BBPP Kupang Komitmen Mendukung Program TJPS Pemprov NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung penuh Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub, Josef Nae Soi.

Bentuk dukungan atas Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT ini berupa pelatihan-pelatihan kepada petani dan penyuluh lapangan agar mereka memiliki bekal keterampilan yang baik dan profesional.

Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Hariyanto, MM menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Senin (15/3/2021).

Dijelaskan Bambang, dari BBPP Kupang akhir tahun lalu sudah memberikan pelatihan buat petani dan penyuluh. Pelatihan yang dilakukan seperti  pelatihan alsintan yakni melatih petani menggunakan alat pertanian berupa traktor juga sejenisnya.

Menurutnya, ini semata-mata dalam upaya Mendukung program TJPS yang sudah dicanangkan Pemprov NTT. Kegiatan seperti ini akan terus ditingkatkan walaupun dalam situasi pandemi covid-19 tetapi tetap mematuhi protokoler kesehatan covid.

“Untuk dukung program Gubernur NTT, kita berikan pelatihan kepada petani dan penyuluh soal pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Contohnya,  di TJPS ini kan menghasilkan jagung dimana petani bisa manfaatkan tongkol jagung diolah jadi pakan ternak,” jelasnya.

Pelatihan ini, katanya, dilaksanakan di akhir tahun 2020. Diharapkan limbah pertanian bisa dimanfaatkan sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Selain tongkol jagung, lanjut Bambang, merekapun memberikan  pelatihan bagaimana memanfaatkan limbah pertanian dari batang pohon jagung.

Batang jagung diolah menjadi pupuk organik. Ini akan bermanfaat dan mengurangi biaya pemupukan dengan demikian diharapkan petani menjadi sejahtera.

Terkait dengan program di  Tahun 2021, Bambang menuturkan bahwa  ada program penetasan unggas. Selain mengawal program Kementrian Pertanian terkait Program Food Estate, juga pihaknya melakukan pemeliharaan itik karena telurnya bisa diawetkan menjadi telur asin.

“Kita juga da program kerjasama dengan DPR Komisi IV dengan memberikan pelatihan kepada petani dan penyuluh kita di Manggarai Barat, Manggarai,  Manggarai Timur, Ende dan Ngada. Pekan depan memberi bimtek kepada petani juga,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sektor pangan adalah potret hidup matinya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu, perlu usaha besar-besaran, radikal, dan revolusioner.

Hal ini selalu ditekankan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi.

Dedi pada setiap kali diminta sebagai pembicara di Kampus-Kampus selalu mengangkat tema Petani Milenial Masa Depan Bangsa.

Sosok penyandang gelar profesor riset alumni Institut Pertanian Bogor itu menekankan upaya pemerintah bernama Program Upaya Khusus.

Kerja keras tersebut memetik sukses dan menjadikan Indonesia mampu berswasembada pada 2015 lampau.

“Di tahun 2045, kita bertekad menjadi lumbung pangan dunia,” cetus Dedi penuh semangat.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *