BNN NTT Beberkan Capaian Kinerja Kurun Waktu 2020

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Pihak BNN Provinsi NTT merilis berbagai capaian yang telah dilakukan BNN dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama Tahun 2020.

Dalam setahun ini pengungkapan tersangka peredaran gelap narkotika di wilayah NTT, ada 5 orang tersangka yang diproses, empat orang diproses hukum dan satu tersangka menjalani rehabilitasi.

Dari empat tersangka, tiga tersangka diantaranya telah dilimpahkan ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera dibawa ke pengadilan guna disidangkan.

Hal ini diungkapkan, Hendrik J .Rohi selaku Penyuluh Narkoba Ahli Madya, saat Jumpa Pers Akhir Tahun terkait kinerja BNN NTT di tahun 2020, di Aula lantai 2 Kantor BNN NTT, Rabu (23/12/2020).

Dijelaskan Hendrik, untuk mendukung program P4GN ini, ada 3 pilar yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada BNN Provinsi NTT dan jajarannya. Pertama, Pilar Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat( P2M). Pilar kedua yaitu Rehabilitasi dan yang ketiga, Pilar Pemberantasan.

Hendrik selaku koordinator Bidang P2M didampingi pelaksana kegiatan, dr Daulat A. Samosir dari bidang Rehabilitasi, Marsel pada pasca rehabilitasi, AKP Yuli Bribe, Bidang pemberantasan dan penegakan hukum BNN NTT mengatakan, untuk melaksanakan kebijakan terkait dengan P2M ini, menjaga agar demand dan suplay itu harus berimbang.

“Saya mewakili bidang P2M akan menyampaikan kinerja BNN NTT sepanjang tahun 2020,” kata Hendrik mengawali penjelasannya.

Menurut Hendrik, seksi pencegahan bidang percepatan dan pemberdayann Masyarakat ( P2M) BNN NTT memiliki 2 kegiatan utama yang diusung di tahun 2020 yaitu, Advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba dan informasi P4GN.

Adapun kegiatan advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba untuk menentukan institusi/ lembaga yang reponsif terhadap kebijakan pembangunan berwawasan anti narkoba melalui asistensi pembentukan relawan anti narkoba yang memiliki pin dan sertifikat, adanya regulasi yang mendukung upaya P4GN.

Dikatakan Hendrik, sasaran kegiatan kepada stakeholder di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten kupang berjumlah 30 orang .
Serta penyampaian informasi P4GN kepada keluarga, pelajar/mahasiswa, pekerja dan kelompok masyarakat melalui media cetak, baliho, media radio, dan media online. Sehingga diharapkan menyasar seluruh masyarakat NTT.

Untuk Pemberdayaan Masyarakat, kata Hendrik, dikarenakan ketersediaan sumber daya yang dimiliki BNN, maka diperlukan pemberdayaan komponen masyarakat untuk ikut berperan serta dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor

Sementara itu Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi NTT, Lewat dokter Daulat A. Samosir menjelaskan, selama tahun 2020, Seksi Pascarehabilitasi Bidang Rehabilitasi melakukan dua kegiatan yakni berupa kegiatan peningkatan kemampuan petugas pascarehabilitasi kepada agen pemulihan serta pemantauan dan pendampingan dan bimbingan lanjut terhadap para klien pengguna narkoba.

Selain itu, kegiatan layanan pascarehabilitasi oleh agen pemulihan dan petugas pascarehabilitasi.

Sedangkan Kasie Bidang Pemberantasan dan penegakan hukum BNN Provinsi NTT, AKP Yuli Beribe, SH menjelaskan tentang pengungkapan tersangka peredaran gelap narkotika di wilayah NTT.

Selama tahun 2020, ada 5 orang tersangka yang diproses, empat orang diproses hukum dan satu tersangka menjalani rehabilitasi.

Dari empat tersangka, tiga tersangka diantaranya telah dilimpahkan ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera dibawa ke pengadilan guna disidangkan. ( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *