Kepala PPSDMP  Dukung Penuh Program Gubernur NTT Tanam Jagung Panen Sapi

KUPANG. NUSA FLOBAMORA— Walau situasi saat ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19, namun Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP), Prof. Dr. Ir Dedi Nursyamsi, M. Agr berkesempatan hadir langsung di Kupang, NTT. Kehadirannya dalam rangka membuka pelatihan magang tani 2021 bagi 30 peserta yang nanti dikirim belajar di Jepang.

Pelatihan para peserta magang ini sesuai program Kementrian Pertanian karena fokus kedepan dunia pertanian adalah petani milenial. Kementrian sangat mendukung penuh program Gubernur NTT terkait Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) sehingga mempersiapkan petani milenial dari NTT ke Jepang sangat tepat dalam kaitannya dengan TJPS ini.

Kepala PPSDMP  Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr kepada Wartawan usai membuka kegiatan pelatihan magang di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Selasa (30/3/2021) mengapresiasi positif terkait antusias putra-putri NTT yang melamar menjadi peserta magang ke Jepang. Dari proses seleksi yang sangat ketat, kini menghasilkan 30 orang yang lolos dan siap dididik selama 75 hari sebelum diberangkatkan ke Jepang nanti.

Saat memberi keterangan, Prof. Dedi didampingi Kepala BBPP Kupang, Drh. Bambang Hariyanto, MM, Kepala Pusat Penyuluhan Kementan, Dr. Ir. Lely Nurhayati, M.Sc dan Kepala BPP, Lampung Dr. Rony AK.

Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa agen pembangunan kedepan adalah kaum milenial yang merupakan harapan bangsa dan negara termasuk sektor pertanian. Menurutnya, pada 10-20 tahun yang akan datang yang menjadi agen dan pelaku pembangunan pertanian adalah kaum milenial.

Oleh karena itu, katanya, mulai dari sekarang kaum milenial pertanian harus dididik, dipersiapkan, digenjot mentalnya, ilmunya, keterampilan.

” Program magang ke Jepang kelak mereka akan menjadi petani yang tangguh, profesional, yang berdaya saing, berjiwa wirausaha,” katanya.

Prof. Dedi menyampaikan bahwa program magang ke Jepang untuk mensuport lahir dan terciptanya petani milenial yang tangguh di seluruh pelosok tanah air termasuk di NTT.

“Jadi saya sangat berharap 30 orang yang sedang melakukan pelatihan persiapan ke Jepang semuanya lulus. Karena masih ada tes bahasa, teknologi pertanian mudah-mudahan mereka lulus dan berangkat ke Jepang,” katanya.

Dikatakannya, nanti di Jepang mereka akan belajar bagaimana cara pertanian dari hulu sampai hilir, bagaimana cara mendapatkan kredit, bagaimana cara menyusun proposal yang baik.

Kemudian bagaimana menyiapkan sarana prasarana menyiapkan alsintan, pupuk, pestisida tentu diperlukan modal lalu olah tanah menggunakan alsintan, baru memilih varietas yang cocok di NTT ini.

“Jadi boleh holtikultura, jagung, sapi yang menguntungkan. Lalu bagaimana pemupukan berimbang, pengendalian penggemukan sapi dan cara peroleh hasil panen yang banyak,” kata Dedi.

Dedi menilai wilayah NTT sangat cocok pertanian jagung. Apalagi dengan program gubernur NTT yang menurutnya sangat hebat yakni TJPS. Artinya jagung dibikin pakan, kemudian biogasnya, daunnya pohon jangan dibuang tapi dibikin pakan ternak.

Bahkan sekarang dibangun silase untuk pembuatan pakan yang bahan baku dari jagung. Karena yang namanya sapi tergantung pakan . Kalau pakan banyak dan bagus sapi banyak maka bagus. Jadi pakan dan sapi harus bagus.

“Ini yang harus dikuasai petani milenial NTT. Ini yang sedang kita persiapkan putra putri petani milenial NTT yang tangguh,” tegas Dedi.

Kepada para peserta magang dirinya berharap menyerap ilmu sebanyak-banyaknya di Jepang, belajar ilmu pertanian dari hulu sampai hilir. Pulang ke NTT harus mempraktekan ilmu, mereka menjadi qualified creator. Mereka harus berwirausaha sendiri, membangun perusahaan sendiri.

“Saya mau tegaskan bahwa mereka harus bisa kembangkan lebih banyak lagi usaha dari usaha jagung dan sapi. Kami fasilitasi sampai mereka berhasil termasuk membina saudaranya di NTT,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini Kepala BBPP Kupang, Drh. Bambang Haryanto, MM mengatakan, dari pengamatannya para peserta magang ini sangat siap untuk berangkat ke Jepang.

Para peserta ini, lanjutnya, sudah melewati tahapan seleksi yang cukup ketat dan mereka dinilai sangat berkualitas. Dirinya bahkan siap pertaruhkan gengsi buat UPT sehingga proses pelatihan ini benar-benar diberikan secara maksimal.

“Saya optimis mereka lolos seperti harapannya Kepala PPSDMP. Kita betul-betul terapkan aturan yang sangat ketat sejak bangun pagi sampai akhir kegiatan Pukul 22.00 Wita. Kita susun rencana kerja yang padat bagi para peserta,” ungkap Bambang.

Ditambahkannya, model pembinaan fisik dan mental buat peserta, pihaknya menghadirkan anggota TNI khusus dari Kodim 1604/Kupang.

Selama pelatihan inipun, kata Bambang, peserta juga dibina bukan saja dalam hal materi di dalam kelas tetapi juga praktek lapangan. Selama 75 hari mereka juga menanam sekaligus memanen tanaman dan ternak yang dilakukan secara mandiri di kawasan BBPP Kupang.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *