BBPP Kupang Diberi Tugas Kawal Pengembangan Kawasan  Food Estate di NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diberi tugas khusus oleh Kementrian Pertanian dalam hal pengembangan Program Food Estate. Untuk di NTT Program Food Estate dikembangkan di Kabupaten Sumba Tengah dan di Belu.

BBPP Kupang wajib memberikan pengawalan,  pendampingan kepada petani dan penyuluh yang ada di kedua kabupaten ini. Selain itu, berkewajiban melatih,  membimbing dan mengawal sehingga program yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian RI ini bisa sukses.

Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Hariyanto, MM menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Senin (15/3/2021).

Dijelaskan Bambang, terkait dengan Program Food Estate di NTT, pihaknya mensuport penuh  program Kementrian Pertanian ini. Saat ini program Food Estate tengah dikembangkan di   dua kabupaten yakni  Sumba Tengah dan Belu. Dari dua kawasan ini, kata Bambang, yang sudah dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Sumba Tengah pada Februari 2021 lalu.

“Jadi soal program kerja BBPP Kupang sebagai salah satu pelaksana teknis dibawa Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP),  kita mendapat tugas pokok salah satunya adalah mensuport food estate ini,” jelas Bambang.

Bentuk suport yang dilakukan BBPP Kupang, sebut Bambang, mereka harus memberikan pengawalan serta pendampingan kepada petani dan penyuluh yang ada di kedua kabupaten ini.

“Kita berkewajiban melatih, membimbing dan mengawal sehingga program yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian ini bisa sukses. Saat inipun pelatihan-pelatihan buat petani dan penyuluh terus kita lakukan karena mereka jadi ujung tombak di lapangan,” ujar pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah tahun 1963 ini.

Mengutip sumber-sumber Media disebutkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo pada setiap kesempatan menegaskan, program food estate adalah komitmen pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan suatu daerah agar terjadi pemerataan.

Salah satu hal yang diminta  Presiden adalah menyikapi daerah-daerah defisit pangan terutama beras. Salah satu daerah yang devisit itu adalah NTT.

Sejauh ini, program food estate sudah berjalan dan berkembang di tiga Provinsi, yaitu di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas Kalimantan Tengah, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara. Rencannya, program tersebut akan diadopsi hingga merata ke tiap Provinsi di seluruh Indonesia.

Khusus di NTT, Syahrul menjelaskan, tantangan yang terjadi saat ini adalah sumber air yang masih minim. Karena itu, Kementerian Pertanian bersama Kementerian lain akan membangun sumbur bor solar shell yang terintegrasi dengan infrastruktur lainnya.

Dengan demikian pada saat musim kering di mana biasanya rakyat tidak melakukan apa-apa, pemerintah coba sikapi dengan berbagai pendekatan seperti membuat sumur di beberapa tempat, kemudian irigasi-irigasi terintegrasi.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *