Anatji Ratu Kitu Jan : “Sosok Mama Adalah Inspirator dan Motivator”

SALAH satu sosok  perempuan yang kuat dan tegar dalam menjalani realitas hidup adalah Anatji Ratu Kitu Jan. Catatan perjalanan karya dan kariernya banyak suka dan duka. Namun, sosok yang membuatnya kuat adalah kedua orangtua terkhusus sang Mama.

Walau kini kedua orangtuanya sudah tiada, namun pelajaran yang dipetik dari sosok kedua orangtua adalah bagaimana berjuang dalam keterbatasan untuk menggapai kesuksesan.

Anatji Ratu Kitu Jan yang kini menjadi Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi PKB ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/12/2020) menceritrakan realitas perjalanan karier termasuk bagaimana dia memaknai Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Dikatakan Anatji, berbicara tentang sosok seorang ibu tentu tidak bisa lepas dari bicara soal perhatian Negara pada figur Ibu. Sosok ibu memiliki peran penting sehingga Negara  menghargai perempuan atau seorang ibu sehingga penghargaan itulah maka ditetapkan ada hari khusus buat seorang ibu.

” Artinya tidak diakui orang tertentu soal keberadaan seorang ibu tapi bangsa menghargai itu,” katanya.

Menurutnya,  bicara soal sosok seorang ibu tidak bisa dirangkai dengan kata-kata apapun. Perjuangan seorang ibu mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, membesarkan, yang dimana tidak dimiliki oleh kaum laki-laki.

“Sekuat-kuatnya kaum laki-laki tapi saya mau katakan bahwa perempuan lebih kuat. Karena porsi tanggung jawab dan kehidupan sehari-hari beda terutama kodratnya. Pekerjaan laki-laki perempuan bisa dan pikiran laki-laki perempuan juga bisa berpikir,” jelas Anatji.

Berkenaan dengan sosok Ibu secara pribadi, Anatji berpandangan bahwa sosok ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya, merupakan sosok yang hebat karena mendorong dirinya  menjadi perempuan yang berpendidikan.

Artinya kepedulian perempuan atau ibu dalam hidup rumah tangga dalam upaya memberikan pendidikan dasar sesungguhnya ada pada orangtua. Jika orangtua tidak mau menyekolahkan anak-anaknya tentu  tidak bisa menjadi perempuan hebat.

Ditambahkannya, jika orangtua berpikir seperti zaman dulu bahwa perempuan harus ada di dapur berarti kita tidak seperti ini.

“Kita juga harus apresiasi pada sosok RA Kartini yang memberontak bahwa dia tidak mau ada di dapur. Tidak mau kawin muda dan berfikir hal yang lebih luas dan itu terbawa sampai sekarang. Jadi perjuangan seorang ibu itu luar biasa. Dia melahirkan seorang laki laki, melahirkan pemimpin bangsa, provinsi dan kabupaten,” urainya.

Anatji menilai bahwa perjuangan seorang ibu selama 9 bulan 10 hari cukup luar biasa dari melahirkan sampai membesarkan anak-anak. Banyak anak kepala batu tapi orangtua pendam karena mau melihat anaknya sukses.

Ditanya soal figur Ibu kandungnya, Anatji dengan berlinang airmata menceritrakan kalau kedua orangtuanya kini telah tiada. Sosok ibu yang akrab disapanya Mama  adalah segalanya.

“Mama itu sosok yang luar biasa. Sosok yang hebat sebagai seorang perempuan. Menjunjung tinggi harkat perempuan. Hanya orang yang tidak berakal budi saja yang melihat sosok ibu itu tidak punya apa apa tapi bagi saya Mama itu diatas segalanya,” terangnya.

Menurutnya, sekuat apapun jika bicara soal ibu tentu ada perasaan sedih. Apalagi baginya yang tidak melihat sosok Mama lagi dan bisa berceritra dan membahagiakan hatinya.

“Memang ibu saya sudah tidak ada. Saya tahu belum banyak yang saya perbuat untuk ibu tapi karena dia sudah tidak ada maka kami enam bersaudara dan sebagai anak sulung maka sebagai bentuk balas jasa saya  memperhatikan semua saudara,” katanya.

Dirinya bangga bahwa Mamanya membesarkan mereka  dengan doa. Balas jasa sepanjang Mama masih ada dengan merawat dan menjaga tentu belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Tapi pesan Mama bahwa harus menjadi pengganti sosoknya dalam keluarga dan tidak boleh melupakan saudara sekandung itu tetap terjaga sampai kini.

“Itulah yang dapat saya bisa balas jasa Mama saya. Melanjutkan apa yang menjadi keinginan mama punya kepada adik-adik saya. Jadi saya mau katakan bahwa bagi saya sosok kedua orangtua khusus Mama adalah  sosok Inspirator dan Motivator sehingga saya seperti sekarang ini,” pungkasnya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *