Usai Lantik PW Serikat Nelayan NU NTT, Ketum Sambangi Perkampungan Nelayan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP)  Serikat Nelayan Nahdatul Ulama ( NU) , Haji Wijaksono secara langsung akan melantik Pengurus Wilayah (PW) Serikat Nelayan NU Provinsi NTT dan  pengurus cabang dua kabupaten/kota di NTT yakni Kota Kupang dan Alor.

Selain agenda pelantikan itu, Ketum juga akan meninjau perkampungan nelayan di lokasi penjualan ikan Pasir Panjang Kota Kupang, sekaligus memberikan bantuan untuk kelompok nelayan.

Ketua Pimpinan Wilayah ( PW) Serikat Nelayan NU NTT, Angki Laane, S.Sos, mengatakan hal ini di Kupang, Kamis (18 /3/2021) usai memimpin rapat bersama pengurus, panitia dan anggota.

Angki menuturkan, Ketum akan segera melantik pengurus Serikat Nelayan NU Wilayah NTT dan Kota Kupang di Wisma Harapan baik Kupang, Minggu 21 Maret 2021. Dalam  rencana pada pelantikan oleh ketum ini akan dihadiri  Wakil Walikota Kupang.

Selain itu jelas Angki, sehari setelah pelantikan tepatnya tanggal 22 Maret 2021, Ketua Umum dan Wilayah akan melantik pengurus Serikat Nelayan NU Cabang Alor di Kalabahi.

“Diagendakan Ketua Umum akan meletakkan batu pertama pembangunan Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Nelayan ( SPBN) dan juga akan meninjau budidaya rumput laut di Pantar, dan tambak garam di Kabupaten Alor,” jelas Angki.

Dirinya menuturkan, Serikat Nelayan NU ini cikal bakal dari pembentukan Banom baru dari NU pusat, yang ingin mengembangkan sayapnya dengan membentuk Serikat Nelayan di seluruh Indonesia.

“Kita tidak pungkiri bahwa nelayan-nelayan di Indonesia itu adalah kaum Nahdiyin dan kebanyakan NU. Jadi dari pusat, ingin merangkul para nelayan untuk disatukan dengan membentuk Banom baru yaitu Serikat Nelayan NU,” kata aktivis KNPI ini.

Pria keturunan Buton yang lahir besar di Kupang ini melanjutkan, khusus di  NTT sendiri sudah terbentuk pimpinan cabang serikat nelayan NU di 12 Kabupaten.

Pengurus Cabang di 12 kabupaten/kota yakni di  Alor,  Ngada,  Nagekeo, Flores Timur,  Sumba Timur, Sumba Barat,  Sumba Barat Daya,  Kota Kupang, Sumba Tengah, Lembata, Manggarai Barat dan Manggarai.

” Perlu di ketahui bahwa Serikat Nelayan NU khusus di NTT bukan hanya kaum nahdiyin saja, tetap non pun kami akan rangkul,” tambah Angki.

Ditanya Soal persiapan pelantikan ditengah situasi covid-19 ini, Angki mengatakan bahwa pesiapan H-3 ini sudah 95 persen, dan akan mentaati protokol kesehatan yang ada, dengan mencuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PWNU NTT, Abdul Rifai Betawi, S.Pd, mengatakan, pembentukan Serikat Nelayan ini sebagai titik awal kebangkitan nelayan di Indonesia.

Khususnya di NTT, walaupun pada dasarnya nelayan itu sudah banyak dari instansi pemerintah yang mengadvokasi semua.

” Saya rasa NU dan badan serikatnya ini akan lebih menyatu dengan masyarakat, karena NU ini memiliki basis-basis masyarakat yang sangat kuat dan menjiwai karateristik masyarakat itu,”  tuturnya.

Oleh karena itu kata Rifai, kehadiran Ketua Umum Serikat Nelayan Haji Wijaksono bukan hanya sekedar berkumpul, tetapi menjadi pintu masuk dari pada perubahan di wilayah NTT khususnya di Kota Kupang.( ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *