Pedagang Pasar Fatululi Keberatan Kenaikan Harga Sewa Los Lapak

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang keberatan dengan adanya kenaikan harga sewa lapak. Kenaikan diduga secara sepihak ditengah pandemi Covid-19 justru sangat mencekik.

Untuk itu, para pedagang melalui Wakil Rakyat di DPRD Kota Kupang untuk meminta pemerintah Kota Kupang meninjau kembali rencana kenaikan sewa lapak tersebut.

Hal ini diutarakan perwakilan para pedagang Pasar Fatululi,  Rian Pakniany dan Yos Muda kepada Media ini saat menemui kalangan DPRD Kota Kupang, Jumat (19/2/2021).

Rian Pakniany menjelaskan, dirinya merupakan pedagang di Pasar Fatululi sudah memasuki tahun ke 10. Secara pribadi dan sesama pedagang merasa
merasa tidak puas dengan kenaikan harga sewa lapak yang diberikan oleh pihak PD Pasar Kota Kupang.

Terhadap kondisi ini, jelas Rian, dengan berbekalkan surat pemberitahuan perubahan harga kios yang ditanda tangani oleh Direktur Pemasaran, Maksi Nomlene, SH; MH, dirinya bersama rekannya mendatangi DPRD Kota Kupang.

Dihadapan  Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi PKB, Walde Taek dan Anatji Ratu Kittu, Rian bersama rekannya  mengeluhkan dengan adanya kenaikan sewa lapak yang menurutnya sangat mencekik pedagang kecil.

Apalagi, lanjut Rian, ditengah suasana pandemi covid-19 yang rata-rata penghasilannya sangat menurun dratis.

“Kenaikan harga sewa lapak bervariasi, pada tahun 2020, harga sewa Rp 891.160 untuk lapak bagian belakang. Tahun 2021 ini ada surat pemberitahuan kepada kami, bahwa harga sewa lapak naik menjadi Rp 1.750 untuk lapak bagian belakang dan Rp 5 juta untuk lapak bagian depan per-tahunnya. Kami anggap ini sangat tidak adil, karena kenaikan ini tanpa ada sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya” tutur Rian.

Hal senada juga disuarakan oleh Yos Muda. Dirinya merasa dengan kenaikkan harga sewa lapak ini sangat memberatkan para pedagang.

Apalagi ditengah covid-19 penghasilan para pedagang turun drastis dengan sepinya pembeli sehingga pendapatan pedagang minim.

“Dengan kedatangan kami ke DPRD Kota Kupang ini, kami berharap keluh kesah kami bisa di dengar, karena besarnya sewa lapak sangat memberatkan dan harapan kami agar kenaikan secara sepihak ini bisa di pending,” pinta Yos.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *