Mabes Polri Bentuk Kampung Tangguh Penyulingan Minyak Kayu Putih di TTU

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Markas Besar (Mabes) Polri melalui  Polres Timor Tengah Utara (TTU)  memprakarsai terbentuknya kampung tangguh penyulingan minyak kayu putih di Desa Tuames, Kecamatan Biboki Anleu dan Desa Numusu Wini, Kecamatan Insana Utara.

Program penyulingan ini dimungkinkan karena wilayah ini potensi tumbuhan kayu putih juga mendukung dan dari aspek sumber daya,  ada ruang untuk warga setempat berusaha.

Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka, S.KM menyampaikan hal ini  saat dihubungi lewat telepon seluler, Rabu (24/2/2021).

Dijelaskan Thomas,  kegiatan launching Desa tangguh ini merupakan program dari Mabes Polri dan secara teknis di follow up oleh jajaran Polres Timor Tengah Utara.

Dikatakannya,  ada kelompok yang sudah memulai kegiatan dalam hal penyulingan minyak kayu putih sekitar 2 tahun berjalan. Hal ini karena  potensi tumbuhan kayu putih juga mendukung dan dari aspek sumber daya, ada ruang untuk mereka berusaha.

Dimasa pandemi covid-19 ini kata Thomas, Mabes Polri melihat bahwa masyarakat di Desa Tuamese dan Desa Numusu Wini sangat kreatif dan inovasi dalam hal meningkatkan taraf hidup dari sisi ekonomi dan penghasilan.

“Walaupun nilai ekonomisnya mungkin tidak terlalu besar, tapi paling tidak mereka sudah melakukan sesuatu yang bisa mendongkrak dari sisi penghasilan,”  katanya.

Ditanya Soal pemasaran minyak kayu putih hasil dari masyarakat TTU, Thomas yang dikenal ramah ini menjawab, minyak kayu putih ini, bukan hanya di Kefamenanu saja di pasarkan, tetapi juga di Kota Kupang, termasuk di lluar NTT bahkan merambah ke manca negara, yaitu Jerman.

Hanya saja, jelasnya, penyulingan minyak Kayu putih ini masih dilakukan secara tradisional, misalnya masih menggunakan kayu bakar, drum dan pipa.

Ditambahkannya, pada acara launching ini turut  hadir lintas sektor. Sehingga ada saran dan pendapat bahwa kelompok usaha ini diminta untuk membuat proposal kepada Dinas PMD dan Perindag untuk berupaya melobi  ke Kementrian untuk membantu mereka dalam hal prasarana yang memenuhi standar kesehatan.

Thomas Laka, dalam hal ini mewakili Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, memberikan apresiasi kepada masyarakat. Walaupun dalam kondisi covid-19 ini, mereka bisa berinisiasi atau membuat kegiatan inovasi.

Dari sisi kesehatan,  menurutnya, mencoba membantu semacam penilaian terkait dengan aspek kelayakan dan juga kesehatan. Tim dari Dinas kesehatan yang akan turun untuk melihat, dan merekomendasikan agar mereka bisa mengurus ijin operasionalnya itu lewat Kantor Perijinan Satu Pintu Kabupaten TTU.

Dirinya mengharapkan, supaya ada aspek legalitas dari sisi kesehatan, misalnya ada dari Balai POM. Sehingga kualitas dari minyak kayu putih ini bisa beredar disemua daerah bahkan sampai ke manca negara. Karena kualitas minyak kayu putih di Wini dan Ponu ini kualitasnya sangat baik.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Dias Quintas, Kadis Kesehatan mewakili Pemerintah Kabupaten TTU, Lintas sektor, Dandim di wakili oleh Danramil masing-masing Kecamatan, Camat dari masing-masing Kecamatan, Kapolsek dari 2 Kecamatan, Kepala Desa, Dusun, RT, kelompok usaha Minyak Kayu putih, petugas Puskesmas, TNI dan Polri. Selama  pelaksanaan launching, semua undangan mematuhi Protokol kesehatan.( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *