Paslon Jagoan PKB Unggul Sementara Raihan Suara Pilkada di 5 Kabupaten 

 

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada pelaksanaan pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 lalu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusung dan mendukung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang bertarung di 9 kabupaten. Dari paslon yang dijagokan PKB, saat ini sementara unggul perolehan suara sesuai hasil SiRekap KPU di 5 kabupaten.

Paslon yang kini unggul sementara perolehan suara yaitu, Kabupaten TTU atas nama Paslon Bupati, David Juandi – Eusabius Binsasi atau Paket Desa Sejahtera. Paket Sehati di Kabupaten Belu, atas nama, dr. Agus Taolin – Alo Hale Serens atau Paket Sehati.

Kabupaten Manggarai Paket Hery-Heri atas nama,
Herybertus Nabit – Heribertus Ngabut, Kabupaten Ngada, Paslon Paru Andreas – Raimunundus Bena atau Paket AP-RB dan di Kabupaten Malaka, Dr. Simon Nahak-Kim Taolin atau Paket SN-KT.

Demikian keterangan yang disampaikan salah satu pengurus DPW PKB NTT yang juga Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB, Ana Waha Kolin, SH kepada Media ini, Jumat (11/12/2020).

Dijelaskan Ana, saat ini proses rekapitulasi suara dari paslon di 9 kabupaten penyelenggara pilkada masih terus berlangsung oleh KPU masing-masing kabupaten. Sementara sejak hari pencoblosan, proses hitung cepat dilakukan oleh KPU Pusat melalui SiRekap KPU.

Dari realcount itu, jelas Ana, hasil sementara menunjukan paslon yang diusung dan didukung PKB menunjukan paslon pada 5 dari 9 kabupaten unggul sementara perolehan suara. Kelima kabupaten itu yakni, Manggarai, Ngada, Belu, TTU dan Malaka.

Dikatakan Ana, sambil menunggu hasil pengumuman resmi oleh KPU, tentu sebagai pengurus PKB NTT mengharapkan apabila paslon ini lolos harus menjadi Nahkoda yang baik bagi pendukung.

Wajib memberikan garansi agar sikonnya selalu damai pasca pilkada. Kepada pendukunh supaya tidak boleh terprovokasi apalagi memprovokasi seluruh proses yang sedang berjalan agar aman, damai, lancar dan sukses.

Dirinya mengharapkan kepada para Paslon terpilih nantinya harus bekerja sesuai visi dan misi serta janji-janji pada saat kampanye.

“Jangan membiarkan masyarakat dalam keterpurukan di setiap bidang kehidupan. Masyarakat sudah memberikan kepercayaan pada saat Pilkada sehingga wajib hukumnya paslon terpilih merealisasikannya,” jelas Ana.

Tentunya, jelas Ana, tidak memaksa paslon yang menang tapi perlu juga dengan melihat dari postur APBD juga loby ke tingkat pusat dalam kaitan dengan DAK maupun DAU.

“Hindari yang namanya tim sukses dan dahulukan kepentingan masyrakat yang mungkin selama ini belum mendapatkan porsi pembangunan. Artinya bahwa jangan sampai selama ini hanya pada daerah-daerah tertentu saja yang dibangun. Pembangunan harus merata tapi tentunya bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkas Ana.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *