Food Estate di Sumba Tengah Bakal Ditingkatkan Hingga 10.000 HA

SUMBA TENGAH. NUSA FLOBAMORA—Food Estate merupakan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan dipertegas juga oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dimana di setiap provinsi harus ada dua pengembangan food estete di dua kabupaten.

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dalam kunjungan kerja ke NTT menegaskan bahwa luas lumbung pangan (food estate) di Kabupaten Sumba Tengah, akan ditingkatkan hingga 10.000  hektare, yang terdiri atas 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare jagung.

Mengutip Rilis Berita BBPP Kupang, Kamis (1/4/2021) disebutkan,  Luas food estate itu akan meningkat dibandingkan luas saat ini yang sebesar 5.000 hektare, dengan 3.000 hektare padi dan 2.000 hektare jagung.

Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mendorong kemampuan penyuluh untuk mendampingi petani dan mau berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan food estate yang salah satunya di Sumba NTT.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam lawatannya ke Sumba Tengah enyampaikan kepada penyuluh di Sumba Tengah untuk bekerja keras mendukung program super prioritas Kementan di NTT tersebut.

. “Penyuluh pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Sumba Tengah harus bekerja extra ordinary. Ini untuk mendukung pengembangan Food Estate, lumbung pangan baru, yang menjadi program super prioritas Kementerian Pertanian (Kementan),” kata Dedi.

Menurut Dedi, Pemerintah khususnya Kementan mendukung penuh pendampingan petani Food Estate Sumba Tengah, dengan meningkatkan kemampuan penyuluh untuk mengawal dan mendampingi petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi saat audiensi dengan Bupati Paulus SK Limu di Waibakul, Ibu Kota Kabupaten Sumba Tengah pada pekan lalu menegaskan,  untuk mempercepat pembangunan pertanian harus dimulai dari desa.

Dan untuk mempercepat komunikasi antara Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, Kementan sudah membentuk Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang merupakan transformasi dari BPP.  Dengan Kostratani, fungsi BPP lebih ditingkatkan berbasis IT dan single data.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan, komitmen Kementan memaksimalkan semua lini agar pendampingan bagi petani di lokasi Food Estate dapat berjalan maksimal, salah satunya dengan pembentukan Tim Pendamping/Detasering.

“Ini langkah yang bagus. Jangan ada kata mundur atau berhenti. Kita harus fight, secara teknis semua unit kerja Kementan harus bekerja dan mendukung,” kata Mentan Syahrul di Jakarta, 4 Maret 2021, saat pelepasan Tim Pendamping atau Detasering Food Estate.

Dikatakan Mentan Syahrul bahwa ndeks keberhasilan penyuluh adalah peningkatan produktivitas pertanian, dari tiga ton menjadi empat ton, demikian seterusnya.

“Dalam 10 tahun ke depan, penyuluh akan naik jenjang menjadi Kadistan, bukti itu saya temui di Kabupaten Banggai dan Aceh Tengah,” kata Dedi.

Sementara Bupati Sumba Tengah, Paulus S K Limu mengatakan, program food estate dan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang diinisiasi Gubernur NTT, akan mampu meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat khususnya di Sumba Tengah.

Dijelaskan Paulus, Pemda Sumba Tengah telah menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare untuk pengembangan food estate. Lahan tersebut 3.000 hektare untuk lahan sawah dan 2.000 hektare untuk lahan ladangnya.

“Selama 2 bulan ini, kami sudah olah lahan jagung 800 hektare, selebihnya Tanpa Olah Tanah (TOT). Sedangkan untuk lahan sawah sedang dilakukan proses sambil menunggu cuaca yang baik,” terangnya.

Kawasan food estate nantinya tidak hanya tanam jagung dan padi saja, tapi juga tanaman lain seperti buah dan sayur serta perkebunan, sehingga akan menjadi kawasan agrowisata.

“Di setiap kesempatan saya selalu bilang, saya bukan bupatinya Sumba Tengah, tetapi bupatinya food estate,” kata Paulus.

Hal tersebut, jelasnya, karena Ia mau Sumba Tengah keluar dari kemiskinan yang 36 persen. Dan untuk mengurangi kemiskinan tersebut, harus kembali kepada pertanian, perkebunan dan dan perikanan, tanpa itu semua tidak bisa.

Paulus menambahkan, bahwa untuk melakukan pengembangan food estate harus direncanakan dengan matang, baik dari segi pemakaian benih unggul, pemupukan serta menggunaan teknologi alat dan mesin pertanian.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *