PW Serikat Nelayan NU NTT Tolak Kebijakan Impor Garam

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Pengurus Wilayah (PW) Serikat Nelayan NU Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak dengan tega kebijakan pemerintah pusat terkait impor garam. Penolakan ini karena Serikat Nelayan NU melihat potensi garam di NTT mencukupi kebutuhan garam di dalam negeri.

Langkah yang perlu dilakukan adalah memperkuat tata kelola penambangan garam dengan memberikan pelatihan kepada penambang garam agar terampil dalam menghasilkan produk garam berkualitas.

Ketua PW Serikat Nelayan NNU NTT, Angki Laane, S.Sos menyampaikan hal ini di Kupang, Kamis (25/3/2021).

Dikatakan Angki, pihaknya menolak dengan keras pemerintah mengimpor garam. Alasannya karena garam di NTT bisa mencukupi kebutuhan di Indonesia,  tinggal saja semua stakeholder berkolaborasi mencari solusi tata kelola dengan baik saja.

Menurutnya,  penolakan ini dilakukan karena impor garam merugikan masyarakat penambak garam, karena harga garam menurun drastis.

” Solusinya yang  pertama adalah perbaikan cara pengelolaannya. Kedua,  jadikan garam industri, dan ketiga, memberikan pelatihan bagi penambak garam tata cara pengelolaan yang  baik dan benar,” usul Angki.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT) Josef Nae Soi (JNS) meminta dukungan penuh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam memperjuangkan penyerapan garam produksi lokal petambak garam di NTT, agar pemerintah tidak perlu lagi mengimpor garam.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nae Soi saat memberikan sambutan selamat datang kepada Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti beserta rombongan, yang hadir dalam rangka membuka Focus Group Discussion (FGD) Pemprov NTT yang bertema “Strategi Peningkatan Indeks Kemandirian Fiskal Provinsi NTT” di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu (24/3/2021).

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti hadir didampingi Senator asal NTT, Abraham Liyanto, Angelius Wake Kako dan Asyera RA Wundalero, serta Senator asal Aceh Fachrul Razi dan Senator asal Lampung Bustami Zainuddin.

“Terus terang kami minta dukungan kepada DPD RI menyampaikan kepada pemerintah agar jangan impor garam, tapi bantu untuk serap garam kami di NTT,” jelas Wagub Josef.

“Provinsi ini punya potensi untuk menghasilkan 1 juta ton garam, dan bisa ditingkatkan lagi bila terserap dengan baik,” tambah Wagub Josef.

Namun pemerintah memutuskan untuk mengimpor garam, sehingga garam produksi lokal belum terserap secara maksimal.

“Padahal kalau potensi ini tergarap, sudah menjadi salah satu bagian dari penyumbang meningkatnya indeks kemandirian fiskal daerah,” tandas Wagub Nae Soi.

Karena alasan itulah Wagub Nae Soi meminta dukungan DPD RI menyampaikan ke pemerintah pusat agar tidak lagi mengimpor garam melainkan membantu maksimalkan penyerapan garam lokal di NTT.

Menanggapi hal tersebut, La Nyalla dengan tegas mengatakan akan menyuarakan harapan Pemprov NTT itu kepada pemerintah pusat.

“Kami hadir di DPD RI sebagai wakil daerah tentu akan menyuarakan harapan yang disampaikan Pak Wagub tadi. karena sudah menjadi bagian dari peran kami DPD sebagai advokat daerah. Apalagi tagline kami di DPD sudah jelas. Dari Daerah untuk Indonesia,” tegas La Nyalla.

Lebih lanjut La Nyalla juga menyarankan Pemprov NTT agar secara maksimal memanfaatkan adanya tol laut serta pembangunan akses jalan dan infrastruktur lainnya yang merupakan kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memangkas biaya logistik dan menata rantai pasokan.

“Hasil pembangunan dan kebijakan itu harus dimanfaatkan maksimal oleh Pemda. Sampaikan saja kalau di lapangan misalnya tidak berjalan. Atau ada hambatan atau ada yang menghambat,” kata La Nyalla.

Selain itu juga La Nyalla meminta Pemda untuk pro-aktif melakukan koordinasi yang intensif dengan instansi terkait seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dimana hal itu bertujuan untuk membantu petambak garam lokal untuk menaikkan dan menjaga kadar NaCl di atas 97 sehingga dapat diserap oleh industri. Selain juga dukungan dari Bank Daerah untuk permodalan.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *