Maria A S Kala, S.Pd, SD : Tali Kasih Ibu, Hantar 9 Anak Perempuan ke Tangga Sukses

SOSOK Ibu, setiap detik selalu menguatkan bahunya untuk menjaga sang buah hati. Dilembutkan hatinya untuk memberi rasa aman dan diteguhkan kepribadiannya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

Itulah gambaran sosok seorang Ibu dalam kacamata pribadi, Maria A S Kala, S.Pd, SD dalam memaknai hari Ibu yang selalu dirayakan pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya.

Maria yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SDK St. Yosep 2 Naikoten Kupang, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/12/2020) menguraikan soal arti penting keberadaan seorang Ibu.

Maria merupakan satu dari 10 bersaudara dimana ada 9 perempuan dan 1 orang laki-laki. Mereka dalam dibesarkan dari kedua orangtua dimana sang
Ayah merupakan PNS dan Ibu cuma seorang ibu rumah tangga biasa. Dari tangan seorang ibu, ke 9 anak perempuannya bisa sukses meraih cita-cita.

Maria mengatakan, Hari Ibu mempunyai makna yang sangat penting, karena jasa mulia seorang ibu, kita bisa punya segala sesuatunya.

Dari tangan yang lembut, ibu bisa membuat seorang anak di dalam keluarga akan menjadi lebih baik.
Pendidikan yang paling dasar di dalam keluarga atau seseorang itu biasanya berawal dari kasih sayang ibu.

Ibu dari mulai mengandung, melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang berhasil.

Diungkapkan Maria, antara ibu dan anak itu pasti ada kontak bathin. Anak dekat dengan ibu karena air susu ibu (ASI). Ketika anak diberikan ASI, dengan sendirinya seorang anak akan tahu betapa besar pengorbanan ibu.

“Saya bersaudara 10 orang, 1 laki-laki dan 9 orang perempuan. Saudara laki-laki saya sudah meninggal. Saya Anak pertama, Ayah saya seorang pejabat tapi Ayah sering sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Waktu itu kami masih kecil-kecil. Betapa beratnya ibu harus  mengurusi kami. Ibu terus berjuang tanpa merasa lelah. Merawat, mendidik dan berkat Doa Ibu yang tulus, ke 9 anak perempuannya bisa berhasil dalam pekerjaan,” tuturnya.

Ayah dan ibu menurut Maria, sosok nomor satu, karena Ayah dan ibu membesarkan, mendidik dan memberikan suport serta memberi restu untuk kita bisa melepaskan sayap dan sukses kedepan.

Maria bersyukur, di usia ibunya yang sudah 78 tahun dan Januari 2021 ini menginjak 79 tahun, ibunya masih kuat dan masih mengerjakan tugas rumah tangga seperti biasa.

” Saya seorang ibu berputra 3 orang dan saya mendidik anak – anak saya itu tidak terlepas dari suri teladan yang sudah ibu berikan pada saya. Saya guru dan dipercayakan untuk menjadi Kepala Sekolah, saya membawahi beberapa guru dengan berbagai katakter dan bagaiman bisa menyatukan, itupun tidak terlepas dari bimbingan ibu,” jelasnya.

Di momen hari ibu ini, dirinya mengucap syukur kepada Tuhan, karena memberikan seorang ibu yang hebat, berdedikasi tinggi. Dan Tuhan masih memelihara dan memberikan kesehatan  yang baik untuk ibu, sekalipun sudah tua ibu masih berada ditengah-tengah anak, cucu dan cecenya. Ibu selalu berpesan dan berdoa, kelak cucu , cecenya akan berguna bagi nusa dan bangsa.

Di tanya kata-kata apa yang bisa diungkapkan di momen hari Ibu ini, Maria dengan tenang dan mata berkaca-kaca mengatakan, wanita yang patut dicontoh kasih sayangnya tulus, dan kasih ibu tak terhingga sepanjang masa.

“Begitu berharga seorang ibu dalam kehidupan kita, semoga kata-kata manis tak hanya berhenti di ujung lidah, hanya terucap saat dihari-hari tertentu saja. Tentu kasih sayang kita tak hanya berakhir diujung galah, sebagaimana kasih sayang ibu kepada anaknya,” pungkasnya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *