Hasilkan Lulusan Bermutu dan Berstandar,  STIKES Maranatha Perkuat RPS

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Untuk mencapai kompetensi mahasiswa yang dihasilkan memiliki standar yang baik dan bermutu, para Dosen STIKES Maranatha, Kupang melakukan Workshop proses belajar mengajar atau PBM, sebagai langkah awal untuk memasuki smester baru tahun ajaran 2020-2021.

Adapun persiapan yang di lakukan dosen, yaitu menyusun rencana pembelajaran semester atau RPS untuk 6 bulan kedepan. RPS itu  terkait dengan isi dari pada sebuah mata kuliah beserta proses-prosesnya, apa yang dilakukan oleh dosen dan apa yang dilakukan oleh mahasiswa.

Hal ini dijelaskan, Stefanus Mendes Kiik, M.Kep. Sp. Kep.Kom Ketua Stikes Maranatha saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis ( 5/3/2021).

Stefanus yang di dampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik, Muhammad Saleh Nuwa, S.Kep. NS.M. Kep, menjelaskan, setiap semester para dosen melakukan workshop PBM dengan tujuan untuk melalukan revisi atau perbaikan -perbaikan yang mungkin selama smester yang lalu ada hal-hal yang masih kurang, sehingga dosen melakukan perbaikan.
“Setiap semester kita harus melakukan workshop PBM dengan tujuan kita melakukan revisi atau perbaikan, yang mungkin selama semester yang lalu ada hal-hal yang masih kurang, kita perbaiki,”  ujarnya.

Untuk smester baru ini, Kata Stefanus, dosen membuat terobosan yaitu menambah RPS dengan kisi-kisi soal dan uraian tugas mahasiswa.

Uraian tugas yang sudah dimuat di bagian atas dari RPS, dosen jabarkan secara detail sehingga mahasiswa lebih paham tentang tugas-tugas yang mereka akan kerjakan, sehingga mahasiswa tidak bingung.

Sementara Muhammad Nuwa menambahkan, diawal smester, workshop yang dilakukan dosen merupakan hal rutin dikerjakan. Ini masuk semester genap tahun ajaran 2020-2021.

Untuk PBM ada 3 program study yaitu, – Program study S1 Keperawatan. – Program study profesi nurse. -Progran study D3 Kebidanan.

” Dalam workshop ini, bagaimana kita merancang mata kuliah yang akan kita ajarkan kepada mahasiswa sehingga mahasiswa bisa menerimanya dengan baik,”  jelasnya.

Muhammad juga menjelaskan, apa yang dirancang dalam workshop untuk mata kuliah yang pertama adalah, – -Strategi pembelajaran.

Dimasa pandemi covid-19 ini metode akan dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak mengurangi esensi yang seharusnya mahasiswa dapat pada saat normal, tatap muka dan sebagainya sehingga kompetensi itu bisa tercapai – input.

“Dosennya dari metode sampai evaluasi itu dirancang semua. Dosen duduk bersama membicarakan mata kuliah masing-masing, dan mata kuliah tersebut baiknya seperti apa,” beber Muhammad.

Stefanus menambahkan, dalam satuan pembelajaran semester itu, sebenarnya ada yang teori, ada yang Lab dan ada praktik. Jadi yang teori ini, untuk smester secara online. Tetapi yang Lab, secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.

” Karena memang di kampus juga ada tim Covid-19 yang sudah di SK kan dari bulan Juni 2020. Kalau SKS nya praktek di klinik, puskesmas dan desa maka kita akan turunkan, dengan protokol kesehatan yang ketat. Biasa sebelum turun praktek, mahasiswa wajib rapid, swab,” tambah Stefanus.

Stefanus berharap, metode secara online itu teori dan Lab serta praktik itu ofline, bisa ciptakan tenaga kesehatan yang nantinya mereka akan merawat manusia, maka tanggung jawab besar ada di dosen.

Oleh karena itu walaupun masih kondisi covid- 19 tetapi dosen tetap memperjuangkan agar kopetensi mahasiswa yang dihasilkan itu tetap memiliki standar yang baik.

           BUKA PRODI BARU

Stefanus dalam wawancara tersebut menambahkan, Stikes Maranatha akan membuka program study baru yaitu untuk profesi bidan, untuk S1 profesi kebidanan.

Dari Stikes Maranatha mengharapkan, dalam waktu dekat ini apabila dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi( LLDIKTI) merekomendasikan dan segera di urus ijinnya.  Rekomendasi LLDIKTI merupakan syarat mutlak dan wajib untuk pengajuan ijin ke DIKTI.

Muhammad juga mengatakan, persiapan selama PBM , ada banyak hal yang dipikirkan terutama pembentukan program study profesi bidan, mulai dari sarjana kebidanan dan profesi.

“Sementara ini kita sudah bentuk tim, dan tahap ini kita siapkan untuk penyusunan berkas ke LLDIKTI untuk mendapatkan rekomendasi,” ujarnya.(ER).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *