Akper Maranatha Lepas 83 Mahasiswa ke  Rumah Sakit Bhayangkara dan Wirasakti

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Sebanyak 83 Mahasiswa dan Mahasiswi Akademi Perawat  (AKPER) Maranatha grubs angkatan ke 19, secara resmi dilepas lembaga dari Kampus.

Mereka akan melakukan praktek kerja di dua rumah sakit yaitu, Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Wirasakti Kupang. Para mahasiswa ini nanti dibagi menjadi 2 kelompok  masing-masing rumah sakit akan di tempatkan 41 dan 42 orang.

Direktur AKPER Maranatha, Camelia Bakker, S.Si, Teol; M.Si mengatakan hal ini saat di jumpai ditengah kegiatan pelepasan 83 Mahasiswa praktek di Aula kampus Maranatha, Kamis ( 28/1/2021).

Camelia juga menanggapi, praktek di musim covid ini, bahwa dari pihak Kampus sudah memberikan pembekalan untuk Mahasiswa mengikuti protokol kesehatan yang ada di rumah sakit, dan dari Kampus juga sudah melakukan Swab anti gen dan semuanya dinyatakan negativ.

” Saya berharap agar Mahasiswa AKPER ini bisa melakukan praktek dengan baik. Apa yang sudah mereka dapatkan di kampus bisa di implementasikan didunia nyata sesuai dengan Visi dan Misi kita yaitu, ” Melakukan sesuatu dengan tulus” dengan etika pelayanan Kristiani, mereka dalam melakukan pekerjaan tanpa memandang Agama, Suku maupun ras,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan kepada 83 Mahasiswa yang akan praktek, untuk selalu menjaga nama baik diri sendiri keluarga, kampus dan juga para dosen pengajar yang ada di kampus Akper Maranatha.

Drs, Semuel Sellan selaku Dewan Pembina Yayasan Maranatha NTT, dalam sambutannya menekankan soal beretika yang baik  Mahasiswa harus memberikan teladan dalam pergaulan di dalam maupun di luar Kampus.

Berperilaku dan bertutur kata yang sopan terhadap orang yang lebih tua. Ketika berada di lapangan kata Semuel, berupaya mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang sudah di pelajari di kampus kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian.

“Kalian harus bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja, pada prinsipnya dalam etika selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain,” pintanya.
Semuel yang di kenal ramah ini, juga bicara soal komunikasi. Menurutnya, dengan berkomunikasi yang baik dan tepat serta mudah di mengerti, akan memudahkan dalam berinteraksi baik ditempat praktek maupun dalam kehidupan sehari -hari.

Tidak kalah pentingnya juga, dirinya menekankan soal menjaga nama baik kampus selama menjalankan praktek dilapangan.

Ilmu yang sudah di dapat harus di implementasikan dengan baik dan junjung tinggi sportifitas dan satu lagi, menjaga kerahasiaan dari pasien.

Semuel berpesan, dalam berpenampilan jaga kesopanan, baik dalam berpakaian maupun bersepatu. Karena penampilan akan menunjukkan jati diri seseorang.

Salah satu Mahasiswa Praktek, Marthen Faot saat di wawancarai, mengucapkan trimakasih kepada Yayasan juga para dosen pengajar maupun pembimbing, yang telah memberikan ilmunya sehingga saat ini dirinya bisa mengikuti praktek.

Menanggapi soal etika yang disampaikan  Semuel selaku Pembina yayasan, Marthen mengatakan, setiap prilaku maupun tutur kata dan sapaan orang atau Mahasiswa itu berbeda-beda.

Pada prinsipnya selalu mengikuti nasehat dan bimbingan dari orang yang dituakan dalam hal ini,  Ketua Yayasan maupun para Dosen.

“Karena mereka adalah orang tua kami di kampus. Saya  berharap amanah yang diberikan pimpinan Yayasan, ketika turun praktek, maka kami akan menjaga etika, komunikasi yang baik serta akan, menjaga nama baik kampus dan juga kerahasiaan dari pasien merupakan teladan yang harus dijaga,” katanya. ( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *