A A Ayu : “Sukses Jadi Anggota Dewan Karena Doa Ibu”

MANUSIA terlahir dari rahim seorang ibu. Ibu adalah sosok wanita paling berjasa bagi semua insan di dunia. Melahirkan, membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang. Gambaran sosok perempuan hebat itupun dicontohkan Anak Agung Ayu Witari Tallo.

Sosok Ayu–demikian Ia disapa yang kini menjadi anggota DPRD Kota Kupang tak memungkiri bahwa kesuksesan yang diraih kini tidak terlepas dari doa seorang ibu.
Ibunya menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktifitasnya sehari-hari.

Sosok wanita sederhana dan penuh inspiratif ini, saat di temui di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kklota kupang, Senin ( 14/12/2020) dengan penuh keakraban mengungkapkan makna dari ibu dan arti seorang ibu dalam kehidupannya.

Dirinya dimintai pandangannya soal sosok seorang ibu dengan predikat menjadi anggota Dewan saat ini. Apalagi tanggal 12 Desember merupakan hari bersejarah bagi kaum ibu. Pada Hari Ibu ke 92 ini mengambil tema” Perempuan Berdaya Indonesia Maju”.

Wanita yang terlahir dari seorang Ayah PNS dan Ibu yang hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, menceritakan betapa besar perjuangan Ibu dalam mendidik dan membesarkan 4 orang buah hatinya, menghantarkan meraih kesuksesan.

Ayu bercerita, bicara sosok seorang ibu, dirinya sangat tersentuh dan perpengaruh pada emosi, betapa besarnya berjuangan seorang ibu tanpa mengenal rasa lelah dan itu sangat luar biasa.

” Kami bersaudara 4 orang, saya anak sulung dan perempuan sendiri, 3 saudara saya itu laki-laki. Kami bukan berasal dari keluarga yang mampu. Bapak seorang PNS dan ibu hanyalah sorang ibu rumah tangga biasa. Tapi dalam mendidik kami selalu ditekankan, apa yang kita punya, itulah yang disyukuri dan berusalah untuk bisa membantu orang banyak sesuai kemampuan kita,” tuturnya.

Ayu Witari, politisi partai Gerindra ini juga mengatakan, orang tua juga mengajarkan pada anak-anaknya, tidak boleh meminta dan harus berusaha dan bekerja sendiri, berapapun yang didapat itu yang dinikmati dan jangan menyusahkan orang lain.

” Saat ini saya duduk menjadi Anggota Dewan Kota kupang, itu tidak terlepas dari peran seorang ibu lewat doa-doanya. Saya sangat meneladani apa yang sudah ibu lakukan untuk anak-anaknya. Pengorbanan seorang ibu sampai kapanpun tidak bisa terbalaskan, karena kita ada didunia ini, tanpa ibu kita bukan siapa siapa. Prinsip saya, saya ingin menjadi berkat untuk banyak orang,” ungkapnya sambil berlinang airmata.

Dirinya berpesan untuk para kaum ibu, mungkin karena keadaan ekonomi dalam situasi pandemi ini, tetapkan berjuang menjadi ibu yang kuat dan sll berdoa untuk anak2 kita dan menjadi yang terbaik.

Ditanya soal generasi muda milenial saat ini untuk menghargai jasa seorang ibu dirinya mengatakan, anak muda harus paham, perjuangan, jerih payah orang tua membesarkan kita, tanpa mengharapkan balasan.

Hargailah kedua orangtua, Ayah dan ibu, berbaktilah pada orang tuamu, karena doa seorang ibu itu adalah mujizat. Tanpa mereka kita tidak terlahir ke dunia. Tanpa mereka kita bukanlah apa-apa. Ingatlah bahwa surga di bawah telapak kaki ibu.( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *