hasil Pertanian terus melakukan inovasi dalam menghasilkan produk-produk pangan menggunakan potensi lokal yang ada di NTT seperti pengolahan bakso dan nugget kelor yang memiliki rasa yang sangat enak dengan kandungan gizi yang tinggi” ujar Wiwiek.

Lebih Lanjut beliau mengharapkan agar Program Kiprah Indonesia ini dapat terus berjalan sehingga BBPP Kupang melalui widyaiswara-widyaiswara yang berkompeten dapat terus membagikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat  dengan berbagai tema yang menarik.

Karena pada dasarnya tujuan dari diadakannya program Kiprah Indonesia ini cukup sejalan dengan visi BBPP Kupang yakni meningkatkan Sumber Daya Pertanian masyarakat melalui pelatihan-pelatihan.

Namun dimasa pandemi covid-19 ini pelaksanaan pelatihan secara langsung cukup sulit dan beresiko untuk dilakukan sehingga berbagi ilmu melalui siaran radio tentu menjadi salah satu alternatif yang sangat membantu dalam menyebarkan ilmu pengetahuan untuk mengedukasi masyarakat.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *