Potensi Pangan di NTT Banyak Tinggal Butuh Sentuhan Tangan Trampil

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Potensi pangan lokal di Nusa Tenggara Timur ( NTT) sesungguhnya sangat banyak yang  bisa mendorong pertumbuhan pendapatan masyarakat NTT itu sendiri. Hal ini tinggal mendapat sentuhan tangan trampil dari tim BBPP Kupang maka dapat menghasilkan prodak makanan yang bergizi.

Hal ini sudah dibuktikan salah satu perempuan yang punya talenta luar biasa, Ir Wiwiek. Yuniarti, M.Si, yang mengabdikan dirinya pada  Widyaiswara Balai Besar Penyuluh Pertanian ( BBPP) Kupang bidang Teknologi Pasca Panen pada Pengolahan Pertanian.

Wiwiek ketika ditemui di ruang kerjanya pekan lalu nengungkapkan kalau selama ini dirinya sudah melatih untuk Balai ratusan angkatan yang datang dari 11 Provinsi di Indonesia. Baik yang hadir di BBPP maupun dirinya yang ke Provinsi lain.

Menurut  Wiwiek,  beberapa kegiatan untuk tahun 2021 dari Widyaiswara bagi kelompok wanita tani atau kelompok tani dibidang pengolahan sudah diprogramkan.

“Untuk kegiatan tahun 2021 ini, kami sudah melatih 30 orang non aparatur dari kupang maupun dan daratan timor, yang kami latih adalah cara membuat susu dari Jagung. Artinya dari orang- orang yang kesulitan mendapatkan susu dari ternak, bisa kita buat susu sendiri dengan murah meriah dari jagung, proteinnya tidak kalah dengan susu sapi,” jelasnya.

Wiwik juga menjelaskan, beberapa waktu lalu selama 3 hari juga melatih para ibu-ibu wanita tani, bagaimana mengolah tanaman pangan, tanaman rempah-rempah untuk dijadikan jamu-jamuan, empon-empon dari kunyit, jahe, sere untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi covid-19.

Dirinya juga melatih para wanita tani untuk bisa trampil mengelola potensi yang ada, contohnya buat sirup nenas, Se’i sapi, buat dodol dari pisang, minuman anggur dari pisang, krupuk dari sawi.

Sewaktu melatih wanita tani di Sumlili Kabupaten Kupang, karena panen bawang melimpah dan harga bawang juga menurun, Wiwiek melatih cara membuat pasta dari bawang dan bisa bertahan sampai 3-4 bulan dan juga brambang goreng.

Harapannya dengan melatih para kelompok wanita tani ini, kedepannya bisa mandiri dan bisa mengatasi persoalan walaupun dimasa pandemi.

Walaupun usaha bertaninya jatuh bangun, setidaknya mereka punya usaha sambilan yang punya nilai tambah bagi keluarga. Bisa manfaatkan pekarangan yang ada.

Dan satu harapan yang diinginkan wiwiek adalah ilmu yang sudah di dapat, bisa menghasilkan prodak dalam usaha home industri. ( ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *