Suksesnya Pembangunan Pertanian Ada Pada Genggaman Petani Milenial

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Berhasilnya pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusianya. Keberhasilan pembangunan pertanian itu harus dimulai dari pembangunan SDM petani termasuk petani milenial. Kunci keberhasilan pembangunan pertanian ada di genggaman petani milenial.

Untuk itu mulai dari sekarang, perlu ditanamkan jiwa disiplin karena ciri khas dari negara Jepang adalah pekerja keras.

Pernyataan ini di tegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM), Prof. Dr. Ir Dedy Nursyamsi, M. Agr saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan pelatihan peserta magang  ke Jepang di Aula BBPP Kupang, Selasa ( 30/3/2021).

Nursyamsi mengatakan, produksi pertanian dan sarana prasarana serta inovasi teknologi bisa memberikan kotribusi terhadap peningkatan produktifitas 25 persen.

Peraturan perundangan termasuk local Visdem juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktifitas 25 persen. Jadi kontribusi terbesar terhadap peningkatanan produktifitas itu berasal dari SDM pertanian.

Ditegaskannya bahwa, Menteri Pertanian, Syahrur Yasin Limpo pada setiap kesempatan selalu mengatakan bahwa, percuma kita punya senjata yang canggih, punya amonisi, senjata yang mampu menghancurkan musuh secara massal, kalau tidak ada penembak jitunya.

“Jadi di pertanian juga yang paling penting bukan alat- alat mesin pertanian, pupuk, benih dan irigasi, tetapi yang paling penting adalah petaninya, praktisi pertaniannya, pemuda taninya, kelompok wanita taninya yang bergerak disektor pertanian terhadap produktifitas pertanian,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan kembali bahwa keberhasilan pembangunan pertanian itu harus di mulai dari pembangunan SDM nya, harus di mulai dari pembangunan petani termasuk petani milenial.

Ia mengatakan, kata kunci untuk keberhasilan pembangunan pertanian adalah di genggaman petani milenial. Karena pada 5-  10 tahun mendatang tergantung dari petani milenial. Kalau petani milenial hebat, semangat kerja keras dan disiplin, pasti pembangunan pertanian sukses.

Kepala Balai Besar Penyuluh Pertanian (BBPP) Kupang,  drh. Bambang Haryanto, MM mengatakan, proses seleksi penerimaan peserta calon magang Jepang khususnya NTT dilakukan secara terbuka lewat sosialisasi, Fase book, Web dan semua rekan- rekan untuk membantu viralkan.

Untuk tahun ini, peserta yang mendaftar sebanyak 184 orang sehingga cukup banyak cadangan calon peserta jika masih ada kuota tambahan.

Dari 184 orang yang mendaftar jelas Bambang, di tes 1Q diatas 90 sesuai petunjuk teknis dari Puslattan itu ada 99 dan dari 99 ini dipanggil 30 orang,  dicadangkan 5 orang dan dari 30 orang ini, ada yang mundur 5 orang dan cadangan itu dimasukkan kembali dan sekarang sudah genap 30 orang.

” Apabila nanti mendapat kuota tambahan, kita sudah cadangkan 65 orang dan sewaktu- waktu bisa di panggil kembali. Syaratnya, harus siap bekerja keras dan pola pikir yang selama ini terjadi kita harus rubah seperti keadaan di Jepang,”  jelasnya.

Bambang juga berpesan, selama 75 hari ini, peserta magang ke Jepang harus bersikap seolah- olah sudah berada di Jepang, karena kita sama-sama ketahui bahwa, Jepang dikenal Negara maju, pekerja keras.

Untuk itu peserta calon magang harus bekerja keras dan disiplin, mental dan fisik harus dilatih dengan baik.

Turut hadir pada acara ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kapus Penyuluhan, Kepala BBPP Lampung, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Kepala SMK PP Kupang, Pejabat struktural dan funsional BBPP Kupang, Penyuluh Pertanian Provinsi NTT, Lembaga Kursus Bahasa Jepang-Kupang dan Kodim 1604 Kupang.( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *