Capaian Pembangunan Infrastruktur Jalan di NTT Sudah Memadai

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Keberadaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak berdiri tahun 1958 hingga 2020 yang memasuki usia ke 62 tahun, sudah mengalami kemajuan yang baik. Hal ini tergambar dari pembukaan isolasi wilayah dengan pembangunan infrastruktur jalan.

Kedepan tentu diharapkan pada masa kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Gubernur, Josef Nae Soi, masih melanjutkan lagi pembangunan infrastruktur jalan disamping itu membangun kelistrikan dan jaringan telekomunikasi terutama di pedesaan.

Hal ini disampaikan anggota DPRD NTT, Drs Junus Naisunis kepada Media ini saat ditemui di gedung Dewan, Kamis (17/12/2020). Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi NTT ini dimintai tanggapannya berkenaan dengan NTT akan memasuki usia ke 62 pada tanggal 20 Desember 2020.

Dijelaskan Junus, untuk NTT khusus dalam memasuki usia ke 62 tahun ini, dirinya melihat bahwa perkembangan NTT cukup tinggi teristimewa pada beberapa tahun belakangan ini.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan sangat membantu dalam membuka isolasi daerah sehingga yang terpencil sudah sangat terbuka dan memberi peluang pada masyarakat bisa membawa hasil ke tempat-tempat pertumbuhan ekonomi.

“Jadi dalam beberapa tahun terakhir dengan adanya pembangunan jalan banyak daerah yang semula sulit dijangkau apalagi musim hujan sekarang sudah lebih memungkinkan dijangkau. Memang di NTT ada daerah tertentu pembangunan infrstruktur agak lambat karena kondisi geografis yang sulit tapi pengamatan saya sudah cukup menolong dan masyarakat kita sudah terbuka,” jelas Junus.

Dikatakan anggota Komisi IV ini pula bahwa dengan pembukaan isolasi daerah maka peredaran ekonomi sudah semakin lancar.

Hal berikut yang perlu mendapat perhatian kedepan, lanjutnya, soal pembangunan listrik. Memang di NTT belum semua daerah menikmati listrik. Misalnya, di Sabu masih ada beberapa desa listrik belum terjangkau tapi dari percakapan dengan PLN mereka sedang berusaha agar listrik masuk ke wilayah terpencil di Pulau Sabu.

“Kalau di daratan Timor untuk daerah tertentu sampai 2020 listrik juga belum terjangkau khusus di Kabupaten Kupang di Kecamatan Fatuleu Barat hampir semuanya belum menikmati listrik. Ini salah satu kesulitan khusus sekolah-sekolah yang terpaksa harus menggunakan penerangan apa adanya,” kata Junus.

Dari segi anggaran, kata Junus sebetulnya cukup besar dalam hal pembangunan infrastruktur dan pada tahun 2021 dianggarkan dana buat infrastruktur sekitar Rp 1,3 triliun. Sedangkan listrik karena dengan PLN sehingga perlu ada kerjasama antara pemda NTT dengan PLN supaya bisa melihat daerah yang belum terjangkau pelayanan listrik.

“Kita di NTT juga khusus mengenai jaringan internet dan telepon masih ada tempat tertentu yang blackspot artinya belum terjangkau. Nah ini juga khusus internet ada upaya pemerintah untuk membantu sekolah yang ada di pedesaan karena anak-anak sulit sekali mencari sinyal,” katanya.

Ditanya soal masa kepemimpinan Gubernur dan wakil gubernur NTT saat ini, Junus menilai selaku pimpinan fraksi melihat apa yang direncanakan kedua pemimpin yang ada memang sudah cukup menolong warga dalam beberapa sektor itu.

Walau diakuinya pada masa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur periode lalu sudah direncanakan pembangunan infrastruktur tapi pada periode ini pembangunan khusus jalan lebih masif sebagai prioritas selain pendidikan dan kesehatan, pariwisata.

“Kami di Komisi IV sangat memberi perhatian pada anggaran dengan mengalokasikan cukup besar. Jika ini diperhatinkan maka untuk nanti periode mendatang maka infrastruktur jalan tidak soal dan anggaran pasti dialihkan ke sektor lain,” ujar Junus.

Fraksi PKB, katanya, sangat mendukung penuh program pemerintahan sekarang dengan menganggarkan dana cukup besar. Pihaknya selalu mengkritisi program yang berpihak pada kepentingan rakyat.

” Harapan saya di usia NTT yang memasuki 62 tahun ini tentu ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan dewan sehingga dalam pembangunan kedepan ada sinerjitas. Adanya dukungan yang cukup dari dewan kepada pemerintah agar pembangunan yang dilaksanakan bisa berjalan dengan baik juga dukungan masyarakat terhadap program pemprov saat ini,” harap Junus.

Berkenaan dengan masalah pandemi Covid19 saat ini, Junus berharap agar pemerintah terus berupaya memberi perhatian pada pelayanan terbaik bagi masyarakat karena ini bencana yang tidak pernah terpikirkan.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *