BBPP Kupang dan Kapten Indonesia DPW NTT Teken MoU  Menjaring Petani Muda Magang di Jepang

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Dunia Pertanian merupakan salah satu mata pencaharian yang digeluti sebagian masyarakat Indonesia termasuk kalangan muda Indonesia.

Mereka mengolah lahan, menanami dengan bermacam-bermacam tanaman untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, saat ini peran petani milenial mempunyai peran yang sangat penting.

Petani milenial sendiri adalah petani yang berusia antara 19 sampai 39 tahun, gerakan dibentuknya petani milenial diyakini dapat mensejahterakan kehidupan berbangsa.

Demi meningkatkan kemampuan para petani muda, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia (Kapten) berencana mengirimkan petani muda untuk magang di Jepang.

Menindaklanjuti Kesepakatan Kementarian pertanian dengan Kapten Indonesia, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang mendapat amanat untuk menjaring 50 orang petani muda di wilayah Nusa Tenggara Timur dan melakukan penandatangan MoU dengan Kapten Indonesia DPW NTT pada tanggal 9 Februari 2021.

BBPP Kupang melakukan penjaringan 50 orang muda NTT untuk di ikutkan dalam selesi magang jepang, sampai saat ini pertanggal 9 Februari 2021 sudah ada sekitar 230 orang yang mendaftar di email BBPP Kupang dan akan diseleksi secara ketat oleh tim seleksi magang di Jepang dari BBPP Kupang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, peran SDM dalam pertanian sangat penting. Peran SDM dalam pembangunan pertanian sangat vital.

“Oleh karena itu, kita terus menggenjot kemampuan, pengetahuan dan skill SDM pertanian, salah satunya dengan program magang ke Jepang,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengemangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, kemajuan suatu negara diawali dari kemajuan pertanian.

“Kita bisa lihat negara-negara maju di dunia ini, seperti Amerika, China, Jepang, Korea, Australia, negara negara Eropa seperti Belanda, Swedia dan lainnya, mereka maju karena diawali majunya sektor pertanian. Jadi jika ingin negara kita maju, harus maju dulu sektor pertaniannya,” ujarnya.

Lanjut Dedi Yang di garis bawahi Dedi Nursyamsi, yang memegang peran dalam kemajuan sektor pertanian adalah SDM.

“Dan ternyata, negara maju itu yang menonjol bukan teknologinya, bukan prasarana atau alsintannya. Tapi ternyata yang paling menonjol sumber daya manusia nya (SDM). Berarti kalau sektor pertanian ingin maju, harus dimulai dari kemajuan sumber daya manusia. Di Australia itu yang namanya sapi sangat unggul, di Jepang hortikulturanya luar biasa bagus. Hal itu bisa terjadi karena SDM-nya lebih unggul,” ujarnya.

Kepala BBPP Kupang sebagai Penanggungjawab penjaringan 50 orang petani muda di wilayah Nusa Tenggara Timur mengatakan,; BBPP Kupang siap untuk menjaring Petani muda untuk di magangkan ke Jepang dengan melakukan kerjasama dengan Kapten Indonesia DPW NTT untuk menyeleksi SDM-SDM Potensial kalangan muda NTT untuk menggeluti Dunia Pertanian dan peternakan dan untuk menciptakan pengusaha muda di sektor pertanian dan peternakan.

Di tempat yang sama perwakilan kapten Indonesia DWP NTT Burhanuddin mengatakan,  sangat Mengapresiasi kerjasama ini dan sangat snang bekerjasama dengan BBPP Kupang dalam meningkatkan Kemampuan SDM Petani Muda NTT dengan membuat kurikulum khusus berisi 6 item.

“Didalamnya 50% sesuai dengan bahasa negara tujuan 10% itu untuk budaya fisik, mental, disiplin. Kebutuhan fisik mental disiplin itu diperlukan di setiap negara. Mereka yang siap bekerja perlu sehat, perlu mental yang bagus dan yang terakhir itu adalah soal bagaimana kesiapan tentang kerohaniannya jadi ada 100 persen,” terangnya.

Menurutnya, Kapten memastikan frekuensi ketahanan dan kemampuan sesuai spek yang diminta negara tujuan.

“Kami berterima kasih kepada Kementan khususnya BBPP Kupang yang bisa melakukan kerjasama dalam hal penguatan SDM. Kami siap bekerjasama mulai dari hulu hingga hilir, mulai proses pemberangkatan sampai terlibat di bidang pengawasan dan perlindungan di luar negeri,” ujarnya.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *