Resmi Dilantik,  PW Serikat Nelayan NU NTT Siap Tancap Gas

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Pengurus Wilayah Serikat Nelayan Nahdatul Ulama ( NU) NTT dan Pengurus Cabang Kota Kupang masa bakti 2021-2025 secara resmi telah dilantik Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP)  Serikat Nelayan Nahdatul Ulama ( NU) , Haji Wijaksono, Minggu (21/3/2021).

Setelah pelantikan ini, seluruh pengurus dan anggota siap tancap gas melaksanakan kegiatan sesuai amanah yang disampaikan Ketum, mendata potensi dan membangun komunikasi dengan pemda-pemda di NTT.

Ketua Pimpinan Wilayah ( PW) Serikat Nelayan NU NTT, Angki Laane, S.Sos, mengatakan hal ini kepada Media ini  seusai dilantik bersama pengurus lainnya di Wisma Harapan Baru Kota Kupang, Minggu (21/3/2021).

Dikatakan Angki, saat ini kepengurusan di tingkat Provinsi telah resmi dilantik termasuk Kota Kupang. Sebentar lagi pengurus di Kabupaten Alor juga dilantik Ketum. Langkah yang siap dilakukan, lanjut Angki, pihaknya bertekad mengangkat derajat nelayan yang ada di NTT.

Selama ini, kata Angki, nelayan hanya bekerja mencari nafkah dan tidak memiliki manajemen yang kuat juga bergaining dengan pemerintah agak lemah.  Dengan pelantikan ini maka mereka akan mendata semua nelayan bukan saja orang NU tetapi lintas agama.

“Nelayan kita di NTT ini bukan cuma orang NU tapi ada Kristen, Katolik jadi beraneka ras, agama dan suku. Oleh ketum kita rangkul semuanya. Nanti nelayan ada jaminan asuransi secara gratis. Saat ini masih dibicarakan di tingkat pusat,” kata Angki.

Sementara Haji Wijaksono dalam sambutannya mengatakan,  dirinya menginjakan kaki pertama kali di NTT pada tahun 2011. Saat itu dirinya hendak ke Timor Leste dan melihat wilayah NTT kering dan ternak kambing berkeliaran.

Hal ini, kata Haji Wijaksono menunjukan ada potensi yang mustinya di kembangkan. Ada panas matahari, lahan yang luas bisa dimanfaatkan untuk usaha penambangan garam. Karena saat ini Indonesia masih impor garam industri.

Haji Wijaksoni mengajak pemerintah NTT perlu melakukan penataan manajemen SDM terutama Keterampilan mengelola alam yang sudah disediakan. Masyarakat harus jadi subjek dan bukan objek politik sesaat oleh segelintir orang.

“Saya dapat informasi bahwa NTT urutan ketiga nasional provinsi dengan tingkat kemiskinan tinggi. Ini  tantangan buat pemerintah daerah. Pemerintah tidak bisa  berjalan sendiri tetapi harus menggandeng stakeholder lainnya,” ujar Haji.

Menurutnya, walaupun Serikat Nelayan NU ini baru berusia  9 bulan tapi sudag tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Untuk itu kepada pengurus Serikat ini dirinya meminta harus bekerja keras bersama rakyat kecil sehingga menjadi subjek pembangunan dan tidak  menjadi objek politik.

“Pesan saya kepada Serikat Nelayan di NTT data potensi dulu. Petakan dulu lahan, lihat standarisasi harga. PB-NU saat ini tengah menjajaki  MoU dengan Kementrian Kelautan walau masih tersirat. Nanti ada pemberian 1 juta asuransi gratis kepada nelayan. Tolong jangan fikir ekonomi tapi kerja sosial dulu,” pungkasnya.

Wakil Walikota Kupang, Herman Man menyampaikan profisiat atas kehadiran Serikat Nelayan NU di Kota Kupang. Pemkot siap menjadi mitra dalam membangun Kota Kupang.

Dalam pembangun, katanya, ada lima komponen yang harus saling mendukung termasuk Serikat Nelayan ini. Nelayan di NTT itu diakuinya campuraduk dan informasi bahwa nelayan yang masuk di Serikat lintas agama tentu ini luar biasa.

Ditambahkan Herman, bukan soal  ekonomi saja tapi semangat nasionalisme kebangsaan itulah yang patut dipertahankan. Apalagi Kota Kupang ini terkenal dengan kota toleransi maka ini merupakan wujud nyata hidup  toleransi dan tidak ada diskriminasi. Adanya asuransi nelayan dan pemberdayaan kepada nelayan tentu pemkot sangat gembira.

Ketua  Pengurus Wilayah NU NTT,  Jamaludin Ahmad menyatakan mendukung penuh serikat ini karena ini banom NU. Dirinya berharap jangan ikut arus dalam membangun bangsa. NU punya tanggung jawab menurunkan kemiskinan.

“Harapan saya serikat ini jangan cuma papan nama tetapi harus mengelola administrasi manajemen dengan baik. Karena potensi ada cuma mind seat warga kita perlu dirubah,” pinta Jamal.

Tema kegiatan ini adalah : “Kebangkitan nelayan mewujudkan NTT Bangkit Menuju masyarakat sejahtera”.

Hadir Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man,  Ketua FPKB DPRD Kota Kupang, Awalde Berek, Ketua NU NTT, Jamal Ahmad, Sekertaris NU NTT, Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Kadis Perikanan dan Kelautan Kota Kupang serta anggota Serikat Nelayan baik provinsi maupun Kota Kupang juga undangan lainnya.(ER).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *