Pelajar di Kupang Tewas Tenggelam di Bendungan Tilong

 

Foto ilustrasi.

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Salah satu pelajar di Kupang atas nama Alfin A Haeleke (18 tahun) ditemukan tewas di Bendungan Tilong di wilayah Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/3/2021) sekitar Pukul 06.20 Wita. Korban tewas setelah bersama rekan-rekannya  mandi di areal bendungan tersebut.

Korban baru bisa ditemukan setelah Tim Basarnas turun ke lokasi dan berhasil ditemukan mayat korban pada petang hari sekitar Pukul 15.15 Wita.

Mengutip laporan Polisi lingkup Polres Kupang, Sabtu (27/2/2021) disebutkan, korban tenggelam atas nama,  Alfin A. Haeleke, salah seorang Pelajar, beralamat di  RT 003 / RW 002, Dusun I, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten  Kupang.

Kronologis kejadian, berawal dari korban bersama dengan rekan-rekan  yang juga merupakan saksi melakukan aktifitas lari pagi sekitar 04.30 Wita dari rumah menuju Bendungan Tilong. Setibanya di Bendungan Tilong mereka beristirahat sejenak.

Tak lama kemudian para saksi hendak mandi di lokasi Bendungan dengan cara melompat dari dinding penahan air pembuangan bendungan dan berenang ketepian.

Setelah para saksi melompat dan sudah berenang menuju ke tepian, salah satu saksi melihat korban melompat dari tempat yang sama. Tiba-tiba korban berteriak meminta tolong sehingga dua orang  saksi lainnya  hendak menolong, namun karena takut ikut tenggelam sehingga keduanya kembali berenang ke tepian bendungan.

Pasca kejadian tersebut para saksi langsung meminta bantuan kepada warga sekitar dengan cara menelpon keluarga dan orang tua korban.

Sekitar Pukul 09.00 Wita tim Basarnas tiba di TKP dan melakukan upaya pencarian terhadap korban tenggelam dan sekitar pukul 15.15 wita Tim Basarnas berhasil mengevakuasi korban dari dalam Bendungan, kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Dari hasil pemeriksaan fisik luar oleh dr. Judith W. P. Hambelton dari Puskesmas Tarus bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik ditubuh korban dan murni korban meninggal akibat kehabisan nafas di dalam air.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan outopsi serta dibuatkan berita acara penolakan outopsi.

Adapun identitas para saksi yakni,  Yandri Aome (17 tahun)   pelajar beralamat di RT 002 / RW 001, Dusun I, Desa Oelnasi. Saksi lainnya,  Nirius Nenohai (19 tahun) Pelajar, Alamat RT  004 / RW 002, Dusun I, Desa Oelnasi dan Saksi Nebayot Samene (18 tahun) Pelajar, Alamat : RT 002 / RW 002 Dusun I, Desa Oelnasi, Kecamatan  Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.(*/ER).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *